
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin </b><b><i>rahimahullah</i></b></span></p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><b>Pertanyaan:</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Banyak penuntut ilmu memberikan perhatian dalam menghapal Al-Qur’an Al-Karim dan hadits-hadits hukum. Akan tetapi, mereka meremehkan ilmu ushul fiqh, dan mencukupkan diri dengan hapalan Al-Qur’an dan hadits. Padahal diketahui bahwa ilmu ushul fiqh mengajarkan kita bagaimanakah metode memahami dalil-dalil tersebut. Kami mengharapkan arahan syaikh berkaitan dengan masalah ini.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/45502-urgensi-memahami-ilmu-ushul-fiqh-dan-qawaid-fiqhiyyah.html" data-darkreader-inline-color="">Pentingnya Memahami Ilmu Ushul Fiqh dan Qawa’id Fiqhiyyah</a></strong></p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><b>Jawaban:</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang menjadi pendapatku dalam masalah menuntut ilmu adalah seseorang itu, apalagi para pemuda yang masih pemula, memulai dengan menghapalkan Al-Qur’an sebelum semua ilmu (agama) yang lain. Karena inilah perbuatan (contoh) para sahabat </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhum. </span></i><span style="font-weight: 400;">Mereka mempelajari Al-Qur’an, mempelajari makna kandungan Al-Qur’an, dan mempraktikkannya (mengamalkannya). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan penuntut ilmu itu sangat butuh terhadap Al-Qur’an. Tidakkah Engkau lihat, jika Engkau berbicara di suatu majelis (perkumpulan) dan Engkau ingin berdalil dengan Al-Qur’an sedangkan Engkau tidak menghapalnya, maka tidak mungkin Engkau bisa berdalil dengan Al-Qur’an. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi aku memotivasi penuntut ilmu, lebih-lebih para pemuda, untuk menghapalkan </span><i><span style="font-weight: 400;">kalamullah </span></i><span style="font-weight: 400;">(Al-Qur’an), kemudian menghapalkan hadits-hadits yang mudah, misalnya kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">‘Umdatul Ahkaam, </span></i><span style="font-weight: 400;">atau </span><i><span style="font-weight: 400;">Bulughul Maraam, </span></i><span style="font-weight: 400;">jika mampu. Kemudian setelah itu, dia memasuki bidang fiqh dan ilmu ushul fiqh. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak diragukan lagi bahwa ushul fiqh adalah di antara ilmu yang paling bagus. Di dalamnya terkandung kenikmatan bagi orang-orang yang mempelajarinya. Karena jika seseorang memahami kaidah-kaidah, maka pikirannya akan berjalan untuk memakai (menerapkan) kaidah-kaidah tersebut untuk menyimpulkan hukum dari dalil-dalil syar’i dengan perantaraan kaidah-kaidah dan ushul tersebut.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000; font-size: 12pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/42529-mengenal-kitab-tauhid-dasar.html" data-darkreader-inline-color="">Perbedaan Kitab “Al-Ushul Ats-Tsalatsah” dan “Tsalatsatul Ushul”</a></strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/28079-apakah-ilmu-ushul-fikih-mengikuti-perkembangan-zaman.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Ilmu Ushul Fikih Mengikuti Perkembangan Zaman?</a></strong></span></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 15 Rabi’ul akhir 1441/ 12 Desember 2019</span></p>
<p><b>Penerjemah: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diterjemahkan dari kitab </span><b><i>Ash-Shahwah Al-Islamiyyah: Dzawabith wa Taujihaat</i></b> <span style="font-weight: 400;">hal. 79, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullahu Ta’ala.</span></i></p>
 