
<p>Perlu diketahui bahwa ka’bah ternyata adalah kiblat para Nabi yaitu Nabi Ibrahim dan para nabi lainnya. Sedangkan Baitul Maqdis menjadi kiblat pertama umat Muhammad –<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>– dengan tujuan untuk menguji iman kaum muslimin ketika nantinya kiblat tadi dipindah ke Ka’bah.</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin <em>rahimahullah</em> menerangkan,</p>
<p>Ka’bah adalah kiblat Ibrahim dan para nabi lainnya. Allah tidaklah memerintah seorang Nabi pun untuk shalat menghadap Baitul Maqdis. Akan tetapi Allah menetapkan kiblat bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Baitul Maqdis untuk menguji manusia siapakah di antara mereka yang tetap kokoh imannya ketika kiblat nantinya dipindahkan ke Ka’bah. (Kitabul Iman, 146)</p>
<p>Faedah di pagi hari dari kumpulan fawaid Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, kitab <em>Al Muntaqo min Faroidul Fawaid</em>, hal. 124, terbitan Madar Al Watan.</p>
<p>@ Pesantren Darush Sholihin, Warak-Girisekar, Panggang-Gunung Kidul, 4 Syawal 1433 H</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/32683-faedah-sirah-nabi-ini-kisah-pemindahan-arah-kiblat-dari-masjidil-aqsa-ke-kabah.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Faedah Sirah Nabi: Ini Kisah Pemindahan Arah Kiblat dari Masjidil Aqsa ke Kabah</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/23181-bulughul-maram-shalat-salah-menghadap-kiblat.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Bulughul Maram – Shalat: Salah Menghadap Kiblat</strong></span></a></li>
</ul>
 