
<h2><strong>Contoh Kehebatan Tafsir Ibn Abbas</strong></h2>
<p>Ibnu Abbas dilahirkan 3 tahun sebelum Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> hijrah. Menurut keterangan ad-Dzahabi, beliau menjadi sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> selama 30 bulan. Ketika Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> wafat, usia Ibnu Abbas sekitar 14 tahun. (Siyar A’lam an-Nubala, 3/332).</p>
<p>Sementara Umar bin Khatab <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, menggantikan Abu Bakr sebagai khalifah, tahun 13 hijriyah. Artinya, ketika itu usia Ibnu Abbas sekitar 17 tahun.</p>
<p>Ibnu Abbas menceritakan,</p>
<p>Umar memasukkan aku dalam anggota dewan bersama para sahabat senior peserta perang Badar. Ketika mereka melihat keterlibatanku, ada diantara mereka yang merasa jengkel. Dia komentar kepada Umar,</p>
<p>‘Mengapa engkau melibatkan anak ini bersama kami. Kami juga punya anak seusia dia.’</p>
<p>Jawab Umar, ‘Dia orang yang sudah kalian kenal kecerdasannya.’</p>
<p>Suatu hari, Umar mengundangku untuk berkumpul bersama mereka. Aku tidak menyangka Umar mengundangku hari itu, selain untuk menunjukkan keahlianku kepada mereka.</p>
<p>Tanya Umar ke semua anggota majlis,</p>
<p>“Apa tafsir kalian tentang firman Allah,</p>
<p class="arab">إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالفَتْحُ</p>
<p>“Apabila telah datang pertolongan Allah dan fathu Mekah.”</p>
<p>Sebagian menjawab,</p>
<p>“Kita diperintahkan untuk memuji Allah, memohon ampun kepadanya apabila kita mendapat pertolongan dan diberi kemenangan.”</p>
<p>Sementara yang lain diam dan tidak menjawab apapun.</p>
<p>Giliran Umar bertanya kepada Ibnu Abbas,</p>
<p>‘Apa semacam ini menurut anda, wahai Ibnu Abbas?’</p>
<p>”Tidak.” jawab Ibnu Abbas.</p>
<p>”Lalu apa tafsirmu?” tanya Umar.</p>
<p>”Itu adalah (tanda) ajal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Ayat itu mengisyaratkan hal itu.” kata Ibnu Abbas.</p>
<p>Selanjutnya beliau memulai menjelaskan,</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالفَتْحُ</p>
<p>“Apabila telah datang pertolongan Allah dan fathu Mekah.”</p>
<p>Itu adalah tanda ajalmu. Karena itu,</p>
<p class="arab">فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا</p>
<p>Sucikanlah Tuhanmu dengan memuji-Nya, sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat.</p>
<p>Komentar umar,</p>
<p class="arab">مَا أَعْلَمُ مِنْهَا إِلَّا مَا تَعْلَمُ</p>
<p>”Yang aku ketahui juga seperti itu.” (HR. Bukhari no. 4970)</p>
<p>Tugas utama Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah mendakwahi kaumnya dan mengajak mereka untuk menjadi seorang muslim. Ketika Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah berhasil menaklukkan kaumnya, berarti tugas utama sang nabi telah usai. Sehingga fathu Mekah merupakan tanda dekatnya ajal beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
 