
<p>Jadilah wanita yang punya pendirian kokoh. Jangan sampai mau korbankan agama hanya karena ada pria yang tertarik menikah dengannya.</p>
<p>Coba contohi <a href="https://rumaysho.com/3539-kisah-rumaysho-ummu-sulaim-yang-begitu-penyabar.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>Ummu Sulaim Rumaysho</strong></span></a> berikut ini.</p>
<p style="font-weight: 400;">Anas mengatakan bahwa Abu Thalhah melamar Ummu Sulaim sebelum Abu Thalhah masuk Islam. Ummu Sulaim berkata, “Saya tertarik kepadamu dan semisalmu juga mendatangiku. Sayangnya, kamu itu laki-laki kafir. Saya adalah wanita muslimah. Jika kamu mau masuk Islam, itu sudah cukup menjadi maharku. Aku tidak akan meminta lagi mahar lainnya.”<strong> Lantas Abu Thalhah masuk Islam dan menikahi Ummu Sulaim. </strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Lihat <em>Tahdzib Hilyah Al-Auliya’ wa Thabaqaat Al-Ashfihaa’</em> karya Al-Hafizh Abu Nu’aim Al-Ash-fahani, 1:279.</p>
<p style="font-weight: 400;">Semoga Allah merahmati Rumaysho Ummu Sulaim. Semoga semua wanita muslimah bisa meneladani Rumaysho Ummu Sulaim.</p>
<p> </p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p><em>Tahdzib Hilyah Al-Auliya’ wa Thabaqaat Al-Ashfihaa’</em>. Cetakan pertama, Tahun 1419 H. Shalih Ahmad Asy-Syami. Penerbit Maktahab Al-Islamy.</p>
<p> </p>
<p>–</p>
<p> </p>
<p><a href="https://darushsholihin.com"><span style="color: #ff0000;"><strong>@ Ponpes Darush Sholihin, Gunungkidul</strong></span></a>, 19 Syawal 1443 H</p>
<p><strong>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal </a></strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://remajaislam.com"><span style="color: #ff0000;">RemajaIslam.Com</span></a></strong></p>
 