
<p>Penyusun: Abu Sa’id Satria Buana (Alumni Ma’had Ilmi)</p>
<p><strong>KEJELEKAN TABARRUJ (BERHIAS)</strong></p>
<p><strong>Pertama, tabarruj adalah maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.</strong></p>
<p>Barang siapa yang maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan  Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak  akan mencelakakan Allah sedikit pun. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p>كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبي ، قالوا : يا رسول الله و من يأبي ؟ قال من أطاعني دخل الجنة ، و من عصاني فقد أبي</p>
<p><em>“Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan”, para  sahabat bertanya: “Ya Rasulullah siapakah orang yang enggan?” Beliau  menjawab, “Siapa yang taat kepadaku maka ia akan masuk surga dan siapa  yang maksiat kepadaku maka ia telah enggan (untuk masuk surga).”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p><!--more--><br>
<strong>Kedua, tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p>سيكون في آخر أمتي نساء كاسيات عاريات ، علي رؤوسهن كأسنمة البخت ، العنوهن فإنهن ملعونات</p>
<p><em>“Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian  tapi telanjang, kepala mereka seakan-akan punuk unta, laknatlah mereka  karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat!”</em></p>
<p>Ada dua tafsiran dalam hadits ini tentang maksud berpakaian tapi  telanjang. Pertama adalah wanita yang berpakaian tebal akan tetapi  ketat sehingga menggambarkan lekuk-lekuk tubuhnya. Kedua adalah wanita  yang memakai pakaian lebar akan tetapi transparan sehingga terlihat  tubuhnya. Maka bagaimana dengan keadaan wanita sekarang yang berpakaian  minim sekaligus transparan??</p>
<p><strong>Ketiga, tabarruj adalah sifat penghuni neraka.</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p>صنفان من أهل النار لم أرهما : قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ، و نساء كاسيات عاريات ….</p>
<p><em>“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah  melihatnya: Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang digunakan  untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi  telanjang…”</em></p>
<p><strong>Keempat, tabarruj adalah perbuatan keji.</strong></p>
<p>Wanita adalah aurat dan membuka aurat adalah merupakan keji. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:</p>
<p>وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا  وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إِنَّ اللَّهَ لا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ  أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ</p>
<p><em>“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata:  “Kami mendapati nenek moyang Kami mengerjakan yang demikian itu, dan  Allah menyuruh Kami mengerjakannya. “Katakanlah: “Sesungguhnya Allah  tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji” mengapa kamu  mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”</em> (QS. Al A’raf: 28)</p>
<p>Sebenarnya syaitanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:</p>
<p>الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ  وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ  عَلِيمٌ</p>
<p><em>“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan  menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan  untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha Luas  (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”</em> (QS. Al Baqarah: 268)</p>
<p>Apakah kita ingin menjadikan syaitan sebagai pelindung selain Allah:</p>
<p>وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا  إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ  أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ  عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلا</p>
<p><em>“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat:  “Sujudlah kamu kepada Adam, Maka sujudlah(*) mereka kecuali iblis. Dia  adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya.  Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin  selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis  itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”</em> (QS. Al-Kahfi: 50)</p>
<p>(*) Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah  berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu  hanyalah semata-mata kepada Allah.</p>
<p><strong>Kelima, tabarruj adalah ajaran iblis.</strong></p>
<p>Pelajaran ini bisa diambil dari kisah Adam dan Hawa yang terbujuk  dengan rayuan iblis sehingga akhirnya terlepaslah aurat yang menutupi  keduanya akibat bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kisah Adam  dengan iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah  tersebut membuka peluang untuk melakukan dosa dan mengoyak tirai  pelindung dirinya, tabarruj merupakan tujuan yang diinginkan oleh  syaitan, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,</p>
<p>يَا بَنِي آدَمَ لا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ  أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا  لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ  حَيْثُ لا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ  لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ</p>
<p><em>“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh  syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga,  ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada  keduanya ‘auratnya.”</em> (QS. Al A’raf 27)</p>
<p>Jadi iblislah yang memerintahkan tabarruj dan membuka pakaian di  hadapan manusia. Dialah pemimpin utama dari pencetus dengan istilah  yang dinamakan sekarang ini dengan sebutan <em>Tahrirul mar’ah</em> (Pembebasan wanita).</p>
<p><strong>Keenam, tabarruj adalah gaya hidup orang-orang Yahudi.</strong></p>
<p>Orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam  menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita memang memiliki  pengalaman di bidang ini, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Hati-hatilah  pada dunia!, hati-hatilah pada wanita! Sesungguhnya fitnah (musibah)  pertama yang menimpa bani Israil (kaum Yahudi) adalah dari wanita.”</em></p>
<p><strong>Ketujuh, tabarruj adalah perbuatan Jahiliah yang sangat tercela.</strong></p>
<p>Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam rangka mencela orang-orang Yahudi,</p>
<p>أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ</p>
<p><em>“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum)  siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang  yakin?”</em> (QS. Al Maidah: 50)</p>
<p>Nabi telah menyifati ajakan Jahiliah sebagai ajakan busuk dan kotor,  ajakan jahiliah selaras dengan tabarruj jahiliah. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda ketika memperingatkan salah seorang sahabatnya:</p>
<p>(إن فيك امر جاهلية)</p>
<p><em>“Sesungguhnya pada dirimu ada perkara Jahiliyyah.”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Dan Jahiliah mencakup semua perkara jahiliah baik tabarruj jahiliah ataupun perbuatan-perbuatan jahiliah lainnya.</p>
<p><strong>Kedelapan, tabarruj adalah keterbelakangan.</strong></p>
<p>Perbuatan buka-bukaan adalah fitrah dari hewan ternak, tidak seorang  pun yang condong pada perbuatan tersebut kecuali dia akan hina, dia  akan jatuh dari kedudukan tingginya sebagai manusia menuju kedudukan  yang paling rendah bahkan lebih rendah dari hewan-hewan ternak. Dari  sini tampaklah bahwa tabarruj adalah salah satu tanda dari kerusakan  fitrah manusia, tidak adanya rasa malu dan tanda matinya hati.</p>
<p>Seorang penyair berkata:</p>
<p><em>Anda mengangkat pakaian hingga lutut</em></p>
<p><em>Demi Allah, sungai apa yang akan kamu seberangi</em></p>
<p><em>Baju itu olehmu seakan naungan di waktu pagi</em></p>
<p><em>Yang semakin pendek waktu demi waktu</em></p>
<p><em>Anda mengira laki-laki itu tidak punya perasaan</em></p>
<p><em>Padahal Anda sendiri yang tidak punya perasaan!!</em></p>
<p><strong>Kesembilan, tabarruj adalah pintu kerusakan yang sangat nyata.</strong></p>
<p>Bagi orang yang mentadabburi (membaca, memahami, memperhatikan  dengan seksama) nash-nash syariat dan sejarah islam maka akan meyakini  kerusakan yang besar akibat tabarruj. Fakta di lapangan juga  membuktikan hal tersebut, betapa banyak lelaki yang bersih hatinya  menjadi rusak, menjadi penuh dengan syahwat karena melihat  perempuan-perempuan lewat di hadapannnya membuka aurat,  melenggok-lenggokkan badannya dan menebarkan pesona yang luar biasa!!.  Sehingga akibatnya terjadi banyak perbuatan keji di masyarakat, para  lelaki terdorong untuk melakukan zina, seorang lelaki menjadi mudah  melakukan maksiat dengan mengumbar pandangannya dan seterusnya, hal ini  terjadi di antaranya karena tabarruj.</p>
<p><strong>Nasihat</strong></p>
<p>Wahai wanita muslimah, sadarlah akan keutamaaan yang besar dari  Allah subhanahu wa ta’ala bagi wanita-wanita yang senantiasa menjaga  dirinya, dan wahai wanita muslimah janganlah kalian menganggap bahwa  hijab merupakan beban yang sangat berat bagi wanita muslimah, janganlah  kalian anggap bahwa Allah telah menzhalimi kalian, bahkan sesungguhnya  dalam syariat yang Allah subhanahu wa ta’ala turunkan semuanya  mendatangkan maslahat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:</p>
<p>وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا</p>
<p><em>“Dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapun.”</em> (QS. Al Kahfi: 49)</p>
<p>وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا  بِالْحَقِّ وَإِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ</p>
<p><em>“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar.”</em> (QS. Al Hijr: 85)</p>
<p>أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ</p>
<p><em>“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan  kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan  kepada kami?”</em> (QS. Al Mu’minuun: 115)</p>
<p>Semoga kita termasuk di dalam orang-orang yang mendapatkan keridhaan  darinya sehingga kita termasuk dalam penghuni surga yang penuh  kenikmatan…</p>
<p>مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ  مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ  وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ  مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ  رَبِّهِمْ</p>
<p><em>“Perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada  orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air  yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang  tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya  bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka  memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb  mereka.”</em> (QS. Muhammad: 15)</p>
<p>Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, keluarga dan para sahabatnya <em>radhiallahu ‘anhum</em>.</p>
<p>***</p>
<p>Artikel www.muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 