
<p>Apa saja tanda cinta dunia?</p>
<p> </p>
<p>Coba kita awali dengan merenungkan ayat berikut ini.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (17)</span></p>
<p>“<em>Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.</em>” (QS. Al A’laa: 16-17)</p>
<p>Malik bin Dinar berkata:</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا مِنْ ذَهَبٍ يَفْنَى ، وَالآخِرَةُ مِنْ خَزَفٍ يَبْقَى لَكَانَ الوَاجِبُ أَنْ يُؤْثِرَ خَزَفٍ يَبْقَى عَلَى ذَهَبٍ يَفْنَى ، فَكَيْفَ وَالآخِرَةُ مِنْ ذَهَبٍٍِ يَبْقَى ، وَالدُّنْيَا مِنْ خَزَفٍ يَفْنَى؟</span></p>
<p>“Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana. Padahal sejatinya akhirat adalah emas yang kekal abadi dan dunia adalah tembikar yang nantinya fana.” (Lihat <i>Fathul Qodir</i>, Imam Asy-Syaukani, 5:567-568)</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/3336-nikmat-dunia-pasti-akan-sirna.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Nikmat Dunia Pasti Akan Sirna</span></a></strong></span></p>

<p>Jangan-jangan kita memang sedang terjangkit cinta dunia. Ini di antara tanda-tandanya.</p>
<h3>1. Mengorbankan agama dan lebih memilih kekafiran</h3>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا</span></p>
<p>“<em>Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. <u>Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia</u>.</em>” (HR. Muslim no. 118)</p>
<p> </p>
<h3>2. Hati jadi lalai dari mengingat akhirat sehingga kurang dalam beramal saleh</h3>
<p>Dari Abu Musa Al-Asy’ari <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ أَحَبَّ دُنْيَاهُ أَضَرَّ بِآخِرَتِهِ وَمَنْ أَحَبَّ آخِرَتَهُ أَضَرَّ بِدُنْيَاهُ فَآثِرُوا مَا يَبْقَى عَلَى مَا يَفْنَى</span></p>
<p>“<em>Siapa yang begitu gila dengan dunianya, maka itu akan memudaratkan akhiratnya. Siapa yang begitu cinta akhiratnya, maka itu akan mengurangi kecintaannya pada dunia. Dahulukanlah negeri yang akan kekal abadi (akhirat) dari negeri yang akan fana (dunia).” </em>(HR. Ahmad, 4:412. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini <em>hasan lighairihi</em>.)</p>
<p>Dalam surat Adz-Dzariyat juga disebutkan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ (10) الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ (11)</span></p>
<p>“<em>Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai.</em>” (QS. Adz-Dzariyat: 10-11)</p>
<p>Yang dimaksud “<em>alladzina hum fii ghomroh</em>” adalah mereka buta dan jahil akan perkara akhirat. “<em>Saahun</em>” berarti lalai. <em>As-sahwu</em> itu berarti lalai dari sesuatu dan hati tidak memperhatikannya. Sebagaimana hal ini ditafsirkan dalam <em>Zaad Al-Masir</em> karya Ibnul Jauzi.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/21017-faedah-surat-an-nuur-32-meninggalkan-kesibukan-dunia-itu-berat.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Meninggalkan Kesibukan Dunia itu Berat</span></a></strong></span></p>
<p> </p>
<h3>
<b>3. K</b>urang mendapatkan kelezatan ketika berdzikir</h3>
<p>Di dalam <em>Majmu’ah Al-Fatawa</em> (9:312), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan perkataaan ulama Syam yaitu Sulaiman Al-Khawwash, “Dzikir bagi hati kedudukannya seperti makanan untuk badan. Ketika badan sakit, tentu seseorang sulit merasakan lezatnya makanan. Demikian pula untuk hati tidak bisa merasakan nikmatnya dzikir ketika seseorang terlalu cinta dunia.”</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/16613-khutbah-jumat-tanda-cinta-dunia.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Khutbah Jumat, Tanda Cinta Dunia</span></a></strong></span></p>
<p> </p>
<h3>Tanda cinta dunia lainnya adalah:</h3>
<ul>
<li>gila harta,</li>
<li>gila jabatan,</li>
<li>gila kehormatan,</li>
<li>gila ketenaran;</li>
<li>hidup mewah dengan pakaian, makanan dan minuman;</li>
<li>waktunya sibuk mengejar dunia;</li>
<li>ia mengejar dunia lewat amalan akhirat.</li>
</ul>
<p>Yang dimaksud mengejar dunia lewat amalan akhirat, contohnya amalan “<span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/22298-shalawatin-saja.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>shalawatin saja</strong></a></span>” untuk dapat iphone hingga dapat mobil mahal.</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/3215-dunia-memang-menggiurkan.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Dunia Memang Menggiurkan </span></a>
</h4>
<p> </p>
<blockquote><p>Semoga Allah memberikan kepada penulis dan pembaca sekalian hidayah agar tidak terlalu cinta dunia, lebih mendahulukan akhirat.</p></blockquote>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/10-surat-seorang-kakak-untuk-adik-tercinta-hidup-di-dunia-hanyalah-sementara.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Surat Seorang Kakak untuk Adik Tercinta, Hidup di Dunia Hanyalah Sementara</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/18325-celaan-bagi-yang-sibuk-dengan-dunia-lantas-lalai-dari-dzikir.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Celaan bagi Yang Sibuk dengan Dunia Lantas Lalai dari Dzikir</strong></span></a></li>
</ul>
<p>—</p>
<p><a href="https://darushsholihin.com">Darush Sholihin</a>, sore 14 Dzulhijjah 1442 H</p>
<p><a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal </a></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></strong></p>
 