
<p><a title="Biografi Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani" href="http://ahlussunnah.info/artikel-ke-70-biografi-syaikh-muhammad-nashiruddin-al-albani-rahimahullah">Syeikh Muhammad Nashiruddin al Albani</a> <em>rahimahullah </em>mendapat pertanyaan sebagai berikut, “<em>Apa hukum menonton televisi di masa kini?</em>”.<!--more--></p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الجواب: التلفزيون اليوم لا شك أنه حرام، لأن التلفزيون مثل الراديو والمسجل، هذه كغيرها من النعم التي أحاط الله بها عباده</p>
<p><strong>Jawaban beliau</strong>, “Tidaklah diragukan bahwa hukum menonton televisi pada masa kini adalah <strong>haram</strong>. Televisi itu seperti radio dan tape recorder. Benda-benda ini dan yang lainnya adalah di antara limpahan nikmat Allah kepada para hamba-Nya.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">كما قال: {وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها}</p>
<p>Sebagaimana firman Allah yang artinya, “<em>Dan jika kalian menghitung nikmat Allah niscaya kalian tidak bisa menghitungnya</em>”</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">فالسمع نعمة والبصر نعمة والشفتان نعمة واللسان، ولكن كثيرا من هذه النعم تصبح نقما على أصحابها لأنهم لم يستعملوها فيما أحب الله أن يستعملوها؛</p>
<p><span style="color: #ff0000;">Pendengaran</span> adalah nikmat Allah. <span style="color: #ff00ff;">Penglihatan</span> juga merupakan nikmat.<span style="color: #800080;"> Dua bibir</span> dan <span style="color: #0000ff;">lidah</span> juga nikmat. Akan tetapi, banyak dari berbagai nikmat yang menjadi sumber bencana bagi orang yang mendapatkan nikmat tersebut karena mereka tidak mempergunakan nikmat dalam perkara yang Allah inginkan.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">فالراديو والتلفزيون والمسجل أعتبرها من النعم ولكن متى تكون من النعم؟ حينما توجه الوجهة النافعة للأمة،</p>
<p><span style="color: #ff00ff;">Radio</span>, <span style="color: #ff0000;">televisi</span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>tape recorder</em></span> adalah nikmat ketika dipergunakan untuk perkara yang mendatangkan nikmat bagi umat.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">التلفزيون اليوم بالمئة تسعة وتسعون فسق، خلاعة، فجور، أغاني محرمة، إلى آخره،</p>
<p>Isi televisi pada masa kini <strong>99 persen</strong> adalah kefasikan, pornografi atau porno aksi, kemaksiatan, nyanyian yang haram dan seterusnya.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">بالمئة واحد يعرض أشياء قد يستفيد منه بعض الناس</p>
<p>Sedangkan <strong>hanya 1%</strong> saja dari tontonannya yang bisa diambil manfaatnya oleh sebagian orang.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">فالعبرة بالغالب،</p>
<p>Sedangkan kaedah mengatakan bahwa nilai sesuatu itu berdasarkan unsur dominan dalam sesuatu tersebut.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">فحينما توجد دولة مسلمة حقا وتضع مناهج علمية مفيدة للأمة حينئذ لا أقول : التلفزيون جائز، بل أقول واجب.</p>
<p>Ketika ada negara Islam yang sesunggunnya lalu negara membuat <strong>program acara TV yang ilmiah dan bermanfaat bagi umat</strong> maka –pada saat itu- kami tidak hanya mengatakan bahwa hukum menonton TV adalah <span style="text-decoration: underline;">boleh </span>bahkan akan kami katakan bahwa menonton TV hukumnya <span style="text-decoration: underline;">wajib</span>.</p>
<p><strong>Sumber:</strong><br>
http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=342586</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br>
Jika demikian hukum menonton TV –menurut <a title="Biografi Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani" href="http://ahlussunnah.info/artikel-ke-70-biografi-syaikh-muhammad-nashiruddin-al-albani-rahimahullah">Syaikh al Albani</a>– di zaman beliau padahal beliau tinggal di Yordania, lalu bagaimana dengan hukum menonton TV saat ini di negeri kita??!!<br>
Fatwa di atas mengisyaratkan bahwa <a title="Biografi Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani" href="http://ahlussunnah.info/artikel-ke-70-biografi-syaikh-muhammad-nashiruddin-al-albani-rahimahullah">Syaikh al Albani</a> tidak mengharamkan gambar bergerak yang tentu ada di layar TV. </p>
 