
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/528948504&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Dilarang Menebang Pohon Bidara?</strong></h2>
<p><em>Benarkah diharamkan memotong pohon bidara?</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Terdapat banyak hadis yang menyebutkan larangan menebang pohon bidara, namun hadis-hadis tersebut tidak lepas dari kritikan para ulama.</p>
<p>Ibnul Qoyim pernah menyebutkan hal ini di bawah judul bab: Kulliyat fil Maudhu’at,</p>
<p class="arab">ومن هذا : أحاديث مدح العزوبة ، كلها باطلة ، ومن ذلك : أحاديث النهي عن قطع السدر، قال العقيلي : لا يصح في قطع السدر شيء، وقال أحمد : ليس فيه حديث صحيح</p>
<p>Termasuk bagian dari hadis palsu, hadis yang isinya pujian untuk membujang, semuanya batil. Termasuk diantaranya hadis tentang larangan menebang pohon bidara. Al-Uqaili mengatakan, ‘Tidak ada hadis tentang larangan menebang pohon bidara yang derajatnya sahih.’ Imam Ahmad mengatakan, ‘Tidak ada hadis sahih dalam masalah ini.’ (al-Manar al-Munif, hlm. 127).</p>
<p>Hanya saja, ada beberapa hadis yang dinilai hasan oleh al-Albani. Diantranya,</p>
<p>[1] Hadis dari Aisyah<em> Radhiyallahu ‘anha</em>, Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إن الذين يقطعون السدر يصبون في النار على رءوسهم صبّاً</p>
<p><em>Sesungguhnya orang yang memotong pohon bidara, maka akan dituangkan air panas di kepalanya di dalam neraka.</em></p>
<p>Hadis ini diriwayatkan at-Thabrani dalam al-Ausath (no. 5615), al-Baihaqi dalam al-Kubro (no. 11762) dan dihasankan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ (no. 1696)</p>
<p>[2] Hadis dari Muawiyah bin Haidah, bahwa Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">قَاطِعُ السِّدْرِ يُصَوِّبُ اللهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ</p>
<p><em>“Orang yang memotong pohon bidara, kepalanya akan dituangkan kepadanya cairan di neraka.”</em></p>
<p>Hadis ini diriwayatkan al-Baihaqi dalam al-Kubro (no. 11768) dan dihasankan al-Albani dalam as-Silsilah as-Sahihah (no. 615).</p>
<p>Selanjutnya Imam al-Albani menyebutkan ada 3 pendapat dalam memahami hadis hasan mengenai larangan menebang pohon bidara,</p>
<p><strong>Pertama,</strong> larangan ini hanya berlaku untuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bidara" target="_blank" rel="noopener">pohon bidara</a> yang ada di jalanan padang pasir, sehingg digunakan masyarakat untuk berteduh. Memotong pohon semacam ini tanpa ada tujuan yang jelas, hanya untuk main-main atau karena ingin menghilangkan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dosa besar. Diancam dengan hukuman akan disiram kepalanya dengan cairan panas di neraka.</p>
<p>Ini merupakan pendapat Abu Daud, sebagaimana yang beliau nyatakan dalam kitab sunannya. (Sunan Abu Daud – catatan untuk hadis no. 5239).</p>
<p><strong>Kedua</strong>, bahwa larangan ini telah mansukh (dihapus), sehingga hukumnya tidak berlaku.</p>
<p>Ini adalah pendapat at-Thahawi. Beliau berdalil dengan riwayat dari Urwah bin Zubair – salah satu perawi hadis – bahwa beliau memotong pohon bidara.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> bahwa larangan ini berlaku untuk pohon bidara di tanah haram (Mekah dan Madinah)</p>
<p>Sehingga pohon bidara di luar tanah haram, tidak masalah ditebang jika memang diperlukan untuk ditebang.</p>
<p>Ini merupakan pendapat as-Suyuthi sebagaimana yang beliau nyatakan di risalah beliau, <strong><em>“Ra’u al-Hadzar an Qath as-Sidr”.</em></strong></p>
<p>Pendapat ini didukung oleh keterangan tambahan dalam riwayat Thabrani dari hadis Abdullah bin Habsyi,</p>
<p class="arab">يعني : من سدر الحرم</p>
<p>Maksudnya adalah pohon bidara di tanah haram.</p>
<p>(Silsilah al-Ahadits as-Sahihah, 2/177)</p>
<p>Demikian, <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
<li>
<strong>KONFIRMASI DONASI</strong> hubungi: 087-738-394-989</li>
</ul>
 