
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abu Amr Ibnu Sholah, ulama besar Syafiiyyah, dalam kitab fatawanya mengatakan :</span></p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">اَلْعُقُوْقُ الْمُحَرَّمُ كُلُّ فِعْلٍ يَتَأَذَّى بِهِ الْوَالِدُ أَوْ نَحْوُهُ تَأَذِّيًا لَيْسَ بِالْهَيِّنِ مَعَ كَوْنِهِ لَيْسَ مِنَ الْأَفْعَالِ الْوَاجِبَةِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">“Durhaka yang hukumnya haram adalah semua tindakan yang menyebabkan  ayah atau semisalnya terganggu dengan gangguan yang tidak tergolong remeh/kecil padahal tindakan tersebut hukumnya tidaklah wajib menurut syariat.” (<em>Syarh Shahih Muslim</em> karya Imam an-Nawawi jld 1 hlm 267, Dar Al-Manar Kairo)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hampir-hampir tidak ada anak yang tidak pernah bikin jengkel orang tuanya. Apakah ini bermakna hampir semua anak itu melakukan dosa besar durhaka orang tua? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penjelasan Ibnu Sholah di atas memberikan pencerahan kepada kita terkait hal ini:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dosa besar durhaka terhadap ayah, ibu, kakek dan nenek itu terjadi jika ada tindakan bikin jengkel yang keterlaluan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diantara indikator keterlaluan adalah ibu sampai menangis, ayah marah besar, ortu mendiamkan anaknya dll. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Akan tetapi jika hal yang bikin jengkel itu hal yang hukumnya wajib menurut agama tidak tergolong durhaka. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misal ada ortu yang jengkel luar biasa karena anak gadisnya disiplin tutup aurat, tidak mau pasang sesaji dll. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam kasus ini meski orang tua sangat jengkel anak tidak tergolong durhaka terhadap ortu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Meski bikin jengkel yang tidak keterlaluan itu tidak tergolong dosa besar durhaka ortu tidaklah diragukan bahwa mampu menghindarinya adalah sempurna dalam bakti kepada orang tua. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah  jadikan penulis dan semua pembaca tulisan ini anak-anak yang berbakti kepada orangtua masing-masing. </span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 