
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1082264311&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<h2><strong>Model Kuburan yang Utama</strong></h2>
<p><em>Saya pernah lihat ada dua cara memakamkan mayit, pertama dg dtaruh samping sebelah barat, yg kedua ditaruh d tengah. Itu yg benar yg mana? Mohon dijawab..</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Dua model kuburan yang anda ceritakan, yang pertama namanya lahad [arab: اللَّحْدُ], dan yang kedua namanya Syaq [arab: الشَّقُّ].</p>
<p><strong>Model pertama, lahad</strong></p>
<p>Jenazah diposisikan di sebelah kiblat (barat). Kemudian ditutup dengan papan menyamping.</p>
<p>Penjelasan dengan kalimat mungkin sulit dipahami, Anda bisa lihat gambar berikut,</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-24731" src="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-1.jpg" alt="gambar kubur 1" width="683" height="523" srcset="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-1.jpg 683w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-1-150x115.jpg 150w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-1-300x230.jpg 300w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-1-466x357.jpg 466w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-1-631x483.jpg 631w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px"></p>
<p><strong>Model kedua, syaq</strong></p>
<p>Jenazah diposisikan di tengah, dan ditutup di sebelah atasnya lurus horizontal.</p>
<p>Anda bisa perhatikan gambarnya berikut,</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-24732" src="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-2.jpg" alt="gambar kubur 2" width="240" height="354" srcset="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-2.jpg 240w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-2-102x150.jpg 102w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/04/gambar-kubur-2-203x300.jpg 203w" sizes="(max-width: 240px) 100vw, 240px"></p>
<h3><strong>Mana yang Lebih Afdhal ?</strong></h3>
<p>Dibolehkan memakamkan jenazah, baik dengan model pertama, atau model kedua. Di masa Nabi<em> Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dua model ini sudah menjadi hal biasa bagi para sahabat.</p>
<p>Dalam Kitab Ahkam al-Janaiz dinyatakan,</p>
<p class="arab">ويجوز في القبر اللحد والشق لجريان العمل عليهما في عهد النبي صلى الله عليه وسلم</p>
<p>Boleh membuat kuburan dengan model lahad maupun syaq, karena keduanya sudah banyak dipraktekkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Ahkam al-Janaiz, hlm. 144).</p>
<p>Selanjutnya penulis menyebutkan hadis tentang model kuburan Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. A’isyah <em>Radhiyallahu ‘anha</em> menceritakan,</p>
<p>Ketika Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> meninggal, para sahabat berbeda pendapat tentang model kuburan beliau, mau dibuat lahad ataukah syaq. Merekapun debat masalah itu, hingga suaranya dikeraskan. Umar lalu mengingatkan, “Janganlah teriak-teriak di dekat Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> baik beliau masih hidup atau setelah meninggal.” Kemudian mereka mengundang tukang bikin lahad dan tukang bikin syaq. Mereka menentukan pilihan, siapa yang pertama kali datang, itulah model kuburan Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em> Ternyata Allah menaqdirkan, tukang lahat yang pertama kali datang. Kemudian dibuatkan lahat untuk Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em> Lalu beliau dimakamkan.</p>
<p>(HR. Ibnu Majah 1558 dan dihasankan al-Albani).</p>
<p>Dari dua model di atas, yang lebih utama adalah lahad. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberikan motivasi agar jenazah diposisikan dalam lahad.</p>
<p>Dari Jarir bin Abdillah <em>Radhiyallahu ‘anhu,</em></p>
<p>Bahwa Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah mengantarkan jenazah. Beliau mengarahkan kepada petugas pembuat kuburan,</p>
<p class="arab">الْحَدُوا وَلاَ تَشُقُّوا فَإِنَّ اللَّحْدَ لَنَا وَالشَّقَّ لِغَيْرِنَا</p>
<p><em>Buatkanlah lahad, dan jangan dibuat syaq. Karena lahat itu ciri khas kita, sementara syaq milik selain kita.</em> (HR. Ahmad 19695).</p>
<p>Dalam hadis lain dari Ibnu Abbas <em>Radhiyallahu ‘anhuma</em>, Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">اللَّحْدُ لَنَا وَالشَّقُّ لِغَيْرِنَا</p>
<p>Lahad itu ciri khas kita, sementara syaq milik selain kita. (HR. Nasai 2021, Turmudzi 1045, dan dishahihkan al-Albani).</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 