
<p>Apa do’a yang dibaca ketika menyembelih kurban?</p>
<p>Terdapat hadits dalam <em>Shahih Muslim</em> dari ‘Aisyah,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ, يَطَأُ فِي سَوَادٍ, وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ, وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ; لِيُضَحِّيَ بِهِ, فَقَالَ: “اِشْحَذِي اَلْمُدْيَةَ” , ثُمَّ أَخَذَهَا, فَأَضْجَعَهُ, ثُمَّ ذَبَحَهُ, وَقَالَ: “بِسْمِ اَللَّهِ, اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَمِنْ أُمّةِ مُحَمَّدٍ” –</p>
<p>Nabi pernah memerintahkan agar diambilkan gibas (domba jantan) bertanduk, kuku dan perutnya hitam dan sekeliling matanya hitam. Lalu gibas tersebut dibawa ke hadapan beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> untuk dijadikan kurban. Beliau pun bersabda, “<em>Asahlah dengan batu</em><em> pengasah</em>.” Kemudian ‘Aisyah mengasahnya dan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> membaringkan hewan tersebut lalu menyembelihnya. Saat menyembelih, beliau mengucapkan, “<strong><em>Bismillah, Allahumma taqobbal min Muhammad wa aali Muhammad, wa min ummati Muhammad</em></strong><em> (Artinya: dengan menyebut nama Allah, Ya Allah terimalah kurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad)</em>.” (HR. Muslim no. 1967)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Beberapa faedah dari hadits di atas:</span></h4>
<p>1- Disunnahkan membaca do’a agar diterimanya kurban dengan bacaan “<em>Allahumma taqobbal minni</em>” (Ya Allah, terimalah kurban dariku). Ini diucapkan setelah sebelumnya mengucapkan “<em>bismillah</em>” sebagaimana telah dijelaskan dalam <a href="https://rumaysho.com/hukum-islam/umum/memilih-hewan-terbaik-untuk-kurban-3615">hadits yang telah lewat</a>. Do’a ini dibaca jika menyembelih atas nama diri sendiri. Sedangkan jika menjadi wakil orang lain, maka yang diucapkan adalah “<em>Allahumma taqobbal min ….</em>” (disebutkan nama shohibul kurban atau pemilik kurban). Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan bisa pula menggunakan bacaan yang disebut dalam ayat,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ</p>
<p>“<em>Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui</em>” (QS. Al Baqarah: 127).</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Bacaan Saat Menyembelih Qurban</span></h4>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ …..</p>
<p style="text-align: center;"><em>Bismillah Wallahu Akbar, Allahumma minka wa ilaika, Fataqabbal min … (sebut nama shahibul qurban)</em></p>
<p style="text-align: center;">[artinya: Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, qurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah qurban …] (Sumber: <em>Kifayah Al-Akhyar</em>)</p>
<p>2- Dalam hadits bisa diambil pelajaran bahwa seseorang boleh saja berkurban atas nama dirinya dan keluarganya dengan satu kurban. Mereka semua akan berserikat dalam pahala.</p>
<p>Mengenai bahasan satu kurban untuk satu keluarga sudah dibahas oleh Rumaysho.Com di: <a href="https://rumaysho.com/hukum-islam/umum/satu-kambing-bisa-untuk-qurban-satu-keluarga-2829">Satu Kambing Bisa untuk Kurban Satu Keluarga</a>.</p>
<p> </p>
<p>Semoga do’a ini bisa diamalkan saat waktu kurban. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><em>Minhatul ‘Allam fii Syarhi Bulughil Marom</em>, Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1431 H, 9: 273-276.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun selepas Zhuhur, 6 Dzulqo’dah 1434 H @ <a href="http://darushsholihin.com/">Pesantren Darush Sholihin</a>, Warak, Girisekar, Panggang-Gunungkidul</p>
<p>Artikel <a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
 