
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/35253-jalan-jalan-menuju-surga-01.html">Jalan-Jalan Menuju Surga (01)</a></em></p>
<p><b>Surga Memiliki Banyak Tingkatan</b></p>
<p>Dari Abu Hurairah <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ، كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ</b></p>
<p>“<i>Sesungguhnya surga memiliki seratus derajat (tingkatan ke atas, pen.) yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara dua derajat itu sebagaimana jarak antara langit dan bumi</i>.” <b>(HR. Bukhari no. 7423)</b></p>
<p>Dalam hadits yang lain yang juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>فِي الجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةٍ مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ مِائَةُ عَامٍ</b></p>
<p>“<i>Surga memiliki seratus tingkatan. Jarak antara dua tingkatan itu seratus tahun (perjalanan, pen.)</i>.” <b>(HR. Tirmidzi no. 2529, shahih)  </b></p>
<p><b>Surga, Tempat Tinggal dan Kedudukan Paling Tinggi</b></p>
<p>Dari Abu Sa’id Al-Khudhri <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaih wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ، كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ مِنَ الْأُفُقِ مِنَ الْمَشْرِقِ أَوِ الْمَغْرِبِ، لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ، قَالَ «بَلَى، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ»</b></p>
<p>“<i>Sesungguhnya</i> <i>penghuni surga</i> <i>benar-benar melihat penghuni kamar-kamar di atas mereka sebagaimana kalian melihat bintang terang lewat dari ufuk timur atau barat karena perbedaan keutamaan di antara mereka</i>.”</p>
<p>Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu tempat para Nabi yang tidak akan mungkin dicapai oleh selain mereka?”</p>
<p>Beliau <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>menjawab, “<i>Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul</i>.”<b> (HR. Muslim no. 2831)</b></p>
<p>Dari  Al-Mughirah <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>قَالَ: رَبِّ، فَأَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً؟ قَالَ: أُولَئِكَ الَّذِينَ أَرَدْتُ غَرَسْتُ كَرَامَتَهُمْ بِيَدِي، وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا، فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ، وَلَمْ تَسْمَعْ أُذُنٌ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ</b></p>
<p>“<i>Musa berkata, ‘(Bagaimana dengan nasib) orang yang paling tinggi kedudukannya di surga?’ Rabb menjawab, ‘Mereka itu orang pilihan-Ku, kemuliaan mereka di tanganku, dan Aku menutup (kemuliaan) itu. </i><b><i>Ia belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terbetik dalam hati manusia</i></b><b>.”</b> <b>(HR. Muslim no. 189)</b></p>
<p><b>Kamar-Kamar di Surga</b></p>
<p>Penduduk surga memiliki kamar-kamar, sebagaimana firman Allah Ta’ala,</p>
<p style="text-align: right;"><b>لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ</b></p>
<p>“<i>Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah Telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya</i>.” <b>(QS. Az-Zumar [39]: 20)</b></p>
<p>Dari ‘Ali, Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>إِنَّ فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا  </b></p>
<p>“<i>Sesungguhnya surga itu memiliki kamar. Sisi luarnya dapat dilihat dari dalam, begitu juga sisi dalamnya dapat dilihat dari luar</i>.”</p>
<p>Kemudian seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, untuk siapakah kamar-kamar itu?”</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>menjawab,</p>
<p style="text-align: right;"><b>لِمَنْ أَطَابَ الكَلَامَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ</b></p>
<p>“<i>Untuk orang yang selalu berkata baik, suka memberi makan orang lain, membiasakan puasa, dan suka melakukan shalat karena Allah di waktu malam ketika manusia tidur terlelap.</i>” <b>(HR. Tirmidzi no. 1984, dinilai hasan oleh Al-Albani.) </b></p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p>Diselesaikan di tengah badai salju, Rotterdam NL 21 Rabi’ul awwal 1439/10 Desember 2017</p>
<p>Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,</p>
<p>Penulis: <a href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim">Muhammad Saifudin Hakim</a><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 