
<p>Sebagian orang menyangka bahwa kondom itu termasuk <em>‘azl</em> sedangkan menurutnya <em>‘azl</em> itu pembunuhan kecil-kecilan atau melawan takdir Allah. Karena seharusnya ia terjadi pembuahan namun tercegah. Sehingga mereka menyangka bahwa KB adalah haram secara total. Berikut sedikit pembahasannya.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Hukum KB dalam Islam</b></span></h4>
<p align="JUSTIFY"><span style="line-height: 1.5em;">Hukumnya sudah dijelaskan oleh para ulama dengan rinciannya. Secara umum hukum KB sebagai berikut:</span></p>
<h5><span style="color: #0000ff;"><b>[</b><span style="font-family: Tahoma;"><b>تحديد النسل</b></span><b>] </b><i><b>Tahdidun nasl/</b></i><b> membatasi kelahiran</b></span></h5>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY">Jelas hukumnya terlarang karena bertentangan ajaran Islam. Baik dengan alasan tidak bisa mencari rezeki ataupun susah mengurus anak.</p>
<p>عن أنس بن مالك قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</p>
<p><i>Anas bin Malik berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, </i><i><b>“Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat ”</b></i> [HR Ibnu Hibban 9/338,Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ no 1784]
</p>
<p>Allah <i>Ta’ala</i> berfirman,</p>
<p>وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيراً<br>
<i><br>
</i><em>Dan Kami jadikan kelompok yang lebih besar.</em> [Al-Isra’: 6]
</p>
<p>Dan jumlah yang banyak adalah karunia semua kaum. Kaum Nabi Syu’aib <i>‘alaihissalam </i>diperingati tentang karunia mereka,</p>
<p>وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ<br>
<i><br>
</i><em>Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu.</em> [Al-A’raf: 86]
</p>
<h5><span style="color: #0000ff;"><b>[</b><span style="font-family: Tahoma;"><b>تنظيم الاسل</b></span><b>] </b><i><b>tandzimun nasl</b></i><b>/mengatur kelahiran</b></span></h5>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY">Hal ini boleh jika dengan alasan kesehatan dan berdasarkan saran dari dokter yang terpercaya, karena jika sudah jelas berdasarkan fakta dan penelitian bahwa itu berbahaya maka tidak boleh dilakukan. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY">وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ</p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="line-height: 1.5em;">“</span><i style="line-height: 1.5em;">Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”</i><span style="line-height: 1.5em;"> [Al-Baqarah: 195]</span></p>
<h4 lang="id-ID"><span style="color: #ff0000;"><b>Hukum Menggunakan kondom</b></span></h4>
<p>Kondom merupakan hal yang baru yang tidak ada pada zaman Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>. Oleh karena itu ulama mengqiyaskan dengan <i>‘azl</i> yaitu mengeluarkan mani diluar. Ibnu Hajar Al-Asqalaniy <em>rahimahullah</em> menukil bab dalam shahih Bukhari menjelaskan tentang ‘<i>Azl</i>,</p>
<p class="arab">باب العزل أي النزع بعد الإيلاج لينزل خارج الفرج</p>
<p align="JUSTIFY">“<i>Bab tentang Al-‘Azl yaitu mencabut (penis) setelah penetrasi agar (air mani) tertumpah di luar farji/vagina” </i>[<i>Fathul-Bariy</i> 9/305, Asy-Syamilah]
</p>
<p align="JUSTIFY">Hukum ‘Azl ada perselisihan diantara ulama, namun <b>pendapat terkuat adalah mubah</b>. Dengan beberapa dalil.</p>
<p align="JUSTIFY">Perkataan sahabat Jabir <i>radhiallahu ‘anhu,</i></p>
<p class="arab">كنا نعزل على عهد النبي صلى الله عليه وسلم.</p>
<p align="JUSTIFY">“<i>Kami (para shahabat) melakukan ‘azl di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam” </i>[HR.Bukhari no. 5207/ 5208-5209, Muslim no. 1440]
</p>
<p align="JUSTIFY">Di riwayat lainnya,</p>
<p class="arab">كنا نعزل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فلم ينهنا عنه.</p>
<p align="JUSTIFY">“<i>Kami melakukan ‘azl di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau tidak melarang kami darinya”</i> [<i>Shahih Muslim </i>no. 1440, <i>Musnad Abi Ya’laa</i> no. 2255].</p>
<p align="JUSTIFY">Jika ada yang mengatakan bahwa ‘<b>Azl adalah pembunuhan terselubung/kecil-kecilan</b>, maka kita jawab dengan hadits Rasulullah <i>shallallaahu ‘alaihi wa sallam,</i></p>
<p class="arab">عن أبي سعيد الخدري، قال : بلغ رسول الله صلى الله عليه وسلم أن اليهود يقول إن العزل هو الموؤودة الصغرى. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كذبت يهود، ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لو أفضيت لم يكن إلا بقدر.</p>
<p>dari Abu Said Al-Khudri, ia berkata : “<i>Telah sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya </i><i><b>orang Yahudi berkata : ‘Sesungguhnya ‘azl itu pembunuhan kecil-kecilan’.</b></i><i> Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : </i><i><b>“Orang Yahudi telah berdusta</b></i><i>. Seandainya engkau menyetubuhinya, tidaklah akan menghasilkan anak kecuali dengan takdir Allah”</i> [HR.Ath-Thahawiy dalam <i>Syarh Ma’aanil-Aatsaar</i> 3/31-32 no. 4348 dengan sanad hasan, At-Tirmidzi no. 1136, Abu Dawud no. 2173, Ahmad no. 11110 dengan sanad yang shahih]
</p>
<p align="JUSTIFY">Kondom bisa kita <em>qiyas</em>-kan dengan ‘<em>a</em><i>zl</i> karena alasan/<i>illat</i> adalah mencegah tertumpahnya sperma ke dalam rahim. Maka hukumnya juga mubah. Karena penggunaan kondom bisa menggantika <i>‘azl. </i>Sesuai dengan kaidah fiqhiyah,</p>
<p class="arab">حكم البدل حكم المبدل منه</p>
<p align="CENTER">“<i>hukum pengganti sama dengan hukum yang digantikan”</i></p>
<p align="JUSTIFY">Jika tidak bisa menahan saat akan ejakulasi dengan ‘<em>azl</em>, maka bisa menggunakan kondom. Kondom bisa digunakan pada rentang waktu yang tidak boleh menumpahkan sperma ke rahim.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Kesimpulan</span></h4>
<p>Hukum memakai kondom adalah mubah dan diperbolehkan oleh syariat, hanya saja pemerintah perlu melakukan regulasi dan peraturan yang tepat agar kondom tidak disalahgunakan untuk berzina.</p>
<p>@Perpusatakaan FK UGM, Yogyakarta tercinta</p>
<p>—</p>
<p>Penyusun: <a href="http://www.facebook.com/raehanul.bahraen?ref=tn_tnmn">dr. Raehanul Bahraen</a></p>
<p>Artikel <a href="http://www.muslim.or.id">muslim.or.id</a></p>
 