
<p><span style="font-weight: 400;">Seorang dokter muslim harus memahami  tentang pengobatan syar’i yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah, serta mengkabarkan kepada pasien dan mengajarkan kepada mereka. Di antara pengobatan syar’i yang penting untuk diketahui :</span></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>(1). Berobat dengan Al Qur’an</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ ( Al Isra’:82)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pernah mengobati dirinya dengan bacaan Al Qur’an. Demikian pula ‘Aisyah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anha</span></i><span style="font-weight: 400;"> pernah memegang kedua tangan Rasululllah, kemudian membacakan (ayat Al Qur’an) pada keduanya, kemudian mengusap dengan kedua tangan beliau ke seluruh tubuhnya dalam rangka berharap barokah dari kedua tangan Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Imam Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> berkata, “ Hal yang sudah diketahui bahwa sebagian perkataan memiliki kekhususan dan manfaat untuk memberikan pengaruh kesembuhan. Maka tidak diragukan lagi tentang keutamaan kalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Rabbul ‘alamin</span></i><span style="font-weight: 400;">, yang keutamaannya terhadap seluruh perkataan  seperti keutamaan Allah terhadap seluruh makhluk-Nya. Kalam Allah merupakan obat yang sempurna dan bemanfaat, sekaligus cahaya dan petunjuk, serta rahmat yang luas. Seandainya diturunkan kepada gunung, niscaya gunung tersebut hancur  karena kebesaran dan keagungan-Nya “.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka hendaknya seorang dokter muslim juga mengajarkan kepada pasien</span> <span style="font-weight: 400;">ruqyah dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">Al</span></i><span style="font-weight: 400;"> </span><i><span style="font-weight: 400;">mu’awwidzaat</span></i><span style="font-weight: 400;"> (surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas), Ayat Kursi, serta surat Al Fatihah. Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;"> bahwasanya ada sekelompok sahabat Rasulullah yang sedang melakukan perjalanan. Kemudian mereka sampai ke suatu kampung Arab kemudian meminta izin untuk bertamu. Namun masyarakat tersebut menolak untuk menjamu mereka. Suatu saat pimpinan masyarakat tersebut disengat binatang, kemudian mereka berusaha mengobatinya dengan segala yang mereka punya namun tidak bermanfaat sedikitpun. Sebagian di antara mereka berkata, “ Bagaimana jika engkau menemui sekelompok orang yang datang kepada kita, barangkali mereka punya sesuatu untuk mengobati”. Maka mereka pun mendatangi para sahabat dan berkata, “ Wahai kaum pendatang, sesungguhnya pemimpin kami disengat binatang. Kami telah mencoba berbagai pengobatan  namun tidak bermanfaaat. Apakah kalian punya sesuatu untuk mengobati?” Maka di antara para sahabat ada yang menjawab, “ Ya. Demi Allah, saya akan meruqyah. Akan tetapi kami telah meminta izin untuk bertamu kepada kalian, namun kalian tidak mau menjamu kami. Aku tidak akan meruqyah sampai kalian memberi kami imbalan”. Kemudian mereka memberikan hadiah kambing. Sahabat tersebut meruqyah dengan meludah dan membacakan surat Al Fatihah sehingga pemimpin tersebut sembuh. Setelah itu sahabat tersebut kembali kepada kelompoknya. Salah seorang di antara sahabat berkata , “ Bagilah kambing tersebut! “. Namun orang yang meruqyah berkata, “Jangan kalian lakukan sampai kita bertemu Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan menjelaskan kepada beliau. Akhirnya mereka bertemu Rasulullah dan menjelaskan yang terjadi kepada beliau. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda, “ </span><i><span style="font-weight: 400;">Siapa yang memberitahu kalian bahwa surat Al Fatihah adalah ruqyah? Ambillah kambing-kambing tersebut dan aku juga diberi bagian</span></i><span style="font-weight: 400;">” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Muttafaqun ‘alaih</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/44586-rukyah-dengan-madu-habbatus-sauda-dan-minyak-zaitun.html" data-darkreader-inline-color="">Ruqyah dengan Madu, Habbatus Sauda dan Minyak Zaitun</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>(2). Ruqyah dan Doa-Doa Nubuwah</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan dari ‘Aisyah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anha</span></i><span style="font-weight: 400;">, beliau berkata, “ Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya.  Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;"> “ Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain</span></i><span style="font-weight: 400;">”  (</span><i><span style="font-weight: 400;">Muttafaqun ‘alaihi</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan pula dari ‘Aisyah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anha</span></i><span style="font-weight: 400;">, bahwa Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pernah berdoa kepada orang yang sakit :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيْمُنَا بِإِذْنِ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Dengan menyebut nama Allah , dengan debu tanah kami, dan ludah salah satu dari kami, mudah-mudahan yang sakit di antara kami diberi kesembuhan, dengan izin Rabb kami) </span></i><span style="font-weight: 400;">” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Muttafaqun ‘alaihi</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan dari ‘Utsman bin Abul ‘Aas ats Tsaqafy, beliau pernah mengadu kepada Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;"> tentang rasa nyeri yang dia dapatkan pada dirinya sejak dia masuk Islam</span><b>. </b><span style="font-weight: 400;">Maka Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> berkata kepadanya, “ </span><i><span style="font-weight: 400;">Taruh tanganmu pada bagian yang sakit dan ucapkanlah, Bismillah sebanyak tiga kali. Kemudaian ucapkanlah sebanyak tujuh kali : </span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Aku berlindung kepada Allah dan kekuatan-Nya dari kejahatan yang aku temui dan aku takuti </span></i><span style="font-weight: 400;">” (H.R. Muslim)</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/43580-meruqyah-perempuan-yang-sedang-haidh.html" data-darkreader-inline-color="">Meruqyah Perempuan yang Sedang Haidh</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>(3). Air Zam-Zam</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhuma</span></i><span style="font-weight: 400;">, beliau pernah mendengar Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Air Zam sesuai dengan (keinginan) orang yang meminumnya</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (H.R Ibnu Majah, </span><i><span style="font-weight: 400;">shahih</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul ‘Arabi r</span><i><span style="font-weight: 400;">ahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> berkata, “ Efek penyembuhan dengan air zam-zam tetap ada sampai hari kiamat, bagi orang yang benar niatnya dan tidak mendustakannya, serta tidak minum hanya untuk mencoba-coba. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertawakal ”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Imam Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> berkata, “ Saya dan sebagian orang yang lain telah mencoba minum air zam-zam untuk tujuan menyembuhkan dari berbagai penyakit. Dengan izin Allah penyakit tersebut dapat hilang” Beliau juga pernah berkata, “ Saya pernah tinggal di Mekah beberapa waktu. Saya sakit dan tidak menemukan dokter maupun obat-obatan. Saya kemudian berobat sendiri dengan surat Al Fatihah dan meminum air zam-zam. Saya membacakan di atas air zam-zam surat Al Fatihah beberapa kali kemudian saya meminumnya. Setelah itu penyakit tersebut dapat sembuh. Semenjak itu, saya berikhtiar dengannya untuk banyak penyakit dan ternyata dapat bermanfaat ”</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/32166-keutamaan-dan-keistimewaan-air-zamzam-01.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan dan Keistimewaan Air Zamzam </a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>(4). Madu</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> menjadikan di dalam madu ada oabat untuk penyakit-penyakit. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (An Nahl:69)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan dari sahabat Ibnu ‘Abbas </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhuma</span></i><span style="font-weight: 400;">, Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Kesembuhan ada dalam tiga perkara , minum madu, pada sayatan pisau bekam, dan pengobatan kay menggunakan api. Namun aku melarang dari umatku berobat dengan kay</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (H.R. Bukhari)</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/55406-bisakah-habbatus-sauda-dan-madu-mencegah-mengobati-wabah.html" data-darkreader-inline-color="">Bisakah Habbatus Sauda dan Madu Mencegah dan Mengobati Wabah?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/55437-berobat-dengan-sedekah.html" data-darkreader-inline-color="">Berobat Dengan Sedekah ?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Diterjemahkan dari buku </span><i><span style="font-weight: 400;">Risalah ilaa at Thabib al Muslim</span></i><span style="font-weight: 400;"> hal 19-21 karya Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullah</span></i></p>
<p><strong>Penerjemah : <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/adika" data-darkreader-inline-color="">Adika Mianoki</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 