
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">فينبغي للإنسان أن لا يحتقر أحدًا ؛ فربما كان المحتقَر أطهرُ قلبًا ، وأزكى عملًا ، وأخلص نية ، فإنَّ احتقار عباد الله يورث الخسران ، ويورث الذُّل والهوان</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Seorang ulama, Al-Munawi memberi nasehat,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sepatutnya seorang muslim itu tidak meremehkan siapapun. Boleh jadi orang yang diremehkan itu lebih bersih hatinya, lebih berkualitas amalnya dan lebih ikhlas amalnya. Tindakan meremehkan sesama muslim hanya akan membuahkan kerugian dan menyebabkan kehinaan.” (<em>Faidhul Qodir</em> 5/380)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berupaya menjadi orang baik  adalah sebuah keharusan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Akan tetapi merasa sempurna jadi orang baik merupakan sikap yang tidak benar. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memantaskan diri untuk meraih predikat sholih wajib diupayakan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Akan tetapi merasa sudah bertakwa dan sholih adalah hal yang dilarang oleh Allah dalam surat an-Najm.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 