
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #000000; font-size: 23pt;">Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar Rajihi</span></h2>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Apakah penduduk surga itu mengalami tidur? Dan apa makna dari firman Allah <em>Ta’ala</em>:</p>
<p class="arab" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">{خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا}</span></p>
<p>“<em>paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya</em>” (QS. Al Furqan: 24)</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Penduduk surga itu tidak tidur. Sebagaimana dalam hadits:</p>
<p class="arab" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">النوم أخو الموت</span></p>
<p>“<em>Tidur adalah saudaranya kematian</em>”</p>
<p>Sedangkan di surga tidak ada tidur dan tidak ada maut, juga tidak ada sakit, tua, resah dan gelisah, kesedihan, tidak ada buang air kecil, buang air besar, atau bau yang busuk. Wanita juga tidak ada haid, nifas, juga tidak ada dendam, kebencian, kedengkian. Mereka akan berdiri di qintharah setelah melewati shirath. Kemudian diberlakukan qishash di antara mereka. Kemudian dicabut rasa dendam dari dada-dada mereka sehingga mereka memasuki surga dalam keadaan suci murni. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p class="arab" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ</span></p>
<p>“<em>Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan</em>” (QS. Al HIjr: 47)</p>
<p>Adapun firman Allah:</p>
<p class="arab" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">{خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا}</span></p>
<p>“<em>paling indah tempat istirahatnya</em>” (QS. Al Furqan: 24)</p>
<p>Maksudnya, waktu istirahat bagi seorang hamba adalah di surga. Artinya, Allah <em>Ta’ala</em> menghisab seluruh makhluk di hari kiamat dan menyelesaikan semuanya sekadar waktu setengah hari, lalu kemudian penduduk surga melakukan <em>qailulah </em>(istirahat) di surga.</p>
<p class="arab" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">{أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا}</span></p>
<p>“<em>Penghuni-penghuni surga pada hari itu palig baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya</em>” (QS. Al Furqan: 24)</p>
<p>***</p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Munawwa’ah Syaikh Ar Rajihi</em> 2/42, Asy Syamilah</p>
<p>—</p>
<p>Penerjemah: Yulian Purnama</p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
 