
<p><strong>Selasa 16.00 – 17.15</strong></p>
<p>Materi: <em>Kun Salafiyyan ‘Ala Jaaddah</em> (Jadilah Pengikut Rasulullah yang Sejati)<br>
Tempat: Majid Ibnu Sina Fak. Kedokteran Umum UGM<br>
Pemateri: Ust. Abu Sa’ad</p>
<p><strong>Rabu 16.00 – 17.15</strong></p>
<p>Materi: <em>Masaail Jahiliyyah</em> (Perkara-Perkara Jahiliyyah)<br>
Tempat:  Masjid As Salam (Karang Bendo)<br>
Pemateri: Ust. Marwan<br>
Materi: <em>Tazkiyatun Nafs</em><br>
Tempat: Wisma Rhoudhotul ‘Ilmi (Pogung Kidul)</p>
<p><strong>Kamis 16.00 – 17.15</strong></p>
<p>Materi: <em>Al Wajibat</em><br>
Tempat: Wisma Rhodhotul ‘Ilmi (Pogung Kidul)<br>
Pemateri: Ust. Abu Salman</p>
<p><strong>Sabtu 16.00 – 17.15</strong></p>
<p>Materi: <em>Aqidah Washitiyyah</em><br>
Tempat: Masjid As Salam<br>
Pemateri: Ust. Marwan<br>
Materi: <em>Lum’atul I’tiqod</em><br>
Tempat: Wisma Rhoudhotul ‘Ilmi (Pogung Kidul)</p>
<p><strong>Ahad 16.00 – 17.15</strong></p>
<p>Materi: <em>Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wa Kitab Al-‘Aziz</em><br>
Tempat: Masjid Al-‘Ashri (Pogung Rejo)</p>
<p>Contact Person:<br>
081 328 290 586</p>
<p><!--more--><br>
<strong>Perhatian:</strong> Semua kajian Ma’had ‘Ilmi Putri Yogyakarta terbuka untuk diikuti semua muslimah.</p>
<p><strong>Pembagian Kelas</strong></p>
<p>Ma’had Al ‘Ilmiu diharapkan dapat menjadi fasilitator bagi  orang-orang yang hendak mempelajari ilmu syar’i secara ta’shily  (berjenjang). Karena mempelajari ilmu ibarat membangun sebuah bangunan.  Tidak boleh serampangan dan sesukanya. Perlu metode dan tahapan untuk  mendirikannya menjadi sebuah bangunan yang kokoh.</p>
<p>Pembagian kelas menjadi i’dad (awal) dan takhoshshush bukan  merupakan bentuk eksklusivitas antara santri baru dan santri lama.  Bukan pula untuk mengatakan bahwa kelas yang satu lebih hebat  dibandingkan kelas yang lain. Pembagian tersebut dibuat agar selama di  Ma’had Al ‘Ilmi, santri dapat belajar sesuai dengan jenjang yang telah  ditetapkan, sehingga pemahaman tentang ilmu syar’i yang mereka harapkan  insya Allah dapat tercapai. Kesabaran dan ketekunan memang diperlukan.  Bersabarlah mempelajari ilmu perlahan-lahan.</p>
<p>Meskipun demikian, santri tidak dibatasi hanya boleh mengikuti  ta’lim untuk kelasnya. Santri i’dad boleh mengikuti ta’lim  takhoshshush, dan begitu pula sebaliknya. Asalkan, mereka tidak  mengabaikan pelajaran di kelas mereka masing-masing serta dapat membagi  waktu agar tetap bisa mengulangi pelajaran kelasnya masing-masing di  luar jam ta’lim.</p>
<p>Jangan pula segan untuk mengajak teman, saudara atau bahkan keluarga  antunna untuk mengikuti ta’im ma’had. Ta’lim Ma’had Al ‘Ilmi tidak  dibatasi hanya untuk santri ma’had saja. Sampaikanlah hal ini kepada  mereka. Semoga Allah memudahkan jalan antunna dalam menjadi pembuka  pintu kebaikan bagi orang lain.</p>
<p>Akhir kata, bersungguh-sungguhlah dalam mempelajari ilmu syar’i  (ilmu dien). Karena sesungguhnya, kebahagiaan seseorang bergantung  kepada pemahamannya terhadap ilmu dien.</p>
<p>اللهم علمنا بما ينفعنا و انفعنا بما علمتنا و ربنا زدنا علما</p>
<p><em>“Ya Allah, ajarkanlah kepada kami sesuatu yang bermanfaat bagi  kami. Berikanlah manfaat kepada kami atas ilmu yang telah Engkau  ajarkan. Dan tambahkanlah ilmu kami.”</em></p>
<p>Pesan Dari Kami Sebagai Saudari <em>Antunna Fillah</em>:</p>
<ol>
<li><em>“Bersemangatlah untuk segala sesuatu yang bermanfaat bagimu, mohon pertolonganlah kepada Allah, dan jangan lemah!”</em></li>
<li>Selalu ingat: Kita belajar di ma’had bukan untuk kepentingan orang  lain, namun untuk kebaikan diri kita sendiri. Bersyukurlah atas nikmat  hidayah taufik, kesehatan, materi dan kesempatan dari Allah untuk kita,  yang mungkin tidak Allah berikan kepada orang lain. Maka, bersyukulah  kepada allah atas nikmat itu dengan bersyukur dalam hati, melalui lisan  dan memanfaatkan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya.</li>
<li>Saling menasehatilah dengan saudari kita yang lain. Saling memberi  semangatlah. Muroja’ahlah pelajaran ta’lim bersama. Sesungguhnya  kebersamaan dalam rangka ketakwaan kepada Allah akan memberikan  ketenangan dan semangat di dalam jiwa.</li>
<li>Bersandarlah hanya kepada Allah dalam menuntut ilmu syar’i ini.  Hanya Allah yang mampu menumbuhkan semangat di dalam dada kita. Hanya  Allah yang mampu mennjaga agar kita tetap istiqomah di saat orang lain  mulai berlalu dari majelis-majelis ta’klim. Hanya Allah yang mampu  memberikan ilmu yang bermanfaat kepada kita dan menjadikan ilmu yang  kita miliki bermanfaat bagi kita. Robbanaa zidnaa ‘ilman.</li>
<li>Datanglah ke ta’lim dengan jiwa yang lapang dan bahagia.  Berusahalah datang sebelum ta’lim dimulai. Mohonlah kepada Allah agar  kita dijadikan hamba Allah yang memiliki waktu yang barokah.</li>
<li>Berusahalah menjaga adab kepada Ustadz, baik di saat ta’lim maupun  di luar ta’lim. Sebisa mungkin hindari ngobrol atau bercanda yang tidak  perlu dengan teman selama ta’lim. Usahakan pula untuk tidak ber-sms  atau “bermain” HP (handphone) selama ta’lim, kecuali jika memang ada  udzur dan itupun sebaiknya dilakukan di luar majelis. Setelah urusan  tersebut selesai barulah masuk kembali ke dalam majelis. Sepantasnyalah  majelis ta’lim dihormati dengan penuh adab.</li>
<li>Jika ketinggalan pelajaran, berusahalah untuk mengejar dan mencari tahu kepada teman atau ustadz.</li>
</ol>
<p><strong>Tambahan:</strong></p>
<ol>
<li>Pada asalnya ta’lim tetap diadakan kecuali jika ada pemberitahuan libur dari pengurus ma’had.</li>
<li>Insya Allah akan diadakan ujian setiap semester (2 kali setahun).</li>
<li>Jika ada kritik dan saran dari kita untuk pengurus ma’had, jangan  segan-segan untuk menyampaikannya. Menyampaikan nasehat adalah tanda  cinta seseorang kepada saudarinya seiman. Lagipula pengurus ma’had pun  hanya manusia biasa yang banyak lupa dan kesalahannya. Semoga Allah  membalas kebaikan kita dengan sebaik-baik balasan. <em>Zaadakunnallahu hirshan.</em>
</li>
</ol>
<p>Semoga Allah melimpahkan ketakwaan dan kesabaran kepada kita dalam menempuh jalan ini</p>
<p>Yogyakarta 4 Dzulqo’dah 1428 / 14 November 2007</p>
<p>Pengurus Ma’had Al ‘Ilmi Putri</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 