
<p>Berapa jumlah Nabi dan Rasul? Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas dipikiran kita. Untuk menjawabnya, simak artikel berikut ini.</p>

<p><span style="font-weight: 400;">Iman kepada para Nabi dan Rasul merupakan salah satu landasan keimanan. Oleh karena itu Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri”” </span></i><strong>(QS. Al Imran: 84).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang yang tidak mengimani para Nabi dan Rasul, maka ia tersesat sangat jauh dari jalan yang lurus. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. An Nisa: 136).</span></p>
<h2><b>Perbedaan Nabi dan Rasul</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi berasal dari kata </span><i><span style="font-weight: 400;">an naba’</span></i><span style="font-weight: 400;"> (النبأ) yang artinya: kabar. Secara istilah, Nabi artinya orang yang diberi wahyu oleh Allah. Sebagaimana kata an naba’ ini digunakan oleh Nabi untuk menyebutkan wahyu dari Allah, disebutkan dalam Al Qur’an :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَذَا قَالَ </span><span style="font-weight: 400;">نَبَّأَنِيَ</span><span style="font-weight: 400;"> الْعَلِيمُ</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah </span></i><i><span style="font-weight: 400;">diberitahukan</span></i><i><span style="font-weight: 400;"> kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal””</span></i><strong> (QS. At Tahrim: 3).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan Rasul berasal dari kata </span><i><span style="font-weight: 400;">al irsal </span></i>(الإرسال) yang artinya pengutusan seseorang untuk suatu tujuan. Secara istilah, Rasul adalah orang yang diutus oleh Allah dengan membawa risalah (pesan) tertentu, dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia dan manusia diperintahkan untuk mengikuti dia.</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian ulama berpendapat bahwa istilah Nabi dan Rasul tidak ada bedanya, namun ini adalah pendapat yang lemah. Karena banyak dalil dan fakta yang menunjukkan bahwa ada perbedaan antara Nabi dan Rasul. Dan setiap Rasul adalah Nabi, namun tidak setiap Nabi itu Rasul.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian ulama juga berpendapat bahwa perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah bahwa Nabi diberi wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Sedangkan Rasul  diperintahkan untuk menyampaikannya. Ini juga pendapat yang kurang tepat, karena beberapa poin:</span></p>
<p><b>Pertama</b><span style="font-weight: 400;">, dalam surat Al Hajj ayat 52, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi…”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di sini Allah menggandengkan pengutusan Rasul dan Nabi dalam masalah </span><i><span style="font-weight: 400;">al irsal</span></i><span style="font-weight: 400;">. Menunjukkan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk menyampaikan.</span></p>
<p><b>Kedua</b><span style="font-weight: 400;">: tidak menyampaikan wahyu merupakan bentuk menyembunyikan ilmu. Allah tidak menurunkan wahyu kecuali agar menjadi petunjuk bagi manusia, bukan untuk disembunyikan.</span></p>
<p><b>Ketiga</b><span style="font-weight: 400;">: disebutkan dalam hadits yang shahih bahwa ada Nabi yang memiliki satu pengikut, ada yang memiliki dua pengikut, ada yang memiliki belasan pengikut dan ada yang tidak memiliki pengikut. Ini menunjukkan mereka menyampaikan wahyu kepada kaumnya, sehingga terlihat ada perbedaan jumlah pengikut. Andai mereka tidak menyampaikan, tentunya keumuman mereka tidak punya pengikut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka Nabi dan Rasul keduanya diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan dan berdakwah kepada kaumnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, perbedaan antara Nabi dan Rasul yang tepat adalah bahwa Rasul diutus oleh Allah dengan membawa syari’at yang baru, sedangkan Nabi diutus oleh Allah namun tidak membawa syari’at yang baru melainkan menjalan dan mendakwah syariat yang dibawa Rasul sebelumnya <strong>(Diringkas dari </strong></span><strong><i>Al Madkhal ila Dirasatil Aqidah Al Islamiyah</i>, karya Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar, hal 92-64).</strong></p>
<blockquote><p><b><em>Baca Juga: <a href="https://muslim.or.id/60421-tingkatan-keutamaan-para-nabi-dan-rasul.html" target="_blank" rel="noopener">Tingkatan Keutamaan para Nabi dan Rasul</a></em><br>
</b></p></blockquote>
<h2><b>Jumlah Para Nabi dan Rasul</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan jumlah Nabi dan Rasul. Dari Abu Dzar </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">, ia berkata:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">قلتُ : يا رسولَ اللهِ ! أيُّ الأنبياءِ كان أولُ ؟ ! قال : آدمُ، قلتُ : يا رسولَ اللهِ ! ونبيٌّ كان ؟ ! قال : نعم نبيٌّ مُكلَّمٌ، قلتُ : يا رسولَ اللهِ : كم المرسلونَ ؟ ! قال : ثلاثُ مئةٍ وبضعةَ عشرَ ؛ جمًّا غفيرًا</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Aku bertanya: wahai Rasulullah, siapa Nabi pertama? Rasulullah menjawab: Adam. Aku bertanya: wahai Rasulullah, apakah beliau (Adam) seorang Nabi? Rasulullah menjawab: benar, ia seorang Nabi yang diajak bicara oleh Allah. Aku bertanya: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah para Rasul? Rasulullah menjawab: 300 sekian belas, mereka sangat banyak”</span></i><strong> (HR. Ahmad no.21586, Al Hakim [2/652], Al Baihaqi no.18166. Dishahihkan Ahmad Syakir dalam <i>Umdatut Tafsir </i>[1/309] dan Al Albani dalam <i>Takhrij Al Misykah </i>no.5669. Dan sebagian ulama mendhaifkan hadits ini).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam riwayat lain dari Abu Dzar juga:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">قلت : يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ الْأَنْبِيَاءُ ؟ قَالَ: ( مِائَةُ أَلْفٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا)، قُلْتُ :يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ؟ قَالَ : (ثَلَاثُ مِائَةٍ وَثَلَاثَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا)</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Aku berkata: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Nabi? Rasulullah menjawab: Nabi ada 120.000 orang. Aku berkata: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Rasul? Rasulullah menjawab: Rasul ada 313 orang, mereka sangat banyak”</span></i><strong> (HR. Ibnu Hibban no.361, didhaifkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Tahqiq <i>Shahih Ibnu Hibban</i> [2/79]).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam riwayat lain dari Abu Umamah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">قُلتُ: يا رسولَ اللهِ، كم وَفَّى عِدَّةُ الأنبياءِ؟ قال: مِئةُ ألْفٍ وأربعةٌ وعشرونَ ألْفًا، الرُّسُلُ مِن ذلك ثلاثُ مِئةٍ وخَمسةَ عَشَرَ جَمًّا غَفيرًا</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Aku berkata: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Nabi? Rasulullah menjawab: Nabi ada 124.000 orang dan di antara mereka ada para Rasul sebanyak 315 orang, mereka sangat banyak”</span></i><strong> (HR. Ahmad no.22342, didhaifkan Ibnu Katsir dalam <i>Al Bidayah wan Nihayah </i>[2/140]).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan ada hadits-hadits lainnya yang tidak lepas dari kelemahan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Andaikan hadits Abu Dzar dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Musnad Ahmad </span></i><span style="font-weight: 400;">di atas shahih – sebagaimana dishahihkan oleh sebagian ulama- maka dapat menguatkan hadits Abu Umamah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan menurut sebagian ulama, tidak ada hadits shahih sama sekali mengenai jumlah para Nabi dan Rasul. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">وهذا الذي ذكره أحمد ، وذكره محمد بن نصر ، وغيرهما ، يبين أنهم لم يعلموا عدد الكتب والرسل ، وأن حديث أبي ذر في ذلك لم يثبت عندهم</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ini pendapat yang disebutkan Imam Ahmad, Muhammad bin Nashr dan ulama lainnya. Mereka menjelaskan bahwa tidak diketahui berapa berapa jumlah kitab dan berapa jumlah Rasul. Dan hadits Abu Dzar dalam hal ini tidak shahih menurut mereka” <strong>(</strong></span><strong><i>Majmu’ Al Fatawa</i>, 7/409).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Al Lajnah Ad Daimah ketika ditanya tentang jumlah Nabi dan Rasul, mereka mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">لا يعلم عددهم إلا الله</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah”</span></i><strong> (<i>Fatawa al Lajnah</i>, 3/256).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun andai kita kompromikan pendapat-pendapat yang ada maka </span><i><span style="font-weight: 400;">insyaAllah</span></i><span style="font-weight: 400;"> bisa kita katakan jumlah Rasul ada sekitar 300 sekian orang tanpa memastikan berapa, dan jumlah Nabi ada sekitar 120.000 orang tanpa memastikan berapa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang jelas, jumlah mereka sangat banyak. Sebagaimana Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">فلا يعلم عددهم إلا الله سبحانه وتعالى ، لكنهم جم غفير ، قص الله علينا أخبار بعضهم ولم يقص علينا أخبار البعض الآخر ، لحكمته البالغة جل وعلا</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak diketahui berapa jumlah mereka kecuali oleh Allah subhanahu ta ta’ala. Namun jumlah mereka sangat banyak. Ada sebagian mereka yang Allah kisahkan kepada kita kabarnya, dan ada yang tidak dikisahkan kepada kita. Karena suatu hikmah yang besar dari Allah<em> jalla wa ‘ala</em>” <strong>(</strong></span><strong><i>Majmu’ Fatawa Ibnu Baz</i>, 2/66-67).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan 25 Nabi yang kita ketahui, itulah nama-nama Nabi yang disebutkan di dalam Al Qur’an. Bukan jumlah seluruh Nabi. Adapun jumlah seluruh Nabi itu banyak sekali, sekitar 120.000 orang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan yang luar biasanya, seluruh Nabi dan Rasul yang banyak tersebut, semuanya mendakwahkan <a href="https://muslim.or.id/6615-makna-tauhid.html" target="_blank" rel="noopener">tauhid</a> dan tauhid adalah inti dakwahnya. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُونِ</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian”</span></i><strong> (QS. Al-Anbiya: 25).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">juga berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut’”</span></i><strong> (QS. An-Nahl: 36).</strong></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu a’lam</span></i><span style="font-weight: 400;">, semoga yang sedikit ini bisa memberikan banyak faedah. </span><i><span style="font-weight: 400;">Allahu waliyyut taufiq was sadaad</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><em><b>Baca Juga:</b></em></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://muslim.or.id/61640-agama-para-rasul-itu-satu.html" target="_blank" rel="noopener">Agama Para Rasul Itu Satu</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://muslim.or.id/2022-mengimani-para-utusan-allah.html" target="_blank" rel="noopener">Mengimani Para Utusan Allah</a></strong></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">___</span></p>
<p><strong>Penulis: <span style="--darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="--darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://kangaswad.wordpress.com/" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="--darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</span></strong></p>
 