
<p>Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ pernah diajukan pertanyaan. <span style="color: #ff00ff;"><strong>Soal</strong></span>: Apa hukum minuman bir yang tertulis “<span style="color: #ff0000;"><strong>bebas alkohol (alkohol 0%)</strong></span>” dan minuman ini datang dari negara eropa?</p>
<p> </p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><strong>Jawab</strong></span>: Jika meminumnya banyak akan membuat mabuk, maka meminum dalam jumlah sedikit dihukumi haram. Begitu pula diharamkan untuk menggunakan, jual-beli dan menyimpannya. Akan tetapi, apabila meminum dalam jumlah banyak tidak memabukkan, maka meminumnya dibolehkan. Begitu pula jual-belinya diperbolehkan.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>***</p>
<p><strong><span style="color: #ff00ff;">Dua kaedah tentang alkohol yang mesti diperhatikan:</span></strong></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>(Kaedah 1) </strong></span></p>
<p>Pengertian khomr bukanlah segala sesuatu yang mengandung alkohol. Namun sebagaimana sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff; font-size: 18pt;"> كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ</span></p>
<p>“<em><span style="text-decoration: underline;">Setiap yang memabukkan</span> adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.</em>” (HR. Muslim no. 2003)</p>
<p>Kata ‘Umar bin Al Khottob,</p>
<p align="center"><span style="color: #0000ff; font-size: 18pt;"> وَالْخَمْرُ مَا خَامَرَ الْعَقْلَ</span></p>
<p>“<em>Khomr adalah segala sesuatu yang dapat menutupi (mengacaukan) akal.</em>” (HR. Bukhari no. 5581 dan Muslim no. 3032)</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>(Kaedah 2)</strong></span></p>
<p>Hukum meminum sedikit khomr dan tidak memabukkan disebutkan dalam hadits,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff; font-size: 18pt;">مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ</span></p>
<p>“<em>Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.</em>” (<span lang="EN-GB">HR. Abu Daud no. 3681, At Tirmidzi no. 1865, An Nasa-i no. 5607, Ibnu Majah no. 3393. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>. Lihat <em>Ghoyatul Marom</em> 58</span>)</p>
<p>Standar memabukkan atau tidak adalah dilihat dari orang yang normal, bukan dari orang yang sering mabuk. Ini catatan penting yang perlu diperhatikan.</p>
<p><span style="font-size: 14pt; color: #800000;"><strong>Baca artikel penting: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/812-salah-kaprah-dengan-alkohol-dan-khomr.html">Salah kaprah tentang alkohol dan khomr</a>.</span></strong></span></p>
<p><a href="undefined/" target="_blank" rel="noopener">www.rumaysho.com</a></p>
<p>Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Riyadh, KSA, 27 Muharram 1432 H</p>
<hr>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a><em>Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’</em>, Soal kedua dari Fatwa no. 7168, 22/112</p>
 