
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Apa Itu Hidup Suri?</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Istilah yang sering kita dengar adalah mati suri. Itu merupakan sebuah istilah untuk menjuluki kondisi di mana sesorang tampaknya mati, tetapi sebenarnya masih hidup. Adapun judul di atas; hidup suri adalah kebalikan mati suri. Itu adalah istilah yang kami buat sendiri untuk menjuluki </span><b>orang yang tampaknya hidup, padahal sebenarnya ia mati</b><span style="font-weight: 400;">. Siapakah dia? Dia adalah </span><b>orang yang enggan berdzikir!</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/51467-dzikir-dzikir-yang-shahih-setelah-shalat-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Dzikir-Dzikir yang Shahih Setelah Shalat</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Jangan Malas Berdzikir</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Perlu diketahui, bahwa selain memotivasi para hamba-Nya untuk banyak berdzikir, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">juga mengingatkan mereka agar tidak lalai dari berdzikir. Bahkan terkadang Allah menggabungkan antara keduanya. Antara lain dalam firman-Nya,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><i>“</i>وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ”<i>.</i></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Artinya: </span><i><span style="font-weight: 400;">“Ingatlah Rabbmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang. Serta janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. </span></i><span style="font-weight: 400;">QS. Al-A’raf (7): 205.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kebutuhan seorang hamba kepada dzikir melebihi kebutuhan seekor ikan terhadap air, sebab </span><b>dzikir merupakan sumber kehidupan hati</b><span style="font-weight: 400;">. Nabi kita </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu’alaihiwasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">memberikan sebuah perumpamaan yang sangat buruk bagi manusia yang enggan berdzikir. Kata beliau, </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ”.</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Perumpamaan orang yang berdzikir (mengingat) Rabbnya dan orang yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dan orang yang mati”. </span></i><span style="font-weight: 400;">HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy’ary </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ’anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/42531-bolehkah-orang-junub-berdzikir-dari-al-quran.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Orang Junub Berdzikir dari Al Quran?</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Jenis-Jenis Hati Manusia</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan keterangan di atas, hati para manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga jenis:</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">1. Hati yang Hidup dan Sehat</span></strong></h3>
<p><strong>Hati yang hidup dan sehat adalah hati yang senantiasa dipenuhi dengan dzikrullah. Hati yang mengikhlaskan seluruh amalannya hanya untuk Allah <i>ta’ala. </i>Ia mencintai, membenci, memberi dan menahan pemberian karena Allah semata. Dalam bertindak dan berlaku, selalu yang dijadikan sebagai patokan adalah keridaan Allah dan Rasul-Nya <i>shallallahu’alaihiwasallam </i>bukan yang lain.</strong></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">2. Hati yang Mati</span></strong></h3>
<p><b>Hati yang mati a</b><span style="font-weight: 400;">dalah hati yang kosong dari dzikrullah. Hati yang tidak mengenal Rabbnya, tidak beribadah pada-Nya, tidak menjalankan perintah-Nya maupun menjauhi larangan-Nya. Ia mencintai, membenci, memberi dan menahan pemberian semata karena menuruti hawa nafsunya.</span></p>
<p><b>Ketiga: Hati yang sakit.</b><span style="font-weight: 400;"> Adalah hati yang masih hidup namun menderita penyakit. Tergantung unsur mana yang lebih dominan. Terkadang penyakitnya berkurang karena porsi dzikirnya ia tingkatkan. Namun seringkali, penyakitnya semakin parah, karena terlalu lama tidak berdzikir, sehingga hampir-hampir ia mati.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hati pertama adalah hati yang subur dan lembut. Hati kedua adalah hati yang tandus dan mati. Hati ketiga adalah hati yang sakit, kadangkala mendekati kesembuhan dan tidak jarang pula mendekati kematian. Nomor berapakah hati kita?</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29667-keutamaan-dzikir-harian-2.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Dzikir Harian</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29658-keutamaan-dzikir-pagi-dan-sore-1.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Dzikir Pagi dan Sore</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b></b> <span style="font-weight: 400;">Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1433 / 12 Maret 2012</span></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abdullahzaen" data-darkreader-inline-color="">Ustadz Abdullah Zaen, Lc. MA.</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 