
<h2>Mencukur Bulu Mata</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apa hukum <strong>mencukur bulu mata</strong>?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br>
<!--more--><br>
<em>Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du, </em></p>
<p><a title="mencukur bulu mata" href="https://konsultasisyariah.com/hukum-mencukur-bulu-mata" target="_blank"><strong>Mencukur bulu mata</strong></a>, banyak dilakukan pada bayi. Tujuannya, agar ketika tumbuh lagi bisa lebih lentik. Itulah manusia, rakusnya tidak hanya pada harta, tapi juga pada rupa.</p>
<p>Dari Ibnu Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau mengatakan:</p>
<p class="arab">لعن الله الواشمات والمستوشمات، والنامصات والمتنمصات، والمتفلجات للحسن المغيرات خلق الله</p>
<p>“Allah melaknat <em>al-Wasyimah</em> (para tukang masang tato), <em>al-Mustausyimat</em> (orang yang minta ditato), <em>an-Namishat</em> (orang yang mencabut bulu di wajah), dan <em>al-Mutanamishat</em> (orang yang minta dihilangkan bulu di wajah), dan orang yang mereggangkan gigi untuk kecantikan, mereka orang yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Muslim 2125).</p>
<p>Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan:</p>
<p>Mencabut bulu mata atau memotongnya, termasuk tindakan menghilangkan bulu di wajah yang hukumnya haram. Dalam <em>Muntaha al-Iradat</em> dinyatakan:</p>
<p class="arab">ويحرم النمص، وهو نتف الشعر من الوجه</p>
<p>Haram melakukan <em>an-namsh</em>, yaitu menghilangkan rambut di wajah.</p>
<p>Ibnu Hazm mengatakan:</p>
<p class="arab">والنمص هو نتف الشعر من الوجه، فكل من فعلت ذلك في نفسها أو في غيرها فملعونات من الله عز وجل</p>
<p>An-Namshu adalah mencabut bulu di wajah. Semua orang yang  melakukan hal ini pada dirinya sendiri atau orang lain; semuanya mendapat laknat dari Allah yang Maha Mulia.</p>
<p>Akan tetapi, jika ada bulu mata yang membahayakan, misalnya terlalu panjang sehingga mengganggu mata, pada kodisi ini, tidak terlarang untuk mencukur sebatas untuk menghilangkan gangguan.</p>
<p>Referensi: <em>Fatawa Syabalah Islamiyah</em>, no. 39342</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)</strong></p>
 