
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/50669-hakikat-tauhid-adalah-kalimat-laa-ilaaha-illallah-bag-2.html" data-darkreader-inline-color="">Hakikat Tauhid adalah Kalimat Laa ilaaha illallah (Bag. 2)</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Perhatian kita harus ditujukan untuk mendakwahkan tauhid uluhiyyah</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin sebagian pembaca bertanya-tanya,”Untuk apa penulis membahas hal ini? Kalau memang hakikat tauhid adalah tauhid uluhiyyah, lalu apa kepentingannya?”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksud penulis dari penjelasan ini dengan mengutip perkataan dari beberapa ulama adalah untuk menjelaskan bahwa tauhid inilah yang seharusnya menjadi titik perhatian kita semua dalam kehidupan kita, termasuk ketika mendakwahkan tauhid. Hal ini sekaligus</span> <span style="font-weight: 400;">untuk menjelaskan kesalahan sekelompok orang yang lebih mementingkan dan mengutamakan dakwah kepada tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah,</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan berhenti di situ saja tanpa menjelaskan kepada umat tentang hakikat tauhid yang sebenarnya, yaitu tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contohnya adalah belasan tahun yang lalu ketika banyak bermunculan VCD-VCD dan juga buku-buku yang intinya mengajak masyarakat untuk merenungi keajaiban dan keindahan alam semesta ini. Misalnya VCD atau buku tentang keajaiban di dalam sel, sistem pertahanan tubuh manusia, proses penciptaan manusia, dan juga keajaiban pada semut, dan binatang-binatang lainnya. Dengan merenungi itu semua, mereka bermaksud untuk menunjukkan bahwa di balik semua keajaiban itu pasti terdapat Dzat Yang Maha pencipta dan Maha kuasa atas segala sesuatu. </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/23391-bagaimana-membuktikan-kita-bertauhid-dengan-benar.html" data-darkreader-inline-color="">Bagaimana Membuktikan Kita Bertauhid Dengan Benar?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini sekaligus mereka gunakan untuk membantah para pengikut teori evolusi Darwin yang menyatakan bahwa manusia dan seluruh makhluk hidup yang ada tidaklah “diciptakan secara khusus”, akan tetapi merupakan hasil dari “proses alamiah” melalui proses seleksi alam, adaptasi, dan mutasi selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. VCD-VCD tersebut kemudian sering ditayangkan kepada anak-anak dan juga orang dewasa melalui forum-forum pengajian dan juga forum-forum pertemuan lainnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau fenomena lainnya, yaitu diselenggarakannya acara </span><i><span style="font-weight: 400;">outbond </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan naik gunung atau ke tempat-tempat lainnya, untuk merenungi keindahan alam tersebut</span><i><span style="font-weight: 400;">. </span></i><span style="font-weight: 400;">Karena dengan naik gunung atau naik tebing kemudian berkemah, maka akan tampaklah keindahan dan keteraturan alam semesta ini, yang semuanya itu menunjukkan adanya Pencipta alam semesta ini, yaitu Allah Ta’ala.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penulis sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan atau meremehkan usaha yang telah mereka lakukan tersebut. </span><b>Namun yang penulis sayangkan adalah, ketika usaha mereka hanya sampai pada mengenalkan tauhid </b><b><i>rububiyyah </i></b><b>saja, kemudian berhenti dan selesai, serta tidak melanjutkannya dengan mendakwahkan tauhid </b><b><i>uluhiyyah.</i></b><i><span style="font-weight: 400;"> </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini karena hakikat tauhid yang sebenarnya bukanlah tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah, </span></i><span style="font-weight: 400;">akan tetapi tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah. </span></i><span style="font-weight: 400;">Inti dakwah para Rasul sejak zaman Nuh </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihis salaam </span></i><span style="font-weight: 400;">sampai Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bukanlah pada tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah, </span></i><span style="font-weight: 400;">akan tetapi pada tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah. </span></i><span style="font-weight: 400;">Penyelewengan yang banyak terjadi pada umat manusia sejak zaman dahulu hingga sekarang ini, bukanlah pada masalah </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah, </span></i><span style="font-weight: 400;">tetapi dalam masalah </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah. </span></i></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/20219-kisah-pemuda-ahli-tauhid-yang-pemberani.html" data-darkreader-inline-color="">Kisah Pemuda Ahli Tauhid Yang Pemberani</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, keyakinan bahwa Allah-lah Dzat Yang Maha mencipta dan Maha mengatur alam semesta adalah keyakinan dan fitrah yang telah dimiliki oleh setiap orang. Bahkan orang yang paling kafir sekalipun, yaitu Fir’aun, mengakui hal ini. Adapun pernyataan Fir’aun bahwa dia-lah Tuhan alam semesta ini, hanyalah karena kesombongan yang ada pada dirinya, padahal sebenarnya hatinya mengakui bahwa Allah-lah Yang Maha pencipta. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">ketika menceritakan perkataan Musa </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihis salaam </span></i><span style="font-weight: 400;">kepada Fir’aun, </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Musa menjawab, ’Sesungguhnya kamu telah mengetahui, </span><b>bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata’.</b><span style="font-weight: 400;">” </span><b>(QS. Al-Isra’ [17]: 102)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan apabila kita membaca Al Qur’an, maka akan kita jumpai ayat-ayat yang menunjukkan bahwa konsekuensi selanjutnya dari keimanan terhadap </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah </span></i><span style="font-weight: 400;">Allah adalah beriman terhadap </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah-Nya</span></i><span style="font-weight: 400;">. Dan Allah pun berdalil dengan keimanan orang-orang musyrik terhadap tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah </span></i><span style="font-weight: 400;">untuk memerintahkan mereka agar beriman kepada tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah </span></i><span style="font-weight: 400;">dan mengamalkannya</span><i><span style="font-weight: 400;">. </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya, perintah pertama dalam ayat Al Qur’an. Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ؛ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Wahai manusia, sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. </span><b>Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu.</b><span style="font-weight: 400;"> Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” </span><b>(QS. Al-Baqarah [2]: 21-22)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Kurang Perhatian Terhadap Dakwah Tauhid, Sebab Perpecahan</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya. </span><b>Maka sembahlah Dia</b><span style="font-weight: 400;"> dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” </span><b>(QS. Maryam [19]: 65)</b><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, apabila kita hanya sibuk mendakwahkan tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah, </span></i><span style="font-weight: 400;">tanpa menjelaskan tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah </span></i><span style="font-weight: 400;">dan lawannya yaitu syirik dalam masalah </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah, </span></i><span style="font-weight: 400;">maka umat ini akan menyangka bahwa tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah </span></i><span style="font-weight: 400;">inilah yang merupakan inti dari ajaran agama Islam. Mereka juga akan salah paham dengan meyakini bahwa seseorang baru disebut sebagai seorang musyrik jika tidak meyakini adanya Allah Ta’ala.</span> <span style="font-weight: 400;">Adapun jika mereka masih meyakini adanya Allah Ta’ala,</span> <span style="font-weight: 400;">mereka tetap disebut sebagai seorang muslim, meskipun beribadah kepada kubur atau percaya kepada dukun. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, berhenti hanya pada tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah </span></i><span style="font-weight: 400;">inilah yang menjadi sumber asal kesesatan sekte-sekte yang menyimpang dalam agama Islam seperti sekte </span><i><span style="font-weight: 400;">khawarij, syi’ah rafidhah, mu’tazilah, tasawwuf, </span></i><span style="font-weight: 400;">dan juga </span><i><span style="font-weight: 400;">asy’ariyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Hakikat tauhid yang mereka pahami adalah tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah, </span></i><span style="font-weight: 400;">sehingga tidak aneh jika mereka memaknai </span><i><span style="font-weight: 400;">“laa ilaaha illallah” </span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada Pencipta, Pemberi rizki, dan Pengatur alam semesta kecuali Allah”. </span></i><span style="font-weight: 400;">Mereka tidak mengetahui lebih daripada makna itu, meskipun mereka mengucapkan kalimat </span><i><span style="font-weight: 400;">“laa ilaaha illallah”,</span></i><span style="font-weight: 400;"> mengumandangkannya ketika adzan, dan menyatakannya ketika shalat. Akan tetapi, mereka tetap tidak mengetahui makna yang benar dan juga tidak mengetahui syarat-syaratnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena yang mereka pahami dari tauhid adalah tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah, </span></i><span style="font-weight: 400;">maka kita tidak heran ketika mendapati pengikut-pengikut sekte tersebut yang menyembah kubur, dan meyakini bahwa para wali dalam sekte mereka memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang ghaib dan dapat mengatur alam ini. Bahkan </span><i><span style="font-weight: 400;">saking </span></i><span style="font-weight: 400;">parahnya, mereka sampai terjatuh ke dalam syirik dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">tauhid rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Semuanya karena kebodohan mereka tentang hakikat tauhid yang menjadi inti dakwah para Rasul dan juga kebodohan tentang makna yang benar dari </span><i><span style="font-weight: 400;">“laa ilaaha illallah”, </span></i><span style="font-weight: 400;">sesuatu yang diketahui oleh orang-orang musyrik zaman dahulu seperti kaum kafir Quraisy. </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/8329-memperbaiki-tauhid-ibarat-memperbaiki-jantung-pada-badan.html" data-darkreader-inline-color="">Memperbaiki Tauhid Ibarat Memperbaiki Jantung pada Badan</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini karena sebenarnya di antara pengikut sekte tersebut, seperti </span><i><span style="font-weight: 400;">syi’ah rafidhah</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan sufi, terdapat orang-orang yang hanya ingin menghancurkan Islam. Orang-orang yang menyimpang tersebut, dengan berpakaian sebagai seorang muslim dan bertingkah seolah-olah sebagai seorang ahli ibadah dan ahli zuhud, mereka menyebarkan ideologi syirik, </span><i><span style="font-weight: 400;">hulul</span></i><span style="font-weight: 400;"> (bahwa Allah dapat menitis pada mahluk), dan </span><i><span style="font-weight: 400;">wihdatul wujud</span></i><span style="font-weight: 400;"> (bahwa segala sesuatu yang ada pada hakikatnya adalah Allah). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semua ideologi ini menyebar di kalangan kaum sufi. Sampai-sampai tidak ada sebuah kelompok sufi secara keseluruhan di muka bumi ini kecuali pada saat ini terjatuh ke dalam syirik, </span><i><span style="font-weight: 400;">hulul</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan </span><i><span style="font-weight: 400;">wihdatul wujud</span></i><span style="font-weight: 400;">. Meskipun ada beberapa individu yang mungkin terbebas dari penyimpangan ini, namun sebagian besar orang dari sekte ini tidak selamat dari kesesatan ini. Sehingga mereka meyakini bahwa para wali mengetahui hal-hal yang ghaib dan dapat mengontrol alam semesta ini. Di antara mereka ada yang berdoa, menyembelih, dan memohon pertolongan kepada selain Allah Ta’ala. Oleh karena itu, kita pun memohon petunjuk dan hidayah kepada Allah</span> <span style="font-weight: 400;">Ta’ala. </span><b>[1]</b></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/6908-buah-tauhid-sudahkah-ada-pada-diri-kita.html" data-darkreader-inline-color="">Buah Tauhid, Sudahkah Ada Pada Diri Kita?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/5679-istiqomah-di-atas-tauhid.html" data-darkreader-inline-color="">Istiqomah di Atas Tauhid</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 22 Dzulqa’dah 1440/19 Juli 2019</span></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p> </p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
<p><b>[1] </b><span style="font-weight: 400;">Disarikan dari </span><b><i>Tafsiir Kalimat Tauhid, </i></b><span style="font-weight: 400;">http://www.rabee.net.</span></p>
 