
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Bagaimana hukum bekerja ketika haji?<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Seorang laki-laki berkata kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa salla</em>m “Sesungguhnya, aku menjadi buruh di saat haji, lalu orang-orang mengatakan, ‘Engkau tidak mendapatkan haji!’.”</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَسَكَتَ رَسُوْلُ اللهِ فَلَمْ يَجِبْهُ حَتَّى نَزَلَتْ هَذِهِ اْلآيَةُ: لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُواْ فَضْلاً مِّن رَّبِّكُمْ &lt;البقرة: 198&gt; فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَرَأَهَا عَلَيْهِ، وَقَالَ: لَكَ حَجٌّ</p>
<p>Maka, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> diam dan tidak menjawabnya, hingga turun ayat, “<em>Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu</em>.”</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengutus (seseorang) kepadanya dan membacakan ayat itu kepadanya, lalu bersabda,<br>
“<em>Engkau mendapatkan haji.</em>” (HR. Abu Daud).</p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Rasulullah: Anda Bertanya Rasulullah Menjawab</em>, <em>Tahqiq</em> dan<em> Ta’liq </em>oleh Syaikh Qasim ar-Rifa’i, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Pustaka As-Sunnah, Cetakan Ke-1, 2008.<br>
(Dengan penataan bahasa oleh www.konsultasisyariah.com)</p>
 