
<p>Tahukah Anda apa alasan mencintai Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>? Inilah alasannya.</p>
<p>Mencintai seseorang dapat kembali kepada 2 alasan :</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Pertama, berkaitan dengan dzat orang yang dicintai</strong></span></p>
<p>Semakin sempurna orang yang dicintai, maka di situlah tempat tumbuhnya kecintaan. Sedangkan Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> adalah manusia yang paling luar biasa dan sempurna dalam akhlaq, kepribadian, sifat dan dzatnya.</p>
<p>Di antara sifat beliau adalah begitu perhatian pada umatnya, begitu lembut dan kasih sayang pada mereka. Sebagaimana Allah mensifati beliau dalam firman-Nya,</p>
<p dir="rtl" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"> لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ</span></p>
<p>”<em>Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin</em>.” (QS. At Taubah: 128)</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Kedua, berkaitan dengan faedah yang akan diperoleh </strong></span></p>
<h2 style="text-align: left;"><span style="color: #ff00ff;"><strong>Buah dari Mencintai Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></strong></span></h2>
<p> </p>
<p>Sungguh, Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> tidak butuh pada kecintaan kita padanya. Dengan adanya kecintaan ini, tidak akan menambah kedudukannya yang mulia dan tidak adanya kecintaan ini pula, tidak akan mengurangi kemuliaan beliau. Karena beliau adalah orang yang paling dicintai di sisi Allah <em>Ta’ala</em>.</p>
<p>Barang siapa yang mengikuti beliau <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> (<em>ittiba’</em>), maka Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosanya. Sebagaimana Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p dir="rtl" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ</span></p>
<p>”<em>Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</em>” (QS. Ali Imran: 31)</p>
<p>Tidak bisa diambil faedah dari kecintaan Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> kecuali bagi siapa yang mencintai beliau. Orang yang demikianlah yang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.</p>
<p>Penjabaran dari faedah di atas dapat dilihat dalam pembahasan berikut ini.</p>
<p><strong><span style="color: #3366ff;"># Mencintai Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> merupakan sebab mendapatkan manisnya iman</span></strong></p>
<p>Allah menjadikan sebab-sebab untuk mendapatkan manisnya iman. Di antara sebab tersebut adalah mencintai Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> melebihi seluruh makhluk.</p>
<p>Telah diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Muslim dari Anas –<em>radhiyallahu ’anhu-</em> , Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ</span></p>
<p>“<em>Tiga perkara yang membuat seseorang akan mendapatkan manisnya iman yaitu : Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya, dia mencintai saudaranya, tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah, dan dia benci kembali pada kekufuran sebagaimana dia benci dilemparkan dalam api.</em>”</p>
<p>Dan yang dimaksudkan dengan (<strong>حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ</strong>)  -sebagaimana disebutkan para ulama <em>rahimahumullah</em>– adalah merasakan kelezatan melakukan ketaatan, bersabar dan merasa nikmat dalam beragama, dan yang demikian juga berpengaruh pada perihal keduniaan.</p>
<p><strong><span style="color: #3366ff;"># Mencintai Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> akan menjadikan seseorang bersama beliau di akhirat</span></strong></p>
<p>Diriwayatkan dari Imam Muslim, Anas bin Malik –<em>radhiyallahu ‘anhu</em>– berkata: “Datang seorang laki-laki pada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> kemudian bertanya: “Kapan hari kiamat datang?” Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bertanya:”Apa yang engkau persiapkan untuk hari kiamat?” Dia menjawab,”<span style="text-decoration: underline;">Cinta Allah dan Rasul-Nya</span>.” Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata,”Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.”</p>
<p>Anas –<em>radhiyallahu ‘anhu</em>– berkata: Tidaklah kami sangat bergembira setelah nikmat Islam kecuali setelah mendengar sabda beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </em>”Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.”</p>
<p>Anas –<em>radhiyallahu ‘anhu</em>– berkata:”Maka sungguh aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar, dan Umar –<em>radhiyallahu ‘anhuma</em>-. Dan saya berharap bisa bersama mereka, walaupun amalanku tidaklah seperti mereka.”</p>
<p><em>Allahu akbar</em>!! Renungkanlah begitu agung dan mulianya balasan bagi orang yang mencintai Nabi yang mulia –<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>-.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p><strong><span style="color: #3366ff;">#  Mencintai Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> akan memperoleh kesempurnaan iman</span></strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ</span></p>
<p>“<em>Seseorang tidaklah beriman (dengan sempurna, peny) hingga aku lebih dicintainya dari anak dan orang tuanya serta manusia seluruhnya</em>.”<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Kesempurnaan iman ini hanya akan diperoleh dengan mentaati dan tunduk patuh, tanpa ada keraguan sedikitpun.</p>
<p dir="rtl" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</span></p>
<p><em>“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”</em> (QS. An Nisa’: 65)</p>
<p><strong><span style="color: #3366ff;">#  Mencintai Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> merupakan bagian dari <em>dzikrullah</em> yang akan membuahkan hilangnya kesedihan, perbaikan keadaan, dan ampunan dosa.</span></strong></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآَمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ</span></p>
<p>“<em>Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka</em>.” (Muhammad: 2)</p>
<p>Dengan dua alasan ini –yang berkaitan dengan sifat dan faedah dari mencintai beliau yang disebutkan di atas- <strong>tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak mencintai beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></strong><em>.</em><a href="#_ftn3"><em><strong>[3]</strong></em></a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel https://rumaysho.com</p>
<p style="text-align: left;">Wisma MTI, Siang hari, 28 Jumada Tsaniyah 1428 H</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/119-inilah-faedah-bagi-yang-mencintai-nabinya.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Inilah Faedah Bagi yang Mencintai Nabinya</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/865-teladan-sahabat-dalam-mencintai-nabi.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Teladan Sahabat dalam Mencintai Nabi</strong></span></a></li>
</ul>
<hr>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai beliau (dengan benar) sehingga kita dapat bersama Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> di akhirat kelak. <em>Amin Yaa Mujibad Da’awat</em>. (-<em>peny</em>)</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> HR. Muslim</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Bab ini diringkas dari <em>Huququn Nabi bainal Ijlal wal Ikhlal</em>, hal.40-46, <em>Hubbun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa ‘alamatuhu</em>, hal. 13-15. Dan ada sedikit tambahan dari editor.</p>
 