
<p>Jimat adalah <a href="https://muslim.or.id/41186-dosa-yang-lebih-besar-dari-dosa-syirik.html">kesyirikan</a>, tidak diperbolehkan seorang muslim menggunakannya atau meyakini jimat bisa membawa keberuntungan dan menjauhkan dari bahaya.</p>
<p>Dari Ibnu Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata:</p>
<p>“Aku telah mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ</span></p>
<p>‘Sesungguhnya jampi, jimat dan tiwalah adalah syirik.’”(HR. Bukhari)</p>
<p>dan sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ</span></p>
<p>“Barangsiapa menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik.” (HR. Abu Dawud, shahih)</p>
<p>Bagaimana apabila jimatnya menggunakan Al-Qur’an? Ada dua pendapat ulama:</p>
<p>Pertama: membolehkan jimat menggunakan <a href="https://muslim.or.id/29926-tadabbur-alquran-cara-dahsyat-meningkatkan-iman.html">Al-Quran</a></p>
<p>Kedua: melarang jimat dengan Al-Qur’an dan inilah pendapat yang TERKUAT</p>
<p><strong>Baca juga: </strong> <a href="https://muslim.or.id/28919-penggunaan-jimat-atau-rajah-tetap-syirik-walau-berkeyakinan-sekedar-sebab-1.html"><span style="color: #ff0000;">Penggunaan Jimat atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab</span></a></p>
<p><b>Berikut penjelasannya:</b></p>
<p><b>1. Pendapat yang membolehkan</b></p>
<p>Alasan ulama yang membolehkan karena ini dalam rangka tabarruk yang syar’i dengan kalamullah dan asma’ (nama) Allah yang ada di dalamnya.</p>
<p>Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">هذا كله في تعليق التمائم وغيرها مما ليس فيه قرآن ونحوه، فأما ما فيه ذكر الله فلا نـهي فيه؛ فإنه إنـما يجعل للتبرك به والتعوذ بأسـمائه وذكره</span></p>
<p>“Semua (hadist) yang melarang mengenai menggantung jimat yang dan yang lainnya adalah karena tidak ada al-Quran di dalamnya (tidak dikecualikan). Adapun apabila ada ‘penyebutan nama Allah’ maka tidak ada larangannya. Hal tersebut dijadikan sebagai tabarruk dan ta’awwudz dengan nama Allah.” (Fathul Bari 6/142)</p>
<p>Demikian juga Al-Qurthubi menukilkan perkataan imam Malik, beliau berkata:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وقال الإمام مالك: لا بأس بتعليق الكتب التي فيها أسماء الله عز وجل على أعناق المرضى على وجه التبرك</span></p>
<p>“Tidak mengapa menggantungkan (sebagai jimat) lembaran yang ada ‘nama Allah’ pada leher orang sakit untuk tabarruk.” (Tafsir Al-Qurthubi 10/319)</p>
<p><strong>2. Melarang <a href="https://muslim.or.id/32964-karakter-jahiliyyah-percaya-kepada-jimat.html">jimat</a> dengan Al-Qur’an</strong></p>
<p>Inilah pendapat yang TERKUAT dengan berbagai pertimbangan ulama dan lebih menenangkan hati. Dijelaskan dalam kitab “Al-Mausu’ah Al-Kuwaitiyyah” tentang 3 alasan tidak bolehnya jimat menggunakan Al-Quran:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">واحتج هؤلاء لما ذهبوا إليه بما يأتي</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"> عموم النهي في الأحاديث ولا مخصص للعموم<br>
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">سد الذريعة، فإنه يفضي إلى تعليق ما اتفق على تحريمه</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أنه إذا علق فلا بد أن يمتهنه المعلق بحمله معه في حال قضاء الحاجة</span></p>
<p style="text-align: left;">“Para ulama berhujjah atas pendapat mereka dengan alasan sebagai berikut:</p>
<p>1.Keumuman larangan dalam hadits (larangan jimat) dan tidak ada yang mengkhususkan</p>
<p>2.Dalam rangka menutup jalan menuju ke arah kesyirikan karena hal ini bisa mengantarkan kepada apa yang telah disepakati keharamannya</p>
<p>3.Apabila digantungkan/dipakai, pasti yang memakai akan membawanya akan ikut masuk ketika buang hajat (ke kamar mandi tidak boleh membawa AL-Quran dan lafadz nama Allah). (AL-Muasu’ah Al-Kuwaitiyyah 14/31)</p>
<p>Demikian juga syaikh Abdul Aziz Bin Baz menjelaskan bahwa telah ma’ruf bahwa sahabat dan salaf dahulunya tidak membolehkan hal ini. Beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أنها لا تجوز وهذا هو المعروف عن عبدالله بن مسعود وحذيفة رضي الله عنهما وجماعة من السلف والخلف قالوا: لا يجوز تعليقها ولو كانت من القرآن سدًا للذريعة وحسمًا لمادة الشرك</span></p>
<p>“Tidak boleh (menggunakan jimat dengan Al-Quran) karena telah ma’ruf bahwa sahabat Abdullah bin Mas’ud, Hudzaifah serta para ulama dahulu dan sekarang mereka mengatakan: ‘Tidak boleh menggantungkan jimat walaupun dari Al-Quran untuk menutup jalan menuju <a href="https://muslim.or.id/37309-memahami-hakikat-kesyirikan-pada-zaman-jahiliyyah-02.html">kesyirikan</a> dan untuk memangkas sumber kesyirikan.’” (Majmu’ Fatawa 1/51)</p>
<p>Kesimpulan: tidak boleh mengunakan jimat secara mutlah meskipun dari Al-Quran</p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/19313-hukum-menggantungkan-jimat-dan-ruqyah.html">Hukum Menggantungkan Jimat dan Ruqyah</a></span></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/451-rezeki-jimat.html"><span style="color: #ff0000;">Ada Apa Antara Rezeki dan Jimat?</span></a></li>
</ul>
<p>Demikian semoga bermanfaat</p>
<p> </p>
<p>@ Yogyakarat Tercinta</p>
<p>Penyusun: <a href="https://muslim.or.id/author/raehan">Raehanul Bahraen</a></p>
<p>Artikel <a href="http://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a></p>
 