
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu ‘alaikum. </em></p>
<p>Ustadz, saya ingin bertanya; lebih utama istri yang bekerja di rumah (IRT) atau istri yang bekerja?</p>
<p>Saya sudah bekerja sebagai PNS golongan 2C. Saya ingin cepat menikah, daripada tidak kuat menahan nafsu. Tapi, pacar saya ternyata juga <em>keterima</em> PNS sebagai perawat (yang kerjanya [dengan sistem, <em>red.</em>] <em>shift</em>). Kalau saya menikah dengan dia, saya khawatir kami jarang bertemu. Saya juga tidak suka istri saya (nantinya, <em>red.</em>) harus dinas malam. Kalau saya memutusnya, saya tidak tahu apa yang terjdi dengan dia. Bagaimana pendapat dan solusinya, Ustadz?</p>
<p><em>Wassalamu ‘alaikum.</em></p>
<p><em>NN (**@***.co.id)</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wassalamu ‘alaikum.</em></p>
<p>Seharusnya, Anda tidak berpacaran karena perbuatan tersebut diharamkan. Oleh karena itu, hendaknya, Anda bertobat dan banyak-banyak beristigfar.</p>
<p>Idealnya, Anda memilih istri yang benar-benar bisa menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga dan pengasuh anak keturunan Anda. Semoga Allah segera mempertemukan Anda dengan jodoh yang salehah.</p>
<p><em>Wassalamu ‘alaikum.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A. (Dewan Pembina Senior Konsultasi Syariah).</strong><br>
<strong>Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 