
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya: </strong><a href="https://muslim.or.id/50747-jangan-risau-dan-khawatir-dengan-jatah-rizki-kita-bag-1.html"><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Jangan Risau dan Khawatir dengan ”Jatah” Rizki Kita (Bag. 1)</span></strong></a></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Kewajiban kita hanyalah berusaha mencari rizki yang halal dengan senantiasa bertawakkal kepada-Nya</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekali lagi kami ingin tekankan, bahwa Allah-lah yang menjamin rizki kita di dunia ini. Sampai-sampai Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan rizkinya telah ditetapkan oleh Allah.” </span><b>(QS. Huud [11]: 6)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika binatang saja mendapatkan jaminan demikian, bagaimana lagi dengan manusia? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala juga tidak akan mencabut nyawa kita kecuali Allah telah menyempurnakan bagian rizki tersebut untuk kita. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya jiwa itu tidak akan mati sehingga sempurnalah rizkinya.” </span><b>(HR. Ibnu Majah. Dinilai </b><b><i>shahih </i></b><b>oleh Syaikh Albani dalam </b><b><i>Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah </i></b><b>no. 2144)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/8470-prinsip-seorang-muslim-kala-mengais-rizki-dan-ingin-sembuh-dari-penyakit.html" data-darkreader-inline-color="">Prinsip Seorang Muslim Kala Mengais Rizki dan Ingin Sembuh dari Penyakit</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">sudah menyatakan demikian, maka kewajiban kita adalah berusaha untuk mencari dan mendapatkan rizki itu dari Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">dari jalan-jalan yang halal. Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">berfirman dalam hadits qudsi,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِى أُطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِى أَكْسُكُمْ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Wahai para hamba-Ku, kalian semua adalah lapar kecuali yang Aku beri makan. Maka </span><b>mintalah makan kepada-Ku</b><span style="font-weight: 400;"> niscaya akan Aku beri makan. Wahai para hamba-Ku, kalian semuanya adalah telanjang kecuali yang Aku beri pakaian. Maka </span><b>mintalah pakaian kepada-Ku</b><span style="font-weight: 400;"> niscaya akan Aku beri pakaian.” </span><b>(HR. Muslim no. 6737)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang dimaksud dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">“permintaan” </span></i><span style="font-weight: 400;">di sini bukanlah sekedar permintaan belaka tanpa melakukan usaha apa-apa. Akan tetapi, permintaan di sini mencakup meminta dengan </span><b>berdoa kepada Allah agar Allah memberikan makanan dan pakaian kepada kita serta terkandung pula usaha untuk mencari rizki dan karunia dari Allah</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/7702-membuka-pintu-rizki-dengan-istighfar.html" data-darkreader-inline-color="">Membuka Pintu Rizki dengan Istighfar</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Apabila shalat telah ditunaikan, maka </span><b>bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah</b><span style="font-weight: 400;"> dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” </span><b>(QS. Al-Jumu’ah [62]: 10)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala juga berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka </span><b>berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya</b><span style="font-weight: 400;">. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” </span><b>(QS. Al-Mulk [67]: 15)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Inilah hakikat tawakkal. Karena tawakkal adalah </span><b>kita bersandar kepada Allah Ta’ala</b> <b>dengan penuh kepercayaan kepada-Nya untuk meraih apa yang kita cari dan menolak apa yang kita benci disertai dengan mengambil sebab-sebab yang diizinkan oleh syariat</b><span style="font-weight: 400;">. </span><b>(Lihat </b><b><i>Al-Qaulul Mufiid, </i></b><b>2: 87)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/2996-antara-tawakkal-dan-usaha-mencari-rizki-yang-halal.html" data-darkreader-inline-color="">Antara Tawakkal dan Usaha Mencari Rizki yang Halal</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan bukankah Allah sendiri telah menjanjikan, bahwa barangsiapa yang bertawakkal hanya kepada Allah pasti Allah akan menjamin urusan-urusannya? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. </span><b>Dan memberinya rizki dari arah yang tidak dia sangka-sangka.</b><span style="font-weight: 400;"> Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” </span><b>(QS. Ath-Thalaq [65]: 2-3)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Alangkah indahnya hidup ini jika diisi dengan bertawakkal hanya kepada-Nya!!</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/5855-rintihan-seorang-ibu.html" data-darkreader-inline-color="">Rintihan Seorang Ibu</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Jangan berburuk sangka kepada Allah Ta’ala</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, ketika kita berusaha untuk bertakwa dengan menjalankan ketaatan kepada-Nya kita tidak perlu khawatir apalagi takut kalau-kalau rizki menjadi sempit. Janganlah kita berburuk sangka kepada Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">bahwa Allah akan menelantarkan dan membiarkan kita begitu saja hidup di dunia ini. Kita juga tidak perlu merasa berputus asa dari rahmat Allah yang sedemikian luas kepada hamba-hamba-Nya. Bahkan Allah mensifati hamba-hamba-Nya yang berputus asa dari rahmat-Nya sebagai hamba-Nya yang tersesat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” </span><b>(QS. Al-Hijr [15]: 56)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini karena kalau kita berputus asa dari rahmat Allah maka kita termasuk ke dalam orang-orang yang berburuk sangka kepada Allah Ta’ala.</span><i> </i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata ketika menjelaskan ayat di atas,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Berputus asa dari rahmat Allah itu tidak diperbolehkan. Karena hal itu termasuk berburuk sangka kepada Allah. Yang demikian itu bisa ditinjau dari dua sisi. </span><b>Pertama,</b><span style="font-weight: 400;"> karena mengandung unsur celaan terhadap kekuasaan Allah Ta’ala. Karena barangsiapa yang mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka tidak ada sesuatu pun yang lepas dari kekuasaan-Nya. </span><b>Ke dua,</b><span style="font-weight: 400;"> karena hal itu mengandung unsur celaan terhadap rahmat Allah. Karena barangsiapa yang mengetahui bahwa Allah itu Maha Penyayang maka tidak ada sesuatu pun yang terlepas dari rahmat-Nya. Oleh karena itu, berputus asa dari rahmat Allah itu termasuk kesesatan.” </span><b>(</b><b><i>Al-Qaulul Mufiid, </i></b><b>2: 103-104)</b></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/47513-10-sebab-senantiasa-merasa-miskin-dan-kurang-harta.html" data-darkreader-inline-color="">10 Sebab Senantiasa Merasa Miskin Dan Kurang Harta</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/45039-mengapa-disebut-sebagai-budak-harta.html" data-darkreader-inline-color="">Mengapa Disebut Sebagai “Budak Harta”</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 18 Dzulqa’dah 1440/15 Juli 2019</span></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 