
<p><span style="font-weight: 400;">I’tikaf adalah ibadah yang sangat dianjurkan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">tidak pernah absen ber-i’tikaf di bulan Ramadhan sejak disyariatkan i’tikaf sampai akhir hayatnya. Dan ibadah i’tikaf itu dilakukan di masjid. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di tengah wabah virus corona sekarang ini, banyak masjid-masjid ditutup dan masyarakat diimbau untuk beribadah di rumah. Lalu bagaimana dengan pelaksanaan i’tikaf di masa wabah seperti ini? Kita simak fatwa para ulama kontemporer berikut ini. </span></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Fatwa Asy Syaikh Dr. Sa’ad bin Turki Al Khatslan</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">hafizhahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">mengatakan:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">I’tikaf tidak syariatkan kecuali di masjid. Dan ini adalah pendapat madzhab Maliki, Syafi’i dan Hambali. Madzhab Hanafi membolehkan bagi wanita untuk i’tikaf di mushalla al bait (tempat shalat di rumah). Namun ini pendapat yang lemah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang rajih, i’tikaf bagi laki-laki ataupun wanita tidak disyariatkan kecuali di masjid. Inilah yang diamalkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, para sahabat, tabi’in serta tabi’ut tabi’in.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun terkait kondisi sekarang ini (wabah corona), maka orang yang sudah terbiasa i’tikaf di tahun-tahun sebelumnya, maka ia tetap mendapatkan pahala i’tikaf secara sempurna, seakan-akan dia melakukan i’tikaf di tahun ini. Berdasarkan sabda Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إذَا مَرِضَ العَبْدُ، أوْ سَافَرَ، كُتِبَ له مِثْلُ ما كانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Jika seorang ahli ibadah jatuh sakit atau safar, ia tetap diberi pahala ibadah sebagaimana ketika ia sehat atau sebagaimana ketika ia tidak dalam safar”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Bukhari no. 2996).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun bagi orang yang tidak terbiasa i’tikaf di tahun-tahun sebelumnya, maka kita katakan, amalan kebaikan itu banyak. Karena amalan kebaikan (di 10 hari terakhir Ramadhan) itu bisa berupa i’tikaf, dan bisa juga berupa amalan selain i’tikaf yang dilakukan di rumah. Seperti, bertasbih, bertahlil dan membaca dzikir-dzikir yang lain. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan i’tikaf itu adalah ibadah, dan ibadah itu </span><i><span style="font-weight: 400;">tauqifiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> (harus berdasarkan dalil). Dan ibadah i’tikaf ini disebutkan dalam dalil-dalil hanya bisa dilakukan di masjid saja. Dan tidak disyariatkan dilakukan di selain masjid”.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber:</span></p>
<p><a href="https://www.youtube.com/watch?v=mC-jsp5NvHA"><span style="font-weight: 400;">https://www.youtube.com/watch?v=mC-jsp5NvHA</span></a></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/40287-benarkah-malam-ke-27-adalah-malam-lailatul-qadar.html" data-darkreader-inline-color="">Benarkah Malam ke-27 adalah Malam Lailatul Qadar?</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Fatwa Asy Syaikh Dr. Utsman bin Muhammad Al Khamis</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau ditanya: </span><i><span style="font-weight: 400;">“apakah sah i’tikaf di rumah? Khususnya untuk kondisi sekarang ini (wabah corona). Apakah harus mengkhususkan suatu tempat tertentu di rumah jika memang dibolehkan?”. </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau menjawab:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak sah i’tikaf di rumah. I’tikaf itu di masjid. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“… ketika engkau sedang i’tikaf di masjid”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Baqarah: 187).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun jika seseorang sudah terbiasa i’tikaf, maka ia tetap akan mendapatkan pahala. Jika ia sudah berencana untuk i’tikaf, lalu ternyata terjadi wabah seperti sekarang ini (sehingga tidak bisa i’tikaf). Maka ia tetap mendapatkan pahala i’tikaf. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Agama itu mudah, dan rahmat Allah itu luas. Ini perkara yang gamblang. Allah ta’ala berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Baqarah: 261).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah ta’ala melipat-gandakan ganjaran. Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَن هَمَّ بحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْها، كُتِبَتْ له حَسَنَةً، ومَن هَمَّ بحَسَنَةٍ فَعَمِلَها، كُتِبَتْ له عَشْرًا إلى سَبْعِ مِئَةِ ضِعْفٍ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa siapa yang berniat melakukan satu kebaikan namun tidak jadi ia amalkan, maka ditulis baginya satu kebaikan. Namun siapa yang berniat melakukan satu kebaikan lalu diamalkan, ditulis baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipat”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Muslim no. 130).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah itu Maha Pemurah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber: </span><a href="https://www.youtube.com/watch?v=BJPOORtTB-o"><span style="font-weight: 400;">https://www.youtube.com/watch?v=BJPOORtTB-o</span></a></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/30518-itikaf-di-masjid-bukan-syarat-mendapatkan-lailatul-qadar.html" data-darkreader-inline-color="">I’tikaf di Masjid Bukan Syarat Mendapatkan Lailatul Qadar</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Fatwa Asy Syaikh Dr. Sulaiman bin Salimullah Ar Ruhaili</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الاعتكاف للرجال يكون في المساجد بالاتفاق وكذلك للنساء عند جمهور الفقهاء وهو الراجح فلا اعتكاف للرجال ولا للنساء إلا في المساجد فقد قيد الاعتكاف في النصوص بالمساجد والعبادات مبنية على التوقيف وعليه فلا يشرع هذا العام الاعتكاف في البيوت من أجل إغلاق المساجد وتكفي النية الصالحة</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“I’tikaf bagi laki-laki tempatnya di masjid berdasarkan kesepakatan ulama. Demikian juga wanita, pendapat jumhur </span><i><span style="font-weight: 400;">fuqaha</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan ini pendapat yang rajih, bahwa tempatnya di masjid. Maka tidak boleh bagi laki-laki atau wanita ber-i’tikaf kecuali di masjid. I’tikaf dalam nash-nash dalil dikaitkan dengan masjid. Dan ibadah itu </span><i><span style="font-weight: 400;">tauqifiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> (harus berdasarkan dalil). Maka tidak disyariatkan di tahun ini untuk i’tikaf di rumah karena ditutupnya masjid-masjid. Cukupkah seseorang punya niat yang tulus (untuk i’tikaf)”. (Sumber: </span><a href="https://twitter.com/solyman24/status/1256694658106884096"><span style="font-weight: 400;">https://twitter.com/solyman24/status/1256694658106884096</span></a><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau juga mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أحذر المؤمنين من الفتاوى والدعوات الداعية إلى الاعتكاف في المساجد في هذه الجائحة مخالفة لأمر ولي الأمر بترك هذا فلا تفعل سنة بمعصية ، كما أحذر من الفتاوى والدعوات الداعية إلى الاعتكاف في البيوت مخالفة للأدلة برأي محض ضعيف في أصل العبادة</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saya memperingatkan kaum Mukminin terhadap fatwa-fatwa dan terhadap para da’i yang memfatwakan untuk tetap i’tikaf di masjid dalam kondisi sekarang ini. Yang ini bertentangan dengan perintah ulil amri untuk meninggalkan i’tikaf di masjid (karena wabah). Tidak boleh melakukan ibadah yang sunnah dengan bermaksiat. Dan aku juga memperingatkan kaum Mukminin terhadap fatwa-fatwa dan terhadap para da’i yang memfatwakan bolehnya i’tikaf di rumah dengan sekedar opini semata. Yang ini bertentangan dengan dalil-dalil tentang hukum asal ibadah” (Sumber: </span><a href="https://twitter.com/solyman24/status/1259229549260410884"><span style="font-weight: 400;">https://twitter.com/solyman24/status/1259229549260410884</span></a><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/28232-carilah-keutamaan-malam-lailatul-qadar.html" data-darkreader-inline-color="">Carilah Keutamaan Malam Lailatul Qadar</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/22192-lailatul-qadar-terkadang-bisa-dilihat-dan-dirasakan.html" data-darkreader-inline-color="">Lailatul Qadar Terkadang Bisa Dilihat dan Dirasakan</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga bermanfaat.</span></p>
<p><strong>Penerjemah: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 