
<p><strong>KATA-KATA MUTIARA TENTANG KEIKHLASAN</strong></p>
<ol>
<li>Jika syaitan datang kepadamu dan engkau sedang melakukan shalat, maka dia akan berkata, “Engkau sedang dilihat oleh orang lain, maka pan-jangkanlah shalatmu.”</li>
<li>Seseorang bertanya, “Tunjukkanlah kepadaku satu perbuatan yang menjadikan aku selalu beramal karena Allah!” Lalu dikatakan kepadanya, “Niatkanlah kebaikan, karena engkau akan selalu beramal walaupun sebenarnya engkau tidak melakukan apa-apa, karena niat akan selalu beramal walaupun amal tersebut tidak ada.”</li>
<li>Aku ingin jika niat selalu menyertaiku di dalam segala hal, bahkan di dalam makan, minum, dan tidur.</li>
<li>Seorang mukhlis adalah orang yang menutupi kebaikannya sebagaimana dia menutupi kejelekannya.</li>
<li>Ikhlaskanlah niat dalam amal perbuatan Anda, niscaya Anda akan merasa cukup dengan amal yang sedikit.</li>
<li>Menjadikan niat ikhlas untuk Allah lebih berat daripada amal itu sendiri.</li>
<li>Ikhlas dapat membedakan suatu amal dari aib bagaikan susu yang dapat memisahkan dirinya dari kotoran dan darah.</li>
<li>Allah menginginkan dari amal makhluk-Nya adalah keikhlasannya.</li>
<li>Barangsiapa yang menyaksikan keikhlasan di dalam keikhlasan amalnya, maka keikhlasan tersebut sungguh membutuhkan keikhlasan.</li>
<li>Ikhlas itu adalah lupa akan pandangan manusia dan selalu tertumpu kepada pandangan Sang Pencipta saja.</li>
</ol>
<p>[Disalin dari buku “<em>IKHLAS: Syarat Diterimanya Ibadah</em>” terjemahkan dari <em>Kitaabul Ikhlaash</em> oleh Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awayisyah. <em>Penerjemah</em><em>  </em>Beni Sarbeni, Penerbit PUSTAKA IBNU KATSIR Bogor]</p>
 