
<p><em>Bismillah walhamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du</em>:</p>

<h2>Hukum Sebab</h2>
<p><a href="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Bagan-Hukum-Sebab.jpg"><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-67995 size-full" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Bagan-Hukum-Sebab.jpg" alt="hukum sebab" width="810" height="456" srcset="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Bagan-Hukum-Sebab.jpg 810w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Bagan-Hukum-Sebab-300x169.jpg 300w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Bagan-Hukum-Sebab-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 810px) 100vw, 810px"></a></p>
<p><strong>KETERANGAN :</strong></p>
<ol>
<li>Sebab adalah segala usaha yang diambil oleh seseorang untuk mendapatkan/menambah manfaat, atau untuk menghindar/terlepas dari <em>mudharat</em> (bahaya/kerugian).</li>
<li>Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai hamba Allah <em>Ta’ala</em>, tidak bisa terlepas dari mengambil sebab dalam upaya meraih cita-cita kita, yaitu berjumpa dengan-Nya, melihat wajah-Nya di dalam surga-Nya. Bahkan aktifitas duniawi pun yang kita lakukan dengan sadar, tidaklah bisa terlepas dari mengambil sebab dalam upaya mendapatkan/menambah manfaat, atau untuk menghindar/terlepas dari <em>mudharat</em> (bahaya/kerugian). Dari sini dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya mengetahui hukum sebab dan mengamalkannya. Karena hukum sebab ini dibutuhkan sehari-hari dan melanggarnya bisa menjerumuskan pelakunya ke dalam dosa.</li>
<li>Inti hukum sebab pada bagan di atas adalah:<br>
<strong>Pertama,</strong> semua usaha yang diambil haruslah sebab <em>syar’i</em> maupun <em>qadari/kauni</em>.<br>
<strong>Kedua,</strong> hati tidak boleh bersandar kepada sebab, namun wajib bersandar kepada Allah semata.<br>
<strong>Ketiga,</strong> Pencipta sebab dan pentakdir sebab berpengaruh adalah Allah semata.</li>
<li>Maksud sebab <em>syar’i</em> adalah harus terdapat dalil dari Alquran atau As-Sunnah yang sahih, yang menunjukkan bahwa sesuatu itu merupakan sebab, misalnya:<br>
– madu sebagai sebab kesembuhan (obat),<br>
– iman dan amal saleh sebagai sebab masuk surga.</li>
<li>Maksud sebab <em>qadari/kauni</em> adalah terbukti secara ilmiah atau berdasarkan pengalaman yang jelas dan logis bahwa sesuatu itu merupakan sebab, misal :<br>
– tes laborat sebagai sebab mengetahui jenis penyakit,<br>
– makan sebagai sebab kenyang.</li>
</ol>
<h2>Hukum Sebab Saat Dipenuhi atau Tidaknya</h2>
<p><a href="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/hukum-sebab-saat-dipenuhi-atau-tidak.jpg"><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-67915 size-full" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/hukum-sebab-saat-dipenuhi-atau-tidak.jpg" alt="hukum sebab saat dipenuhi atau tidak" width="810" height="456" srcset="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/hukum-sebab-saat-dipenuhi-atau-tidak.jpg 810w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/hukum-sebab-saat-dipenuhi-atau-tidak-300x169.jpg 300w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/hukum-sebab-saat-dipenuhi-atau-tidak-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 810px) 100vw, 810px"></a></p>
<p><strong>KETERANGAN :</strong></p>
<p>Tidak memenuhi hukum sebab akan berakibat:</p>
<ol>
<li>Rusaknya kesempurnaan iman. Maksudnya adalah bisa maksiat, <em>bid’ah,</em> ataupun syirik kecil, tergantung hukum sebab yang mana yang dilanggar.<br>
<strong>atau</strong>
</li>
<li>Rusaknya dasar keimanan. Maksudnya adalah mengeluarkan pelakunya dari keimanan menjadi kafir karena melakukan dosa syirik besar.</li>
</ol>
<h2>Pelanggaran Hukum Sebab</h2>
<p><a href="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/bagan-pelanggaran-hukum-sebab.jpg"><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-67914 size-full" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/bagan-pelanggaran-hukum-sebab.jpg" alt="pelanggaran hukum sebab" width="810" height="456" srcset="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/bagan-pelanggaran-hukum-sebab.jpg 810w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/bagan-pelanggaran-hukum-sebab-300x169.jpg 300w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2021/08/bagan-pelanggaran-hukum-sebab-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 810px) 100vw, 810px"></a></p>
<p><strong>KETERANGAN:</strong></p>
<p>Maksud melanggar hukum sebab pertama adalah tidaklah melanggar kecuali hukum sebab pertama, sehingga hukum sebab kedua dan ketiga tidaklah dilanggar.</p>
<p>Demikian pula maksud melanggar hukum sebab kedua dan melanggar hukum sebab ketiga, yaitu tidaklah melanggar kecuali hukum sebab masing-masing tersebut.</p>
<p>Silakan simak penjelasan rincinya di 6 serial artikel “Hukum Sebab” yang telah kami posting.</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/58418-sebab-sebab-menuju-persatuan-umat.html" data-darkreader-inline-color="">Sebab-Sebab Menuju Persatuan Umat</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/47513-10-sebab-senantiasa-merasa-miskin-dan-kurang-harta.html" data-darkreader-inline-color="">10 Sebab Senantiasa Merasa Miskin Dan Kurang Harta</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penulis:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color=""> Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 