
<p><strong>Karena Ilmu, Beda Status Halal Haram</strong></p>
<p>Sesungguhnya Allah menjadikan buruan yang ditangkap oleh anjing yang bodoh sebagai bangkai yang haram dimakan, sebaliknya Allah menghalalkan buruan yang ditangkap oleh <strong>anjing yang berilmu</strong>. Ini menunjukkan betapa mulianya ilmu. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ</p>
<p>Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan hasil buruan yang ditangkap oleh binatang buas yang telah kamu <strong>ajari dengan</strong> melatihnya untuk berburu; menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu waktu melepaskannya. (QS. al-Maidah: 4)</p>
<p>Ibnul Qoyim mengatakan,</p>
<p class="arab">ولو لا مزية العلم والتعليم وشرفهما كان صيد الكلب المعلم والجاهل سواء</p>
<p>“Seandainya bukan karena kemuliaan ilmu dan mengajarkan ilmu, niscaya buruan hasil anjing bodoh dan hasil anjing pintar statusnya sama.”</p>
<p>[Miftah Dar Sa’adah, Ibnu Qayyim, 1/236]</p>
 