
<p>Betapa sering kita mendengar ucapan: Islam Indonesia, atau Islam Jawa, atau Islam ormas ini dan ormas itu….</p>
<p>Aneh bin ajaib memang terdengarnya! Islam dikotak-kotakkan menjadi sempit. Bahkan ada yang lebih sempit lagi, yaitu ketika ada dari kita yang berkata: Islam saya atau Islam menurut saya. Padahal anda pasti mengetahui bahwa Islam agama bagi semua orang, bangsa dan negri alias universal. Anda pasti sering mendengar, atau bahkan membaca ayat berikut:</p>
<p class="arab">وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ</p>
<p>“<em>Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan agar menjadi rahmat bagi alam semesta</em>” (QS. Al Anbiya’ 107)</p>
<p>Sobat, mari kita lepaskan berbagai baju yang sempit, atribut lokal, pola pikir yang picik, dan menggantinya dengan yang luas, universal dan pola pikir cerdas. Mungkin anda bertanya: Bagaimanakah caranya?</p>
<p>Jawabannya: sederhana, yaitu pelajari dan amalkan Islam yang jauh dari embel-embel lokal, yaitu Islam yang hanya bersumberkan dari Al Qur’an dan As Sunnah.</p>
<p class="arab">وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ</p>
<p>“<em>Dan apapun yang diajarkan oleh Rasulullah, maka terimalah dan apapun yang dilarang oleh Rasulullah, maka tinggalkanlah.dan bertaqwalah kalian, karena sejatinya Allah Maha Pedih Siksanya</em>” (QS. Al Hasyr 7)</p>
<p>Anda siap menjadi muslim sejati? Buktikan segera!</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Ustadz DR. Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA.</p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
 