
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/566489343&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Denda Bayar Kontrakan itu Riba?</strong></h2>
<p><em>Apakah denda telat bayar kontrakan termasuk riba? karena ada denda…</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Dibolehkan ada kesepakatan denda keterlambatan, selama akad yang dilakukan bukan utang piutang.</p>
<p>Untuk semua transaksi pascabayar, dimana konsumen menggunakan dulu, baru bayar seusai pemakaian, termasuk jual beli kredit. Objek diterima konsumen, baru dibayar belakangan. Ini berlaku, baik untuk objek barang maupun jasa.</p>
<p>Dan dalam akad kredit, jika konsumen dibebani kenaikan harga, karena tidak bisa membayar tepat pada saat jatuh tempo, maka termasuk bentuk riba. Bahkan termasuk salah satu diantara bentuk riba <em>jahiliyah</em>.</p>
<p>Qatadah – ulama tabiin –, seperti yang disebutkan al-Hafidz Ibnu Hajar, beliau menjelaskan riba <em>jahiliyah</em> dalam jual beli kredit, yang harganya bertambah ketika tidak bisa dilunasi ketika jatuh tempo,</p>
<p class="arab">إِنَّ رِبَا أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَبِيع الرَّجُل الْبَيْع إِلَى أَجَل مُسَمَّى , فَإِذَا حَلَّ الْأَجَل وَلَمْ يَكُنْ عِنْد صَاحِبه قَضَاءٌ ، زَادَ وَأَخَّرَ عَنْهُ</p>
<p><em>“Bentuk riba jahiliyah, si A menjual barang kepada si B secara kredit sampai batas tertentu. Ketika tiba jatuh tempo, sementara si B tidak bisa melunasi, harga barang dinaikkan dan waktu pelunasan ditunda.”</em> (Fathul Bari, 4/313).</p>
<p>Dalam salah satu qarar <em>Majma’ al-Fiqh al-Islami</em> pada muktamarnya ke-12 di Riyadh th. 1421 H, membahas tentang <em>as-Syarthul Jaza’i</em> (ketentuan adanya denda bagi pihak menyalahi kesepakatan), menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya,</p>
<p class="arab">يجوز أن يشترط الشرط الجزائي في جميع العقود المالية ما عدا العقود التي يكون الالتزام الأصلي فيها دينًا ؛ فإن هذا من الربا الصريح</p>
<p>Boleh menetapkan ketentuan ada denda dalam semua akad terkait harta, selain akad yang tanggung jawab aslinya berbasis transaksi utang piutang. Karena ini jelas ribanya. (keputusan no. 4)</p>
<h3><strong>Denda Telat Bayar Kontrakan</strong></h3>
<p>Ada 2 kasus dalam hal ini yang bentuknya berbeda,</p>
<p>Kasus <strong><em>pertama</em></strong>, si A tinggal di rumah kontrakan milik, kemudian di akhir tahun si A baru bayar senilai 10jt (misalnya). Pada saat si A menggunakan rumah itu selama setahun, yang terjadi si A memiliki utang kepada si B senilai 10jt. Jika si B menetapkan adanya denda karena keterlambatan ini, berarti si B mengambil manfaat dari utang 10jt yang harus dibayarkan si A. Dan semua bentuk mengambil manfaat dari utang adalah riba..</p>
<p>Sahabat Fudhalah bin Ubaid <em>radhiallahu ‘anhu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">كل قرض جر منفعة فهو ربا</p>
<p><em>“Setiap piutang yang memberikan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.”</em></p>
<p>Kasus <strong><em>kedua</em></strong>, si A tinggal di kontrakan milik si B dengan membayar di depan untuk rentang selama setahun. Misalnya, sampai bulan desember. Namun sampai masuk tahun kedua, si A tidak kunjung meninggalkan kontrakan sampai bulan maret, bolehkah si B meminta denda?</p>
<p>Yang terjadi pada kasus kedua ini bukan utang piutang. Tetapi sewa dengan kelebihan dari waktu yang disepakati. Dan Sewa-menyewa (Ijarah) didefinisikan dengan</p>
<p class="arab">عقد على المنافع بعوض</p>
<p>“Akad jual beli jasa atau manfaat suatu benda.” (Fiqh Sunah, 3/177)</p>
<p>Si A telah mendapat manfaat dari rumah itu selama 3 bulan. Karena itu, si B mempunyai hak untuk menarik bayaran dari si A, karena telah menggunakan rumahnya selama 3 bulan. Dan ini bukan riba.</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 