
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus</strong></span></p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Jika salat wajib dilaksanakan sebelum waktunya, apakah boleh kami salat bersama para jamaah dengan niat salat sunnah, dan setelah masuk waktunya kami melakukan salat wajib?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Dibolehkan salat bersama imam tersebut yang melakukan salat wajib sebelum waktunya, kemudian salat kembali ketika masuk waktu salat wajib. Hal ini karena menerapkan kaidah tentang bolehnya perbedaan niat (antara imam dan makmum). Kaidah ini diperkuat dengan dalil yang banyak. Di antaranya adalah hadis Abu Dzar <em>radhiyallahu ‘anhu</em> yang diriwayatkan oleh Muslim. Bahwasanya beliau berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda kepadaku,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">كَيْفَ أَنْتَ إِذَا كَانَت عَلَيْكَ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا أَوْ يُمِيتُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا؟</span></p>
<p>“Bagaimana pendapatmu jika Engkau dipimpin oleh para penguasa yang mengakhirkan salat dari waktunya (baru mendirikan salat setelah waktu salat habis, pent.), atau meninggalkan salat dari waktunya?”</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قَالَ: قُلْتُ: فَمَا تَأْمُرُنِي؟</span></p>
<p>Aku menjawab,<em> “Lantas apa yang Engkau perintahkan kepadaku?”</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قَالَ: صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا، فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ</span></p>
<p>Beliau bersabda,<em> “Lakukanlah salat tepat pada waktunya! Jika kamu mendapati bersama mereka (sedang salat), maka salatlah lagi! Sebab hal itu dihitung pahala sunnah bagimu.” </em>(HR. Muslim dari hadis Abu Dzar <em>radhiyallahu ‘anhu).</em></p>
<p>Dan tidak samar lagi bahwa melaksanakan salat setelah waktunya habis itu dinilai sama dengan melaksanakan salat sebelum masuk waktunya.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">والعلمُ عند الله تعالى، وآخر دعوانا أنِ الحمد لله ربِّ العالمين، وصلى الله على نبيّنا محمّد وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، وسلّم تسليمًا.</span></p>
<p>Sumber: <a href="https://ferkous.com/home/?q=fatwa-144">https://ferkous.com/home/?q=fatwa-144</a></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/58747-hukum-shalat-bermakmum-kepada-penyembah-kubur.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Shalat Bermakmum Kepada Penyembah Kubur</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/50474-hukum-shalat-tahiyyatul-masjid.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Shalat Tahiyyatul Masjid</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penerjemah: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/fauzanhidayat" data-darkreader-inline-color="">Fauzan Hidayat, S.STP., MPA</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 