
<p>Berciuman dengan lawan jenis yang bukan mahram adalah perkara yang dilarang dalam agama. Renungkanlah hadits berikut. Dari Abdullah bin Mas’ud <em>radhiallahu’anhu</em> beliau mengatakan:</p>
<p style="text-align: center;">أنَّ رجلًا أصاب من امرأةٍ قُبلةً . فأتى النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فذكر ذلك له . قال فنزلت : أَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ الّليْلِ ، إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ [ 11 / هود / 114 ] . قال فقال الرجلُ : ألي هذه ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال ” لمن عمل بها من أمتي “</p>
<p>“Ada seorang lelaki mencium wanita (yang bukan mahramnya). Kemudian ia datang kepada Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>dan menceritakan perkara tersebut. Kemudian turunlah ayat (yang artinya): <em>“Dan dirikanlah shalat di kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat</em>” (QS. Hud: 114). Maka lelaki tersebut pun mengatakan: ‘apakah ayat ini khusus untukku wahai Rasulullah?’. Beliau bersabda: <em>untuk semua orang yang melakukan perbuatan tersebut dari umatku</em>” (HR. Muslim no. 2763).</p>
<p>Faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini diantaranya:</p>
<p>* Terlarangnya mencium lawan jenis yang bukan mahram, karena Allah sebut dengan السَّيِّئَاتِ (keburukan).<br>
* Fatalnya perbuatan mencium lawan jenis yang bukan mahram. Sampai-sampai turun ayat dari Allah <em>Ta’ala</em> yang mencela perbuatan tersebut.<br>
* Perbuatan-perbuatan baik dapat mengugurkan dosa-dosa<br>
* Sebagian dosa baru bisa gugur jika minta ampunan Allah kemudian diikuti dengan melakukan amalan-amalan shalih. Jadi tidak cukup istighfar saja.<br>
* Para sahabat Nabi pun terfitnah oleh wanita, maka bagaimana lagi dengan para lelaki lainnya?<br>
* Semangatnya para sahabat Nabi untuk bertaubat dari dosa.<br>
* Terlarangnya bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;">لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ</p>
<p>“<em>Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahramnya)”</em> (HR. Ar Ruyani dalam Musnad-nya, 2/227,dishahihkan Al Albani dalam <em>Silsilah Ash Shahihah,</em> 1/447).</p>
<p>Maka betapa mirisnya kita melihat banyak pemuda-pemudi sekarang banyak yang cipika-cipiki dan berciuman bahkan seakan dianggap biasa saja. <em>Allahul musta’an.</em></p>
<p>Artikel Muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 