
<p>Sebelumnya telah Rumaysho.Com ulas mengenai <a href="https://rumaysho.com/hukum-islam/umum/anjuran-dan-hukum-tahnik-3598" target="_blank" title="Anjuran dan Hukum Tahnik">anjuran dan hukum tahnik</a>. Namun apakah benar tahnik mesti dilakukan oleh orang sholih?</p>
<p>  <!--more-->  </p>
<p>Demikianlah pendapat sebagian ulama seperti Imam Nawawi bahwa tahnik dianjurkan dilakukan oleh orang sholih. Beliau <em>rahimahullah </em>berkata, “Disunnahkan yang melakukan tahnik adalah orang sholih dan yang diambil berkah baik laki-laki maupun perempuan. Jika tidak ada ketika lahir, maka bayi tersebut dibawa ke orang sholih tadi.”<a href="#_ftn1" title="">[1]</a> Apa yang dikatakan oleh beliau ini dapat ditemukan dalam beberapa hadits yang menjelaskan masalah tahnik yang nanti akan penulis sebutkan.</p>
<p>Namun pendapat di atas tidaklah tepat. Karena menganggap orang sholih yang masih hidup tersebut bisa mendatangkan berkah dengan kunyahannnya, itu butuh dalil. Karena ngalap berkah seperti ini dengan keyakinan bisa berpindah zat, itu hanya ada pada Rasul –<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>-, tidak pada kyai, ustadz, atau orang sholih lainnya. Berkah itu sekali lagi dari Allah, sehingga menyatakan sesuatu bisa membawa berkah mesti dengan dalil.</p>
<p>Syaikh Sulaiman bin ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdul Wahhab berkata bahwa ngalap berkah yang dilakukan pada orang sholih seperti di atas mengandung beberapa kekeliruan:</p>
<p>1- Keutamaan Rasul –<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>– tidaklah sama atau serupa sehingga tidak bisa disamakan dalam ngalap berkah.</p>
<p>2- Sulit menentukan seseorang itu sholih ataukah bukan karena masalah kesholihan itu kembali pada baiknya hati. Sedangkan menilik hati tidak mungkin diketahui kecuali dengan dalil.</p>
<p>3- Jika kita menilai kesholihan seseorang, maka belum tentu dia itu aman dari akhir hidup yang jelek. Jika demikian, maka sulit dipastikan ia pantas diambil berkah.</p>
<p>4- Melakukan seperti itu malah mengundang takjub pada diri seseorang.<a href="#_ftn2" title="">[2]</a></p>
<p>Sunnah tahnik masih tetap ada, namun dilakukan tidak mesti pada orang sholih, boleh dilakukan oleh orang tuanya si bayi sendiri dan diberikan pada anaknya. <em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p>Serial Hadiah di Hari Lahir Sebelumnya:</p>
<p>Serial 1- <a href="belajar-islam/keluarga/2964-hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi.html" target="_blank" title="Melakukan Tahnik">Melakukan Tahnik</a></p>
<p>Serial 2- <a href="belajar-islam/keluarga/3016-hadiah-di-hari-lahir-2-nama-terbaik-untuk-si-buah-hati.html" target="_blank" title="Nama Terbaik untuk Si Buah Hati">Nama Terbaik untuk Si Buah Hati</a></p>
<p>Serial 3- <a href="belajar-islam/keluarga/3037-hadiah-di-hari-lahir-3-nama-nama-yang-terlarang-untuk-si-buah-hati.html" target="_blank" title="Nama Terlarang untuk Si Buah Hati">Nama Terlarang untuk Si Buah Hati</a></p>
<p>Serial 4- <a href="belajar-islam/keluarga/3040-hadiah-di-hari-lahir-4-menggundul-rambut-kepala-bayi-pada-hari-ketujuh.html" target="_blank" title="Menggundul Rambut Kepala Bayi">Menggundul Rambut Kepala Bayi pada Hari Ketujuh</a></p>
<p>Serial 5- <a href="belajar-islam/keluarga/3077-hadiah-di-hari-lahir-5-sunnah-aqiqah-bagi-si-buah-hati.html" target="_blank" title="Sunnah Aqiqah">Sunnah Aqiqah bagi Si Buah Hati</a></p>
<p>Serial 6- <a href="belajar-islam/keluarga/3088-hadiah-di-hari-lahir-6-jumlah-dan-jenis-hewan-aqiqah.html" target="_blank" title="Jumlah dan Jenis Hewan Aqiqah">Jumlah dan Jenis Hewan Aqiqah</a></p>
<p>Serial 7- <a href="belajar-islam/keluarga/3090--hadiah-di-hari-lahir-7-waktu-pelaksanaan-aqiqah.html" target="_blank" title="Waktu Pelaksanaan Aqiqah">Waktu Pelaksanaan Aqiqah</a></p>
<p>Serial 8- <a href="https://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/hadiah-di-hari-lahir-8-menggundul-rambut-kepala-bayi-perempuan-2238" target="_blank" title="Menggundul Rambut Kepala Bayi Perempuan">Menggundul Rambut Kepala Bayi Perempuan</a></p>
<p>Serial 9- <a href="https://rumaysho.com/hukum-islam/umum/anjuran-dan-hukum-tahnik-3598" target="_blank" title="Anjuran dan Hukum Tahnik">Anjuran dan Hukum Tahnik</a></p>
<p>Semoga bermanfaat, masih berlanjut pada satu lagi pembahasan tahnik. Insya Allah.</p>
<p>—</p>
<p>30 Syawal 1434 H @ <a href="http://darushsholihin.com/">Pesantren Darush Sholihin</a>, Warak, Girisekar, Panggang-Gunungkidul</p>
<p>Artikel <a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p> </p>
<p align="center">Silakan follow status kami via Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom">@RumayshoCom</a>, <a href="http://www.facebook.com/muhammad.tuasikal">FB Muhammad Abduh Tuasikal</a> dan <a href="http://www.facebook.com/rumaysho">FB Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat</a></p>
<p align="center">Kunjungi tiga web kami lainnya: (1) <a href="http://darushsholihin.com/">Pesantren DarushSholihin</a>, (2) <a href="http://ruwaifi.com/">Bisnis Pesantren di Ruwaifi.Com</a>, (3) <a href="http://polymerblog.com/">Belajar tentang Plastik</a></p>
<p align="center">Ingin berkurban lewat Pesantren Darush Sholihin mulai dari Rp.1.300.000,-: <a href="http://ruwaifi.com/kurban-gunungkidul-sekitarnya-1434-h/">Kurban Gunungkidul Sekitarnya 1434 H</a></p>
<p><em> </em></p>
<div>
<br clear="all">
<hr width="33%" size="1">
<div>
<p><a href="#_ftnref1" title="">[1]</a> Idem.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2" title="">[2]</a> Diringkas dari <em>Taysir Al ‘Azizil Hamid</em>, 1: 412-413.</p>
</div>
</div>
 