
<p><span style="font-size: 18pt;"><strong>Pertanyaan:</strong></span></p>
<p>Kita sudah mengetahui ada bacaan yang dibaca setelah surat al-Fatihah, yaitu bacaan “<em>āmīn</em>”. Yang dibaca setelah bacaan <em>“walādh-dhāllīn”</em>. Apakah bacaan ini bagian dari ayat ataukah hanya <em>sunnah</em> saja untuk dibaca?</p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><strong>Syekh Abdul Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em> menjawab:</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قول (آمين) بعد الفاتحة ليست من آيات الفاتحة وإنما هي دعاء بمعنى: استجب يا ربنا، فهي سنة وليست واجبة، سنة بعد الفاتحة، يقولها القارئ في الصلاة وغيرها، يقول آمين إذا قرأ الفاتحة، يقولها الإمام، يقولها المأموم، يقولها المنفرد، في الصلاة وخارجها. آمين، هذه السنة، ليست واجبة ولكنها مستحبة، وهي دعاء وليست آية من الفاتحة ولا من غيرها، وإنما هي دعاء. نعم</span></p>
<p>“Perkataan “<em>āmīn</em>” setelah Al-Fatihah ini bukan termasuk ayat surat Al-Fatihah. Ia adalah doa yang maknanya, <em>“Ya Allah kabulkanlah”</em>. Hukumnya <em>sunnah</em>, tidak wajib. Di<em>sunnah</em>kan membacanya setelah membaca Al-Fatihah di dalam salat ataupun <span style="text-decoration: underline;">di luar salat</span>. Di<em>sunnah</em>kan membaca “<em>āmīn</em>” ketika imam membacanya, maka makmum membacanya. Demikian juga orang yang salat sendirian. Di dalam salat maupun di luar salat, ucapkanlah “<em>āmīn</em>“. Hukumnya <em>mustahab</em> (dianjurkan), tidak wajib. Dan ucapan ini adalah doa, bukan bagian dari surat Al-Fatihah ataupun surat yang lain. Namun ia adalah doa. Demikian”.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/59146-membaca-al-fatihah-di-awal-dan-akhir-doa.html" data-darkreader-inline-color="">Membaca Al-Fatihah di Awal dan Akhir Doa</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/32347-khasiat-rahasia-surat-al-fatihah.html" data-darkreader-inline-color="">Khasiat Rahasia Surat Al-Fatihah</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>(<em>Fatawa Nurun ‘alad Darbi li Samahatis Syaikh Ibni Baz</em>, hal. 923)</strong></p>
<p><strong>Penerjemah:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color=""> Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color=""> Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 