
<p>Oleh Wim Permana*</p>
<p><strong>Prolog</strong></p>
<p>Bila Anda membaca Rubrik <em>App Jam</em> di Majalah Pengusaha Muslim edisi 25, Anda tentunya tahu cerita fiktif  tentang seorang juragan kaya yang ingin membuka sebuah gerai resmi merk  Nike, Adidas, dan Puma di Bandung Jawa Barat itu bukan? Di kisah  tersebut, saya mensimulasikan cara Anda untuk menjawab pertanyaan dari  sang juragan dengan menggunakan <em>Google Trends</em>. Nah Kali ini, saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan yang sama, tapi dengan <em>tool</em> yang berbeda, <em>Google Insight</em>. Bagaimana caranya? <em>InsyaAllah</em> Anda akan menemukannya bila Anda bersedia melahap artikel satu ini  sampai habis. Amin. Dan ada bonusnya lho…. Baiklah, kita mulai dulu  dari apa itu <em>Google Insight</em>?</p>
<p><strong>Apa itu <em>Google Insight</em>?</strong></p>
<p><em>So, what is this?</em> Dari segi fungsi, <em>tool</em> besutan Google ini sejatinya masih memiliki kemiripan atau bahkan kesamaan dengan <em>tool</em> sebelumnya yang sudah kita bahas, yakni <em>Google Trends</em>. Hanya saja <em>Google Insight</em> – dengan slogan kerennya “<em>see what the world is searching for</em>” – datang dengan fitur yang lebih banyak sehingga dapat memberikan kita informasi atau ‘<em>insight</em>‘ yang lebih mendalam terhadap <em>keyword</em> tertentu yang hendak kita teliti. Google mem-persenjatai <em>Insight</em> dengan dua fitur yang tidak ada di <em>Trends</em>, yakni <em>Heat Maps </em>dan Kategori.</p>
<p><strong><em>Heat Maps</em></strong></p>
<p>Anda mungkin kembali bertanya, “Apa sih <em>Heat Maps</em> itu? Apakah itu semacam setrika? Pakai kata Heat segala.” Hehehe, <em>Heat Maps</em> tentu saja bukan merk setrika seperti Philips, Maspion, Miyako atau Kirin. <em>Heat Maps</em> adalah semacam peta visualisasi kepadatan atau volume pencarian keyword  tertentu bila dilihat dari cakupan geografisnya. Dengan fitur ini, kita  bisa melihat perbedaan volume pencarian suatu keyword melalui perbedaan  atau level gradasi warna yang disediakan. Google sendiri biasanya  cenderung menggunakan warna dasar biru, merah, jingga, dan hijau beserta  beberapa level gradasinya untuk membuat visualisasi jenis ini.</p>
<p><strong>Kategori</strong></p>
<p>Anda mungkin sudah tahu tentang “kategori”, tapi saya mengasumsikan Anda sepertinya belum tahu benar perihal fitur yang ada di <em>Insight</em> tapi tidak tersedia di <em>Google Trends</em> ini. <em>Well</em>,  sepertinya fitur ini adalah sesuatu yang remeh padahal fungsinya   sangat penting sekali. Dengan bantuan fitur kategori, seorang pengguna  bisa melacak aktivitas volume <em>keyword</em> tertentu berdasarkan kategorisasi yang sudah didefinisikan oleh Google sendiri.</p>
<p>Misalnya begini, ketika kita mengetikkan kata kunci (baca: keyword) “<em>Apple</em>” di <em>Google Insight</em>,  awalnya kita akan disuguhkan volume kata kunci ini secara umum. Dengan  kata lain, Google menyuguhkan Anda hasil pencarian kata kunci “<em>Apple</em>” dari semua kategori seperti Computer &amp; Electronic (<em>Apple</em> sebagai nama perusahaan teknologi yang dibesarkan oleh Steve Jobs dan Steve Woz), <em>Food</em> &amp; <em>Drink</em> (Apple sebagai nama buah yang biasa kita makan atau minum sebegai jus), atau yang lainnya.</p>
<p>Nah, dengan fitur kategori, kita selaku pengguna bisa langsung mendefinisikan keyword “<em>Apple</em>” tersebut. Apakah <em>Apple</em> yang dimaksud ini masuk dalam ketagori Computer &amp; Electronic ataukah kategori lainnya. <em>iPhone</em>, <em>iPad, iPod, Macbook</em>,  Steve Jobs, atau iOS sepertinya adalah sesuatu yang hendak Anda cari  bila Anda memang memilih kategori Computer &amp; Electronic. Tapi pie  apel, jus apel, panen apel, atau cara menanam apel adalah hasil-hasil  pencarian yang mungkin lebih Anda kehendaki bila Anda memang bergerak di  dunia agroindustri. Sederhana bukan?</p>
<p><strong><em>Google Insight </em></strong><strong>untuk menjawab pertanyaan Sang Juragan</strong></p>
<p>Sekarang, setelah sedikit pengantar dan sekilas info tentang <em>Heat Maps</em> dan Kategori di atas, saya pikir inilah saatnya untuk memandu Anda menjawab pertanyaan sang juragan dengan bantuan <em>Google Insight</em>. Caranya sebenarnya mudah sekali. Seperti yang sudah Anda lakukan di <em>Google Trends</em>,  Anda hanya cukup mengetikkan keyword berikut “Nike, Adidas, Puma”  kemudian tekan tombol “enter”. Kalau semuanya berjalan dengan lancar –  koneksi internet Anda tidak terganggu dan server Google sedang tidak  terkena badai katrina – maka Google akan menampilkan sebuah halaman  berisi rupa-rupa data terkait tiga keyword tersebut seperti visualisasi  perbandingan volume pencarian dengan grafik, beberapa berita terkait  yang mengacu ke <em>Google News, heat Maps</em> untuk aktivitas ketiga  keyword ini, informasi minat kawasan yang bisa memberikan kita wawasan  singkat tentang negara mana yang menjadi penyumbang terbanyak untuk  pencarian menggunakan ketiga kata ini, frasa pencarian yang sedang  melejit plus <em>query</em> yang sering digunakan bersama dengan ketiga kata kunci ini. Banyak bukan?</p>
<p>Baiklah, itu tadi hasil yang diberikan oleh <em>Google Insight</em> untuk pencarian terhadap ketiga kata kunci kita; Nike, Adidas, Puma  dari seluruh dunia. Nah, berhubung yang kita inginkan adalah Indonesia  maka yang perlu kita lakukan adalah mengubah pilihan <em>drop down</em> menu “<strong>seluruh dunia</strong>” menjadi “<strong>Indonesia</strong>”  di panel filter tepat di sebelah kanan bagian atas halaman hasil  pencarian. Setelah Anda melakukan ini, kliklah tombol “penelusuran” yang  ada di sebelah kanan drop down menu “semua kategori”. Dan itulah  hasilnya. Mudah sekali bukan? Memang mudah, tapi untuk hasil yang  maksimal, masih ada beberapa ‘<em>insight</em>‘ spesial dari saya di bawah yang sebaiknya Anda baca dan pahami.</p>
<p><strong>Memaksimalkan hasil pencarian <em>Google Insight</em></strong></p>
<p>Untuk  memaksimalkan jawaban yang dibutuhkan oleh sang juragan, ada baiknya  bila kita bermain-main dengan filter yang sudah disediakan oleh <em>Google Insight</em> sendiri. Setelah mengganti “<strong>Seluruh dunia</strong>” dengan “<strong>Indonesia</strong>“, langkah berikutnya adalah mengganti rentang waktu “2004 – sekarang” dengan “<em>Last 12 Months</em>”  atau “2011” saja. Hal ini dimaksudkan untuk mempersempit hasil  pencarian sekaligus memfilter ketimpangan antara pencarian yang masuk  dari pulau jawa vs luar pulau jawa di luar rentang waktu itu. Ingatlah,  di tahun 2004, ketimpangan penetrasi pengguna internet yang terjadi  antara Jawa vs Luar Jawa tentunya lebih besar ketimbang setahun  terakhir. Di tahun itu, pengguna internet di Jawa tentulah lebih banyak  dan lebih akrab dengan Google. Tapi saat ini, sejak ponsel 4M (Modern,  Murah, Meriah, Mencret) melejit, saya rasa ketimpangan itu  berangsur-angsur akan berkurang, sehingga kita lebih mungkin mendapatkan  hasil yang lebih relevan.</p>
<p>Kemudian untuk kategori, saya justru  menyarankan Anda untuk tidak memilih satu kategori khusus seperti  “Belanja”, “Seni &amp; Hiburan”, “Olahraga”, dan lainnya. Alasannya  adalah karena kata-kata kunci yang sedang kita bahas ini tidak terlalu  umum seperti “Apple” atau “Orange”. Kalaulah ada “pengganggu” atau  distorsi, maka itu kemungkinan besar akan terjadi dengan kata kunci  “Nike” yang mungkin sekali terdistorsi dengan “Nike Ardilla”, salah satu  penyanyi Indonesia yang sudah meninggal dan sangat terkenal di tahun  1990an. Apakah kata “Nike Ardilla” berpengaruh besar terhadap volume  pencarian “Nike”? Saya kira tidak. Kecuali kalau Nike Ardilla masih  hidup sampai saat ini dan eksis menggeluti profesi lamanya, yakni  sebagai penyanyi.</p>
<p><strong>Isi toko sang juragan</strong></p>
<p>Nah, inilah salah satu kelebihan <em>Google Insight</em>. Dengan bantuan <em>tool</em> gratisan ini, kita juga bisa mengetahui secara lebih spesifik frasa  pencarian apa yang paling banyak berhubungan dengan kata kunci kita;  Nike, Adidas, Puma. Dari hasil penelusuran, ternyata kita mendapati  bahwa untuk saat ini, umumnya pengguna di Google sedang banyak mencari  info tentang “sepatu nike”, “bola nike”, “futsal nike”, “mercurial”,  “sepatu futsal nike”, “nike mercurial”, dan seterusnya. Kalau sudah  begini, saya rasa kita tidak hanya bisa menentukan DI KOTA MANA sang  juragan bisa mendirikan gerai resmi ketiga produsen apparel top dunia  ini, tapi kita juga bisa menerawang tentang BARANG-BARANG atau  PRODUK-PRODUK (dan inilah bonus yang saya maksud di atas tadi) apa yang  seharusnya kita sediakan dalam jumlah yang cukup di toko itu nanti.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p><em>So this is it. Wow</em>! Saya rasa <em>Google Insight </em>ini  benar-benar layak diberi cap 4M (Modern, Murah, Meriah, Mencret)!  Angkat topi deh untuk para insinyur Google atas hasil karyanya. <em>Subhanallah</em>, mudah-mudahan ada insinyur muslim Indonesia yang bisa menyediakan layanan dengan cap 4M! <em>Amin</em>. <em>Someday … someone … somebody .. somewhere .. here .. in this country</em>. Indonesia.</p>
<p><em>* Penulis adalah Sarjana Ilmu Komputer dari Universitas Gadjah Mada. Salah satu cita-citanya adalah ingin masuk surga dengan bantuan teknologi informasi.</em></p>
<p><strong>Sumber: <a href="http://majalah.pengusahamuslim.com/">Majalah Pengusaha Muslim</a></strong></p>
 