
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">س: عندي أخت متخرجة من الثانوي، وتريد أن تدرس في كلية الطب وتعمل طبيبة. ما الحكم الشرعي في ذلك؛ لأني أمانع من دخولها الطب؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>, “Aku memiliki adik wanita yang baru saja lulus SMA. Dia ingin kuliah di fakultas kedokteran lalu bekerja sebagai dokter wanita. Apa hukum agama untuk keinginan adikku tersebut karena aku melarangnya untuk masuk di fakultas kedokteran?”</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ج: الحمد لله أما بعد .. فلا بأس من دخولها كلية الطب؛ لتكون سببا في علاج النساء حفظا للعورات ومنعا للاختلاط. والله أعلم.</p>
<p><strong>Jawaban Syaikh Sulaiman al Majid</strong> [anggota <em>majelis syuro</em> KSA], “Tidaklah mengapa bagi muslimah untuk masuk di fakultas kedokteran sehingga setelah selesai dia bisa mengobati sesama wanita. Dengan hal tersebut dia berperan untuk menjaga aurat para wanita dan campur baur antara pasien wanita dan dokter laki-laki”.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:<br>
<a href="http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=15852">http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=15852</a> </p>
 