
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/573009036&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<p><strong>Makan Ikan Sambil Minum Susu</strong></p>
<p><em>Saya mendengar, kita dilarang makan ikan lalu minum susu. Artinya, kalo digabung dilarang, tapi klo dipisah boleh. Apa benar? Ada dalilnya?</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Kami tidak menjumpai dalil tentang itu, baik dari hadis Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, maupun keterangan para sahabat.</p>
<p>Hanya saja, dalam buku belajar nahwu, sering dibuat contoh kalimat tentang huruf an [أن] yang tersembunyi. Para penulis buku nahwu itu membuat contoh kalimat,</p>
<p class="arab">لَا تَأْكُلِ السَّمَكَ وَتَشْرَبَ اللَّبَنَ</p>
<p>Secara tekstual, kalimat ini bisa diterjemahkan,</p>
<p><em>“Jangan makan ikan bersama dengan minum susu.”</em></p>
<p>Menurut madzhab Bashrah (madzhab dalam ilmu nahwu), kata tasyrab [تشرب] – yang artinya minum – bisa  dibaca dengan 2 cara,</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, jika kata tasyrab [تشرب] dibaca manshub (huruf ba’ difathah) maka berarti ada huruf an yang tersembunyi, sehingga kalimatnya menjadi,</p>
<p class="arab">لَا تَأْكُلِ السَّمَكَ وَأَنْ تَشْرَبَ اللَّبَنَ</p>
<p>Makna kalimat ini adalah larangan untuk menggabungkan antara makan ikan dengan minum susu.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, jika kata tasyrab [تشرب] dibaca majzum (huruf ba’ disukun) maka berarti dia disambungkan (ma’thuf) dengan kata laa tak-kul [لا تأكل]. Sehingga kalimatnya berbunyi,</p>
<p class="arab">لَا تَأْكُلِ السَّمَكَ وَتَشْرَبْ اللَّبَنَ</p>
<p>Makna kalimat ini adalah larangan untuk makan ikan dan minum susu, baik digabung maupun terpisah.</p>
<p>Bisa jadi, karena kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bahasa arab, sehingga contoh kalimat dalam pembelajaran ilmu nahwu sampai mereka bawa dalam kehidupan keseharian mereka. Padahal tidak ada hubungannya.</p>
<p>Apapun itu, jika pernyataan ini tidak ada dalilnya, berarti bukan bagian dari aturan syariat. Karena itu, kembali kepada hukum asal, bahwa setiap makanan dan minuman adalah mubah, selama tidak membahayakan.</p>
<p>Jika membahayakan, itu dilarang. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,</p>
<p class="arab">لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ</p>
<p><em>“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain, dengan sengaja maupun tanpa sengaja.”</em> (HR. Ahmad 2865, Ibnu Majah 2431, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)</p>
<p>Apakah menggabungkan makan ikan dengan minum susu itu membahayakan?</p>
<p>Kami tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan ini. Anda bisa tanyakan ke dokter atau ahli gizi atau mereka yang memiliki keahlian terkait.</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 