
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/366175775&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Dzikir Setelah Shalat bagi Mereka yang Buru-buru</strong></h2>
<p><em>Untuk dzikir selesai shalat baca tasbih, tahmid, takbir 33 kali, bisakah disingkat? Krn kita ingin segera beraktivitas. Sementara dzikir itu jangan sampai bolong.. shg tetap dirutinkan..</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Kita ditekankan sebisa mungkin ketika dzikir, antara ucapan dengan kondisi batin bisa serasi. Dalam arti, tidak hanya lisan yang menyuarakan, tapi batin juga merenungkan pujian yang kita ucapkan. Sebagaimana layaknya shalat, kita diminta untuk merenungkan setiap bacaan di dalamnya.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ</p>
<p><em>Ketahuilah bahwa Allah tidak mengijabahi doa dari hati yang lalai</em>. (HR. Turmudzi 3816 dan dihasankan al-Albani).</p>
<p>Berdoa sementara hatinya lalai, lisannya berucap tapi tidak sampai ke dalam batinnya.</p>
<p>Karena nilai pahala yang kita dapatkan dari dzikir kita, sesuai kekhusyukan saat kita berdzikir.</p>
<p>Sufyan at-Tsauri pernah mengatakan,</p>
<p class="arab">لَيسَ لِلمَرءِ مِن صَلَاتِهِ إِلَّا مَا عَقل</p>
<p><em>Seseorang tidak mendapatkan pahala dari shalatnya selain apa yang dia pikirkan.</em> (al-Hilyah, Abu Nuaim, 7/61).</p>
<p>Untuk itu, sebisa mungkin ketika kita berdzikir, kita membacanya dengan serius, tidak terlalu cepat, hingga bunyinya tidak jelas. Membaca <strong>Allahu akbar</strong>, yang terbaca hanya <em>roabar…. roabar….</em> atau membaca <strong>alhamdulillah</strong>, yang terbaca hanya<em> mdla… mdla…</em> Saking cepetnya.</p>
<p>Sehingga bisa kita pastikan, membaca dengan gaya semacam ini tidak ada perenungannya.</p>
<p>Seharusnya kita membacanya lebih serius. Kita baca sesuai teksnya.</p>
<h2><strong>Solusi Bagi yang Terburu-buru</strong></h2>
<p>Bagi anda yang waktunya terbatas, ada solusi yang bisa anda lakukan,</p>
<p><strong>[1] berdzikir sambil berjalan atau beraktivitas lainnya.</strong></p>
<p>Bukan syarat dzikir dalam setelah shalat harus dilakukan sambil posisi duduk. Orang boleh berdzikir sambil berjalan, berkendara, memasak, bersih-bersih, nunggu toko, atau aktivitas lainnya.</p>
<p>Allah berfirman, memuji ulul albab (orang yang berakal),</p>
<p class="arab">الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ</p>
<p><em>Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, sambil duduk, dan ketika berbaring.</em> (QS. Ali Imran: 191)</p>
<p>Sehingga ketika selesai shalat, anda harus segera melakukan aktivitas yang lain, anda tetap bisa berdzikir seusai shalat, sambil melakukan aktivitas tersebut.</p>
<p><strong>[2] berdzikir dengan redaksi yang lebih pendek.</strong></p>
<p>Bila anda merasa kelamaan membaca dzikir tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, anda bisa membaca dengan jumlah yang lebih sedikit, yaitu masing-masing dibaca 11 kali atau 10 kali.</p>
<p>Keduanya berdasarkan riwayat yang shahih.</p>
<p>Untuk dzikir tasbih, tahmid, dan takbir yang dibaca 11 kali, mengacu pada hadis riwayat muslim, dari Abu Hurairah<em> radhiyallahu ‘anhu</em>, bahwa ada beberapa sahabat miskin yang mengadu kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p>“Ya Rasulullah, orang-orang kaya memborong derajat yang tinggi dan kenikmatan abadi..”</p>
<p><em>“Apa yang terjadi?”</em> tanya Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p>“Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, mereka bisa bersedekah, sementara kami tidak bisa, mereka bisa membebaskan budak, sementara kami tidak bisa…” jawab sahabat.</p>
<p><em>“Maukah kuajarkan kepada kalian amalan yang bisa mengejar orang yang mendahului amal kalian dan tidak ada orang yang lebih afdhal dibandingkan kalian, kecuali orang yang melakukan amalan sebagaimana yang kalian kerjakan?”</em> Tanya Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p>“Tentu ya Rasulullah…” jawab sahabat.</p>
<p>Lalu beliau bersabda,</p>
<p class="arab">تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ</p>
<p><em>Kalian baca tasbih, takbir, dan tahmid di setiap selesai shalat.</em></p>
<p class="arab">يَقُولُ سُهَيْلٌ إِحْدَى عَشْرَةَ إِحْدَى عَشْرَةَ فَجَمِيعُ ذَلِكَ كُلِّهُ ثَلاَثَةٌ وَثَلاَثُونَ</p>
<p><em>Suhail mengatakan, masing-masing 11 kali-11 kali, total seluruhnya 33 kali.</em> (HR. Muslim 1376).</p>
<p>Sementara untuk total 10 kali, mengacu kepada hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash <em>radhiyallahu ‘anhuma,</em> Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">خَلَّتَانِ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهِمَا، أَدْخَلَتَاهُ الْجَنَّةَ، وَهُمَا يَسِيرٌ، وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ</p>
<p>Ada 2 amalan, siapa yang menjaganya maka akan mengantarkannya ke dalam surga. Keduanya sangat mudah, meskipun orang yang mengamalkannya sedikit.</p>
<p>“Apa itu ya Rasulullah?” tanya para sahabat…</p>
<p>Lalu Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أَنْ تَحْمَدَ اللهَ وَتُكَبِّرَهُ وَتُسَبِّحَهُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ عَشْرًا، عَشْرًا</p>
<p><em>Engkau memuji Allah (membaca tahmid), takbir, dan tasbih di setiap selesai shalat wajib 10 kali-10 kali…</em> (HR. Ahmad 6498 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).</p>
<p>Semoga kita bisa istiqamah untuk selalu menjaga rutinitas berdzikir seusai shalat…</p>
<p>Demikian, <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 