
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Melimpahnya keberkahan dari sisi Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Mulk: 1)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (1)</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Melimpahnya keberkahan dari sisi Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Mulk: 1)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beberapa faedah dari ayat ini:</span></p>
<h2><b>Melimpahnya Keberkahan dari Sisi Allah</b></h2>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Tabaaroka </span></i><span style="font-weight: 400;">bermakna banyaknya keberkahan dan kebaikan dari sisi Allah, semakin bertambah pemberian-Nya dan nikmat tersebut terus tetap ada. Juga </span><i><span style="font-weight: 400;">tabaaroka </span></i><span style="font-weight: 400;">bermakna Maha Suci Allah (dari berbagai kekurangan) dan Maha Besar. Berkah sendiri diartikan dengan sesuatu yang bertambah dan terus tetap ada.</span><span style="font-weight: 400;">[1]</span></p>
<h2><b>Di Tangan-Nya Segala Kerajaan</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksud di tangan-Nya segala kerajaan yaitu seluruh kerajaan baik di dunia maupun di akhirat. Allah adalah pengatur seluruh makhluk sesuai dengan kehendak-Nya dan tidak ada yang dapat melawan ketetapan-Nya. Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia kerjakan. Karena Dia lah yang Maha Menundukkan, segala perbuatan-Nya dibangun di atas hikmah dan Dia Maha Adil.</span><span style="font-weight: 400;">[2]</span></p>
<h2><b>Allah Memiliki Tangan yang Layak bagi-Nya dan sesuai dengan Kemuliaan-Nya</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat ini menunjukkan bahwa Allah memiliki tangan sesuai dengan kemuliaan-Nya dan tidak serupa dengan makhluk. Adapun tangan Allah dalam Al Qur’an kadang disebut dengan menggunakan bentuk tunggal (</span><i><span style="font-weight: 400;">mufrod</span></i><span style="font-weight: 400;">), kadang dengan menyebutkan dua tangan dan kadang pula disebut dengan bentuk jama’.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun perlu diketahui bahwa Allah memiliki dua tangan berdasarkan dalil-dalil berikut ini:</span></p>
<p><b><i>Pertama</i></b><span style="font-weight: 400;">, ayat yang menjelaskan bahwa Allah mencela Iblis yang enggan sujud kepada Adam yang telah Dia ciptakan dengan kedua tangan-Nya. Allah berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="font-weight: 400;">قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ </span><span style="font-weight: 400;">بِيَدَيَّ</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan </span></i><i><span style="font-weight: 400;">kedua tangan-Ku</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (QS. Shaad: 38)</span></p>
<p><b><i>Kedua</i></b><span style="font-weight: 400;">, ayat yang menjelaskan perbuatan orang Yahudi yang selalu menghina Allah. Allah berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi </span></i><i><span style="font-weight: 400;">kedua  tangan Allah</span></i><i><span style="font-weight: 400;"> terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki.” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Al Ma-idah: 64)</span></p>
<p><b><i>Ketiga</i></b><span style="font-weight: 400;">, hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar yang menunjukkan bahwa Allah memiliki tangan kanan dan tangan kiri yang sesuai dengan kemuliaan-Nya. Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">يَطْوِى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ السَّمَوَاتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُهُنَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ ثُمَّ يَطْوِى الأَرَضِينَ بِشِمَالِهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Allah ‘azza wa jalla akan melipat langit pada hari kiamat nanti kemudian Dia akan memegang langit tersebut dengan tangan kanan-Nya. Allah pun berkata, “Aku adalah Raja. Manakah mereka yang sering bertindak lalim dan manakah orang-orang yang sombong?” Kemudian Allah melipat bumi dengan tangan kiri-Nya. Allah pun berkata, “Aku adalah Raja. Manakah mereka yang sering bertindak lalim dan manakah orang-orang yang sombong?”.” (HR. Muslim no. 2788)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa Allah memiliki dua tangan. Adapun ayat yang menyebutkan tangan Allah dengan bentuk tunggal (sebagaimana dalam surat Al Mulk ayat 1), maksudnya adalah untuk menunjukkan keumuman. Karena apabila kata tunggal disandarkan pada kata lain yang dalam bahasa arab diistilahkan dengan bentuk</span><i><span style="font-weight: 400;"> “mudhof – mudhof ilaih”</span></i><span style="font-weight: 400;">, maka akan menunjukkan makna umum. Sehingga apabila tangan dalam bentuk tunggal disandarkan pada Allah, maka itu juga menunjukkan makna umum. Dari sini menunjukkan bahwa tangan Allah tidak dibatasi satu saja.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun beberapa ayat kadang pula menyebut tangan Allah dengan bentuk jamak seperti firman Allah,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="font-weight: 400;">أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ </span><span style="font-weight: 400;">مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا</span><span style="font-weight: 400;"> أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan </span></i><i><span style="font-weight: 400;">tangan Kami sendiri</span></i><i><span style="font-weight: 400;">, lalu mereka menguasainya?</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Yaasin: 71). Bentuk jamak di sini dimaksudkan untuk pengagungan dan bukan menunjukkan bahwa tangan Allah itu banyak lebih dari dua. Semoga kita memahami hal ini.</span><span style="font-weight: 400;">[3]</span></p>
<h2><b>Tidak Ada yang Satu Pun Yang Dapat Menentang Kehendak-Nya</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Makna ayat “</span><i><span style="font-weight: 400;">Dia Maha Kuasa ata segala sesuatu</span></i><span style="font-weight: 400;">” adalah segala perbuatan yang Allah kehendaki, Dia Maha Mampu, tidak ada satupun yang dapat menghalangi perbuatan-Nya. Tidak ada ketidak mampuan atau kelemahan yang menghalangi Allah untuk berbuat. Allah memberi dan memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki. Dia pun menyiksa dan menterlantarkan siapa saja yang Dia kehendaki.</span><span style="font-weight: 400;">[4]</span></p>
<p> </p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/20185-faedah-surat-yasin-pelajaran-penting-dan-keutamaan-membaca-surat-yasin.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Faedah Surat Yasin: Pelajaran Penting dan Keutamaan Membaca Surat Yasin</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/1200-faedah-surat-qaaf-setiap-yang-terucap-akan-masuk-catatan-amal.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Faedah Surat Qaaf, Setiap Yang Terucap Akan Masuk Catatan Amal</strong></span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<p><b>Rujukan:</b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah</span></i><span style="font-weight: 400;">, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, 1424 H.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim</span></i><span style="font-weight: 400;">, Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al Qurosyi Al Dimasyqi, , Muhaqqiq: Saami bin Muhammad Salamah, Daar Thoybah, cetakan kedua, 1420 H.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Tafsir Juz Tabaarok</span></i><span style="font-weight: 400;">, Abu ‘Abdillah Musthofa bin Al ‘Adawiy, Maktabah Makkah, cetakan pertama, 1423 H.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Zaadul Maysir</span></i><span style="font-weight: 400;">, Ibnul Jauziy, Mawqi’ At Tafaasir, Asy Syamilah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">***</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Faedah yang ditorehkan menjelang waktu ‘Ashar, 4 Ramadhan 1430 H</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Panggang, Gunung Kidul</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Al Faqir Ilallah</span></i><span style="font-weight: 400;">: Muhammad Abduh Tuasikal</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Artikel https://rumaysho.com</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&gt;&gt; Hidup begitu nikmat dengan terus memahami Al Qur’an serta mengamalkannya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p> </p>
<p><strong>Footnote:       </strong><span style="font-weight: 400;">[1] </span><span style="font-weight: 400;">Periksa </span><i style="font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', 'Open Sans', Arial, sans-serif;"><span>Zaadul Maysir</span></i><span style="font-weight: 400;">,2/492 dan </span><i style="font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', 'Open Sans', Arial, sans-serif;"><span>Tafsir Juz Tabaarok</span></i><span style="font-weight: 400;">, 11</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[2]</span> <i><span style="font-weight: 400;">Tafsri Al Qur’an Al ‘Azhim</span></i><span style="font-weight: 400;">, 8/176</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[3] </span><span style="font-weight: 400;">Periksa </span><i><span style="font-weight: 400;">Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah</span></i><span style="font-weight: 400;">, hal. 184-192</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[4] </span><i><span style="font-weight: 400;">Tafsir Juz Tabaarok</span></i><span style="font-weight: 400;">, 13</span></p>
 