
<h2><strong>Perbedaan Haji Kaum Muslimin Vs Haji Kaum Syiah</strong></h2>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Ketika Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berdakwah di Mekah, beliau menyaksikan orang musyrikin juga melakukan haji. Mereka mengumandangkan talbiyah, sebagaimana kaum muslimin juga mengumandangkan talbiyah ketika haji. Bedanya adalah isi talbiyahnya.</p>
<p>Talbiyah kaum muslimin,</p>
<p class="arab">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ</p>
<p><em>Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, Aku sambut panggilan-Mu. Aku sambut panggilan-Mu dan tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, segala kenikmatan, dan kerajaan, hanya milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.</em></p>
<p>Demikianlah talbiyah kaum muslimin, talbiyah yang menjunjung tinggi tauhid kepada Allah, mengagungkan Allah. Talbiyah yang disebut oleh sahabat Jabir bin Abdillah <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> dengan istilah ihlal at-Tauhid (ikrar tauhid), sebagaimana dalam hadis riwayat Muslim no. 1218.</p>
<p>Sementara talbiyah orang musyrik,</p>
<p class="arab">لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ، تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ</p>
<p><em>Aku sambut panggilan-Mu dan tiada sekutu bagi-Mu, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu. Sekutu yang Kamu miliki dan dia tidak memiliki.</em></p>
<p>Mereka tambahkan kalimat ’kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu’ agar mereka tetap bisa melakukan kesyirikan.</p>
<p>Talbiyah orang musyrik ini diceritakan oleh Ibnu Abbas<em> radhiyallahu ‘anhuma</em>,</p>
<p class="arab">كَانَ الْمُشْرِكُونَ يَقُولُونَ: لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، قَالَ: فَيَقُولُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَيْلَكُمْ، قَدْ قَدْ» فَيَقُولُونَ: إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ، تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ، يَقُولُونَ هَذَا وَهُمْ يَطُوفُونَ بِالْبَيْتِ</p>
<p>Orang musyrik melantunkan talbiyah: ”Aku sambut panggilan-Mu dan tiada sekutu bagi-Mu.” ketika sampai kalimat ini, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, ”Hai kalian, cukup… cukup…” namun mereka menambahkan lafal talbiyah dengan ucapan, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu. Sekutu yang Kamu miliki dan dia tidak memliki. Mereka ucapkan talbiyah itu sambil tawaf di Ka’bah. (HR. Muslim 1185).</p>
<p>Ketika itu, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> hanya bisa mengingatkan mereka agar kalimat talbiyah tersebut tidak disisipi dengan kalimat kesyirikan. Beliau bersabda, ’Cukup… cukup…’ namun mereka tetap menambahkan kalimat kesyirikan.</p>
<h3><strong>Haji Kaum Muslimin</strong></h3>
<p><em>Labbaikallahumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik….</em></p>
<p>Demikianlah lantunan talbiyah yang didengungkan jamaah haji kaum muslimin hingga saat ini. Meniru talbiyah sang Nabi terakhir, Rasulullah Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Anda bisa saksikan video haji di:</p>
<p><iframe src="//www.youtube.com/embed/x5e5CBPFVvw?rel=0" height="375" width="500" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe></p>
<h3><strong>Talbiyah Syiah</strong></h3>
<p>Berbeda dengan talbiyah<a title="syiah" href="https://konsultasisyariah.com/doktrin-aliran-syiah-yang-paling-berbahaya/" target="_blank"> syiah</a>. Yang mereka lantunkan bukan labbaika allahumma labbaik, tapi mereka meneriakkan <strong><em>Labbaika yaa Husain, Labbaika yaa Husain.</em></strong></p>
<p>Aku sambut panggilanmu wahai Husain… Aku sambut panggilanmu wahai Husain…</p>
<p>Yang lebih menyedihkan, talbiyah ini mereka lantunkan di saat mereka berada di tanah suci. Anda bisa saksikan videonya di:</p>
<p><iframe src="//www.youtube.com/embed/X4whUy6TKi4?rel=0" height="281" width="500" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe></p>
<p>atau</p>
<p><iframe src="//www.youtube.com/embed/4pknNIrw8_c?rel=0" height="375" width="500" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe></p>
<p>Tradisi ini lebih meriah lagi ketika mereka datang ke <a title="karbala" href="https://konsultasisyariah.com/jika-aliran-syiah-kafir-mengapa-masih-diizinkan-berhaji/" target="_blank"><strong>Karbala</strong></a>. Ketika menuju ke tempat yang mereka agungkan. Teriakan Labbaika ya Husain… Labbaika ya Husain…</p>
<p><iframe src="//www.youtube.com/embed/a9HNbVsnp9M?rel=0" height="281" width="500" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe></p>
<p>atau</p>
<p><iframe src="//www.youtube.com/embed/5MKsOAeEjSg?rel=0" height="375" width="500" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe></p>
<p>Anda bisa bandingkan, talbiyah orang syiah dengan talbiyah orang musyrik. Mana yang lebih mendekati syirik?</p>
<p>Satu pertanyaan yang tertinggal, jika syiah adalah agama kesyirikan, lantas mengapa mereka diizinkan berhaji?</p>
<p>Pertanyaan ini sering anda dengar. Bahkan pertanyaan ini disampaikan sendiri oleh orang syiah untuk membela eksistensi syiah di tanah air. Dan banyak orang menjadi ragu dengan kekafiran syiah, karena pertanyaan ini. Jika memang syiah kafir, mengapa mereka diizinkan berhaji?</p>
<p>Alhamdulillah, Allah mudahkan kami untuk membuat jawaban di:</p>
<p><a title="Jika Aliran Syiah Kafir, Mengapa Masih Diizinkan Berhaji?" href="https://konsultasisyariah.com/jika-aliran-syiah-kafir-mengapa-masih-diizinkan-berhaji/" target="_blank"><strong>Jika Aliran Syiah Kafir, Mengapa Masih Diizinkan Berhaji?</strong></a></p>
<p><em>Wallahu A’lam</em></p>
<p><strong>Ditulis oleh ustadz Ammi Nur Baits (Pembina KonsultasiSyariah.com</strong></p>
 