
<h2><strong>Pahlawan Tanpa Tanda Jasa</strong></h2>
<p><strong>Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Saya awali cerita dulu ya,</p>
<p>Kejadian sekitar tahun 2004. Ketika itu saya naik bis, jurusan Ngawi – Bojonegoro. Di depan saya ada beberapa lelaki berbadan atletis. Seingat saya sekitar 3 orang. Anehnya, ketika kondektur menarik karcis, ketiga orang ini gak ada yang bayar. Kondektur hanya bisa main kerlingan mata dengan kawannya. Saya merasa penasaran, saya perhatikan siapa 3 orang ini. Ternyata mereka anggota TNI.</p>
<p>Dia mendapat fasilitas duduk, padahal ada penumpang lain yang bayar, hanya berdiri. Saya anggap, ini oknum.</p>
<p>Di bus, Jogja – Surabaya, saya sering melihat pengumuman, anggota TNI/Polri tetap wajib bayar dan mendapat diskon 30% jika memakai seragam dinas…</p>
<p>Saya tidak tahu, apa alasan pemilik PO menempelkan stiker pengumuman semacam ini…</p>
<p>Waktu di bandara, anggota bisa masuk hanya untuk menjemput kawannya, sampai ke tempat akhir penumpang turun, sekalipun dia tidak sedang bertugas mengamankan bandara.</p>
<p>Di beberapa tempat layanan umum, mereka didahulukan, sementara masyarakat lainnya harus tetap mengantri…</p>
<p><em>Subhanallah</em>… saya berfikir, apa jasa mereka bagi masyarakat, sehingga mereka begitu dihormati dan dihargai.</p>
<p>Kalaupun mereka memberikan layanan ke masyarakat, itu bagian dari tuntutan profesi mereka sebagai anggota. Dan mereka digaji negara dengan profesi itu…</p>
<p>Sisi lain dari kehidupan…</p>
<p>Sekitar setahun yang lalu, saya mendengar kabar guru TPA saya dikeluarkan dari tempat dia mengajar… Orangnya sudah cukup berumur, usia beliau kurang lebih 50 th.</p>
<p>Dulu waktu usia TK hingga SD kelas 2, saya ngaji di musolah dekat rumah. Kami pake turutan. Metode belajar al-Quran klasik yang tidak mengajarkan teori panjang pendek bacaan. Singkat cerita, hingga juz Amma, bacaan al-Quran saya blepotan… gak tahu panjang, gak tahu pendek…</p>
<p>Hingga dibukalah program TPA di kampung saya. Saya ikut dan ketika itu, saya kelas 3 MI (SD). Di situlah saya belajar dg panduan Iqra’. Saya mengenal panjang-pendeknya bacaan, latihan mengucapkan <em>makhraj</em> huruf, dan hukum-hukum <em>tajwid</em>  yang lain. Di sinilah, saya mulai belajar membaca al-Quran dengan benar…</p>
<p>Saya sangat yakin, waktu itu guru-guru saya mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Karena SPP bulanan saya pada itu hanya sekitar Rp 300;. Diantara mereka ada yang petani, penjahit, tukang becak. Saya layak merasa sedih ketika ada diantara mereka yang harus dikeluarkan dari lembaga pendidikan itu. Terlepas dari semua latar belakangnya…</p>
<p><em>Subhanallah</em>… mereka yang berjasa, namun tidak pernah mendapat penghargaan dari siapapun…</p>
<p>Guru TPA, guru TK, guru SD, mengajarkan  putra-putri kita bagaimana menjadi manusia yang beradab, tapi di masyarakat, mereka dianggap manusia sampingan…</p>
<p>Intinya, di negara kita ada 2 manusia ekstrim…</p>
<p>Mereka yang dihormati, namun tanpa jasa…</p>
<p>Mereka yang berjasa, namun tanpa penghormatan…</p>
<p>Berbahagialah anda wahai para guru…,</p>
<p>Para pahlawanku tanpa tanda jasa…</p>
<p>Anda tidak pernah muncul di TV…  Rodja maupun yufid, apalagi wesal…</p>
<p>Jasa anda tidak direkam media…</p>
<p>Barangkali anda salah satu ahli surga yang doanya mustajab…</p>
<p>Dari Haritsah bin Wahb al-Khuza’i <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُتَكَبِّرٍ</p>
<p>Aku sampaikan kepada kalian tentang penduduk surga, merekalah orang lemah, dianggap lemah, andai mereka bersumpah atas nama Allah untuk menyabut sesuatu, tentu Allah akan mengabulkannya.</p>
<p>Dan aku sampaikan kepada kalian penduduk neraka. Merekalah orang yang keras, rakus, dan sombong. (HR. Bukhari 4918, Turmudzi 2809 dan yang lainnya)</p>
<p>Dalam hadis lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p class="arab">رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ</p>
<p><em>Betapa banyak orang yang penampilannya acak-acakan, ditolak setiap kali minta izin, tapi jika orang ini bersumpah atas nama Allah untuk menyebut sesuatu, Allah akan mengabulkannya</em>. (HR. Muslim 6848)</p>
<p>Mereka tidak diperhatikan penduduk bumi… tapi mereka dibela penghuni langit…</p>
<p>Kita berutang jasa kepada mereka…</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 