
<p>Bagaimana doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Lailatul Qadar? Bagaimana kandungan doa tersebut?</p>

<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Doa yang diajarkan Rasulullah pada malam lailatul qadar</strong></span></h2>
<p>Hadits yang membicarakan doa ini adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى</span></p>
<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, yaitu jika saja aku tahu bahwa suatu malam adalah malam lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “Berdoalah: <strong>ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII</strong> (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).” <strong>(HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).</strong></p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Perbedaan Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah</strong></span></h2>
<p>Keduanya kalau mau diterjemahkan hampir sama, yaitu ampunan.</p>
<p><strong>Al-‘afwu ini ada dalam doa:</strong></p>
<p>ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ANNI (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–)</p>
<p><strong>Al-maghfirah itu ada dalam kalimat:</strong></p>
<p>ASTAGH-FIRULLAH (artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah).</p>
<p>Imam Abu Hamid Al-Ghazali <em>rahimahullah</em> mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">الْعَفوّ : هُوَ الَّذِي يمحو السَّيِّئَات ، ويتجاوز عَن الْمعاصِي ، وَهُوَ قريب من الغفور ، وَلكنه أبلغ مِنْهُ، فَإِن الغفران يُنبئ عَن السّتْر، وَالْعَفو يُنبئ عَن المحو، والمحو أبلغ من السّتْر</span></p>
<p>“Al-‘afuwwu (Maha Memberikan Maaf) artinya Allah itu menghapuskan kesalahan-kesalahan dan memaafkan maksiat yang diperbuat. Kata al-‘afuwwu (Maha Memberikan Maaf) dengan kata al-ghafur (Maha Pengampun) hampir semakna, namun makna al-‘afuwwu lebih luar biasa kandungannya. Karena al-ghufraan (pengampunan dosa) yang dimaksud adalah menutupi dosa, sedangkan al-‘afwu yang dimaksud adalah menghapus dosa. Menghapus dosa tentu saja lebih luar biasa kandungan maknanya dibanding dengan menutupi dosa.” <strong>(<em>Al-Maqshad Al-Asna</em>, hlm. 140)</strong></p>
<p>Akan tetapi, ada pendapat lainnya yang menyatakan bahwa makna al-maghfirah (mengampuni) lebih luar biasa dibanding al-‘afwu (memaafkan, menghapus). Al-maghfirah bermakna menutupi, menggugurkan hukuman, dan meraih pahala. Sedangkan al-‘afwu tidak berakibat menutupi dosa dan meraih pahala.</p>
<p>Adapun menyatakan bahwa maghfirah (mengampuni) itu berarti memaafkan dosa, namun dosa tersebut masih ada dalam catatan amal; sedangkan ‘afwu (memaafkan, menghapus dosa) berarti memaafkan dosa dan membuat dosa itu terhapus dari catatan amal; pendapat ini tidak berdalil.</p>
<p>Lihat bahasan Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam <strong>Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 236863</strong>.</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Amalan kita masih serba kurang walau kita merasa sudah maksimal dalam beribadah</strong></span></h2>
<p>Ibnu Rajab <em>rahimahullah</em> memberi penjelasan menarik,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر</span></p>
<p>“Sesungguhnya perintah memohon al-‘afwu (pemaafan, penghapusan dosa) pada <a href="https://rumaysho.com/tag/lailatul-qadar">malam lailatul qadar</a> setelah kita bersungguh-sungguh beramal di dalamnya dan di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ini semua agar kita tahu bahwa orang yang arif (cerdas) ketika sungguh-sungguh dalam beramal, ia tidak melihat amalan yang ia lakukan itu sempurna dari sisi amalan, keadaan, maupun ucapan. Karenanya ia meminta kepada Allah al-‘afwu (pemaafan) seperti keadaan seseorang yang berbuat dosa dan merasa penuh kekurangan.”</p>
<p>Yahya bin Mu’adz pernah berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو</span></p>
<p>“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.” <strong>(Dinukil dari <em>Lathaif Al-Ma’arif</em>, hlm. 362-363)</strong></p>
<p>Semoga Allah memberikan kita pengampunan dan pemaafan.</p>
<p> </p>
<h4><strong>Referensi:</strong></h4>
<p><em>Latha-if Al-Ma’arif</em>. Cetakan pertama, Tahun 1428 H Ibnu Rajab Al-Hambali. Penerbit Al-Maktab Al-Islamy. hlm. 362-363.</p>
<p><em>Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab</em>, <a href="https://islamqa.info/ar/answers/236863/%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%B1%D9%82-%D8%A8%D9%8A%D9%86-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%BA%D9%81%D8%B1%D8%A9-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%81%D9%88" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>no. 236863</strong></a>. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/24368-ini-amalan-amalan-di-malam-lailatul-qadar.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Ini Amalan-Amalan di Malam Lailatul Qadar</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/24134-lailatul-qadar-masih-bisa-diperoleh-walau-di-rumah-saat-pandemi.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Lailatul Qadar Masih Bisa Diperoleh Walau di Rumah Saat Pandemi</strong></span></a></li>
</ul>
<hr>
<p> </p>
<p>Diselesaikan pada malam 22 Ramadhan 1441 H (14 Mei 2020) <a href="https://darushsholihin.com"><strong>@Darush Sholihin</strong></a></p>
<p><a href="https://rumaysho.com/about-me"><strong>Muhammad Abduh Tuasikal</strong></a></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></strong></p>
 