
<p><span style="font-weight: 400;">Berbicara ketika makan ternyata hal yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Sehingga ini bukan adab yang tercela sebagaimana disangka oleh sebagian orang yang terpengaruh budaya orang barat. Bahkan berbicara ketika makan adalah adab yang mulia karena menimbulkan kebahagiaan bagi orang-orang yang makan. Hal ini bisa disimak dalam beberapa hadits berikut ini:</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/35385-mengerikan-ternyata-ini-menu-makan-penduduk-neraka-part-2.html" data-darkreader-inline-color="">Mengerikan, Ternyata Ini Menu Makan Penduduk Neraka</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallahu’anhu </span></i><span style="font-weight: 400;">ia berkata:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بِلَحْمٍ ، فَرُفِعَ إِلَيْهِ الذِّرَاعُ ، وَكَانَتْ تُعْجِبُهُ ، فَنَهَسَ مِنْهَا نَهْسَةً فَقَالَ : أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ …</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dihidangkan makanan berupa daging, kemudian disuguhkan daging paha untuk beliau. Dan beliau sangat menyukainya. Maka beliau pun menyantapnya. Kemudian beliau bersabda: ‘Aku adalah pemimpin manusia di hari kiamat…'”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Bukhari no.3340, Muslim no.194).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Jabir bin Abdillah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallahu’anhu</span></i><span style="font-weight: 400;"> ia berkata:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ ، فَقَالُوا: مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ . فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ: ( نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ ، نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ )</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam meminta ‘udm (lauk; makanan pendamping makanan pokok) kepada istrinya. Maka para istrinya menjawab: kita tidak punya apa-apa selain cuka. Maka Nabi pun meminta dibawakan cuka tersebut dan makan dengan cuka itu. Kemudian beliau bersabda: udm yang paling nikmat adalah cuka.. udm yang paling nikmat adalah cuka.. “</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Muslim no. 2052).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/35855-makan-berlebihan-sumber-utama-penyakit.html" data-darkreader-inline-color="">Makan Berlebihan Sumber Utama Penyakit</a></span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Abu ‘Usaib </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallahu’anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">, maula Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;">. Hadits yang panjang, disebutkan di dalamnya:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فأكل رسولُ اللهِ – صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ – وأصحابُه، ثم دعا بماءٍ باردٍ فشرب، فقال : لتُسألُنَّ عن هذا النعيمِ يومَ القيامةِ، قال : فأخذ عمرُ العذقَ، فضرب به الأرضَ حتى تناثر البُسرُ قبلَ رسولِ اللهِ – صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ -، ثم قال : يا رسولَ اللهِ ! إنا لمسؤولونَ عن هذا يومَ القيامةِ ؟ ! قال : نعم</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya makan, kemudian beliau meminta dibawakan air lalu meminumnya. Beliau lalu bersabda: sungguh nikmat ini akan ditanyakan di hari kiamat. Kemudian Umar bin Khathab mengambil tandan kurma dan memukulkannya ke tanah hingga berjatuhanlah kurma-kurma muda di belakang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Kemudian Umar bertanya: wahai Rasulullah, apakah kita akan ditanya tentang nikmat (kurma) ini di hari kiamat? Nabi menjawab: iya…”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. As Suyuthi dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Al Budur As Safirah </span></i><span style="font-weight: 400;">[195], ashl hadits ini dalam Shahih Muslim [2038] dari sahabat Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallahu’anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam hadits-hadits di atas dan juga hadits-hadits lainnya, Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi </span></i><span style="font-weight: 400;">Wasallam saling berbicara ketika makan. Menunjukkan hal ini diperbolehkan. Bahkan dianjurkan jika dapat mencairkan suasana dan menyenangkan orang-orang yang makan bersama. Al Imam An Nawawi mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَفِيهِ اِسْتِحْبَاب الْحَدِيث عَلَى الْأَكْل تَأْنِيسًا لِلْآكِلِينَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dalam hadits ini (yaitu hadits Jabir) terdapat anjuran untuk mengobrol ketika makan untuk menyenangkan orang-orang yang makan bersama” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Syarah Shahih Muslim</span></i><span style="font-weight: 400;">, 7/14).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka tidak tepat adab makan ala barat (dan orang-orang yang meniru mereka) yang melarang berbicara ketika makan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Walaupun demikian, hendaknya tetap menjaga adab ketika berbicara ketika makan, tidak sampai melebihi batas. Syaikh Al Albani </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الكلام على الطعام كالكلام على غير الطعام ؛ حسنه حسن ، وقبيحه قبيح</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Berbicara ketika makan, hukumnya seperti berbicara di luar makan. Jika pembicaraannya baik, maka baik. Jika pembicaraannya buruk, maka buruk” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Silsilah Huda wan Nuur</span></i><span style="font-weight: 400;">, 1/15).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Wallahu a’lam.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/33718-larangan-menghadiri-jamuan-makan-yang-disediakan-khamer.html" data-darkreader-inline-color="">Larangan Menghadiri Jamuan Makan yang Disediakan Khamer</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/28100-fatwa-ulama-hukum-makan-di-restoran-jepang-atau-cina.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Makan Di Restoran Jepang Atau Cina</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 