
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu motivasi bagi mereka yang ingin menikah adalah janji Allah kepada mereka yang menikah untuk menjaga kehormatan. Di zaman ini fitnah syahwat begitu besar dengan adanya internet , sosial media dan pergaulan yang sudah tidak sesuai fitrah manusia. Menikah adalah salah satu solusi untuk menjaga kehormatan diri dan mencegah terjerumus dalam perzinahan. Oleh karena itu menikah menyempurnakan setengah agama, yaitu terlindungi dari fitnah syahwat dan zina karena ia sudah menyalurkannya kepada yang halal, seorang wanita yang ia cintai yaitu istrinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” <strong>[HR. Al Baihaqi, </strong></span><strong><i>As Silsilah Ash Shahihah</i> no. 625]</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Qurthubi menjelaskan maksud hadits,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Siapa yang menikah berarti telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua.” Makna hadis ini bahwa nikah akan melindungi orang dari zina. Sementara menjaga kehormatan dari zina termasuk salah satu yang mendapat jaminan dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dengan surga. Beliau mengatakan, ‘Siapa yang dilindungi Allah dari dua bahaya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu dilindungi dari dampak buruk mulutnya dan kemaluannnya.’ <strong>[</strong></span><strong>Tafsir al-Qurthubi, 9/327]</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah berjanji akan menolong dan membantu orang yang menikah untuk menjaga kehormatannya, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ثَلَاثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ تَعَالَى عَوْنُهُمْ : الْمُجَاهِدُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَ الْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الْأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الْعَفَافَ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ada tiga golongan, Allah mewajibkan atas Dzatnya untuk membantunya: (yaitu) Orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang menikah untuk menjaga kehormatan diri dan budak yang berusaha membeli dirinya sendiri hingga menjadi orang merdeka “.<strong> [HR. Ahmad &amp; at-Tirmidzi] </strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan kita tentu yakin bahwa Allah tidak akan menyelisihi janjinya. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji” <strong>(QS. Al Imran: 7).</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagi para pemuda dan jomblo, apabila ingin menikah janganlah ragu-ragu. Hendaknya luruskan niat menikah dan sebelum mengambil keputusan hendaknya berdiskusi serta musyawarah dahulu dengan orang tua, ustadz dan teman-teman yang dahulu punya pengalaman yang sama, yaitu ingin segera menikah untuk menjaga kehormatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya anda sedang kuliah dan ingin menikah, anda bisa melakukan diskusi dan musyawarah dengan orang tua dan ustadz. Diskusikan dengan mereka yang punya pengalaman menikah ketika akan kuliah, bisa jadi keadaan dan pengalaman setiap orang berbeda-beda. Insyaallah semua ada solusi apabila bisa didiskusikan dan dimusywarahkan baik-baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> Apabila kita sudah musyawarah dan berazam kuat, hendaknya kita lakukan dan kemudian bertawakkal kepada Allah setelah berusaha dan menempuh sebab.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”<strong> [QS. Ali ‘Imran: 159]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/54747-apakah-mengadakan-walimatul-urs-wajib.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Wajib Mengadakan Walimatul Urs Ketika Menikah?</a></span></strong></li>
<li><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/18538-kehidupan-rasulullah-sebelum-menikah.html" data-darkreader-inline-color="">Kehidupan Rasulullah Sebelum Menikah</a></span></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Lombok, Pulau Seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color=""> Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color=""> www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 