
<p align="center"><span style="color: #0000ff;"><strong>Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin <i>rahimahullah</i></strong></span></p>
<p> </p>
<p><span style="color: #ff0000;"><b>Soal</b></span>:</p>
<p>Bagaimana kita mengkompromikan antara keyakinan bahwa Nabi Muhammad <i>-shallallahu ‘alaihi wa sallam-</i> adalah penutup para nabi dan Nabi Isa yang akan muncul di akhir zaman?</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><b>Jawab</b></span>:</p>
<p>Isa <i>‘alaihis salam</i> tidak datang membawa syari’at baru (di akhir zaman). Isa telah diutus sebelum Nabi kita Muhammad <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>. Ketika datang, Isa cuma jadi penyempurna risalah Rasul <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> dan itu dengan izin Rasul kita sendiri dan persetujuannya. Karena Rasul <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> telah mengabarkan bahwa Isa tidaklah menerima ajaran kecuali Islam, ia akan menghapus jizyah, membunuh babi, menghancurkan salib, dan semua itu termasuk syari’at Rasul kita <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>.</p>
[Tanya Jawab dengan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam kitab Syarh ‘Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, terbitan Maktabah Ash Shofaa, hal. 28]
<p> </p>
<p>* Syaikh Muhammad Sholih Al ‘Utsaimin adalah ulama besar Kerajaan Saudi Arabia di masa silam. Beliau berasal dari ‘Unaizah, Qasim. Beliau terkenal sebagai seorang yang fakih. Beliau meninggal dunia tahun 1421 H.</p>
<p>** Hadits yang menerangkan hal di atas:</p>
<p>Dari Abu Hurairah, Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p dir="RTL" align="center">وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ</p>
<p>“<i>Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sungguh semakin dekat Isa bin Maryam akan turun sebagai hakim yang adil, ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah dan harta semakin banyak dan semakin berkah sampai seseorang tidak ada yang menerima harta itu lagi (sebagai sedekah, pen)</i>” (HR. Bukhari no. 2222 dan Muslim no. 155).</p>
<p> </p>
<p>—</p>
<p>@ <a href="http://darushsholihin.com/">Pesantren Darush Sholihin</a>, Panggang-GK, Senin, 29 Rabi’ul Akhir 1434 H</p>
<p>Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel <a href="https://muslim.or.id/">Muslim.Or.Id</a></p>
 