
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apakah saya boleh menghajikan saudara perempuan saya yang telah meninggal dunia?<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “Sesungguhnya, saudara perempuanku pernah bernazar untuk mengerjakan haji, tetapi kemudian meninggal dunia.” Maka, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bertanya, “Jika dia mempunyai utang, apakah engkau akan membayarnya?” Dia menjawab, “Ya.”</p>
<p>قَالَ: فَاقْضِ اللهَ فَهُوَ أَحَقُّ بِالْقَضَاءِ</p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, “<em>(Jika demikian), utang kepada Allah lebih berhak (untuk dibayar</em>).” (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Rasulullah: Anda Bertanya Rasulullah Menjawab</em>, <em>Tahqiq</em> dan <em>Ta’liq</em> oleh Syaikh Qasim ar-Rifa’i, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Pustaka As-Sunnah, Cetakan Ke-1, 2008.<br>
(Dengan penataan bahasa oleh www.konsultasisyariah.com)</p>
 