
<p>Ada ungkapan yang cukup terkenal di negara kita:</p>
<blockquote>
<h2>“Apalah arti sebuah nama”</h2>
</blockquote>
<p>Ungkapan ini apabila ditinjau dari sisi syariat, tidaklah sepenuhnya benar. Mengapa? Karena agama Islam memandang nama adalah suatu hal yang penting dan terkait dengan beberapa hukum baik di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Contohnya: panggilan nama seseorang di akhirat adalah panggilannya kelak di akhirat, sehingga apabila ada orang yang namanya jelek atau kurang indah di dunia, misalnya: <em>“Tenggil, Bosok, Cungkil, Ceper dll</em>“, maka itulah nama yang ia dipanggil di akhirat kelak. Terlebih lagi dia ridha dan senang dengan panggilan seperti itu</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://muslim.or.id/25189-fatwa-ulama-menamai-anak-dengan-muhammad-apakah-termasuk-ibadah.html">Menamai Anak Dengan Muhammad Apakah Termasuk Ibadah?</a></p>
<p>Rasullullah <em>shallalahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;">‏<span style="font-size: 21pt;"> ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَﻛُﻢْ</span></p>
<p>“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” <strong>[HR. Abu Dawud &amp; Al-Baihaqi, Sebagian ulama menilai sanadnya munqathi’, Sebagian menilai sanadnya jayyid]</strong></p>
<p>Demikian dalam Fatwa Syabakah  Islamiyyah dijelaskan bahwa seseorang akan dipanggil sesuai namanya dan dinisbatkan pada nasab bapaknya:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﻓﺎﻟﻈﺎﻫﺮ – ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ – ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻳﺪﻋﻮﻥ ﺑﺄﺳﻤﺎﺋﻬﻢ ﻣﻨﺴﻮﺑﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺁﺑﺎﺋﻬﻢ ﻻ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻬﺎﺗﻬﻢ</span></p>
<p>“Pendapat yang kuat -wallahu a’lam- bahwa manusia pada hari kiamat akan dipanggail sesuai dengan nama merrka (di dunia) dan dinisbatkan pada bapak mereka, bukan pada ibunya.”<strong> [Fatawa no. 20374]</strong></p>
<p>Ibnul Qayyim menjelaskan pentingnya nama, beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">ﺇﻥ ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺔ ﻟﻤﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﻘﻴﻘﺘﻬﺎ ﺗﻌﺮﻳﻒ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﺍﻟﻤﺴﻤﻰ ﻷﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﻭﻫﻮ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﺍﻻﺳﻢ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻣﺎ ﻳﻘﻊ ﺗﻌﺮﻳﻔﻪ ﺑﻪ</span></p>
<p>“Sesungguhnya pemberian nama pada hakikatnya berfungsi untuk menunjukkan definisi/identitas penyandang nama (yang diberi nama), karena jika ia didapati tanpa diketahui (tanpa nama), maka ia tidak bisa dikenali.” <strong>[Tuhfatul Maudud hal. 61, Dar Kutub Al-‘Ilmiyyah].</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://muslim.or.id/29217-mengajarkan-sejarah-islam-kepada-anak-sejak-usia-dini.html">Mengajarkan Sejarah Islam kepada Anak Sejak Usia Dini</a></p>
<p>Hendaknya kita memperhatikan ketika:</p>
<ol>
<li>Memberi nama pada anak</li>
<li>Memperkenalkan nama diri kita</li>
<li>Memanggil nama orang lain</li>
</ol>
<p>Yaitu berikan nama anak dengan nama yang baik dan gunakan nama baik tersebut ketika kita memperkenalkan diri ke masyarakat. Janganlah ridha dan senang dengan panggilan nama yang buruk atau jelek maknanya, serta kita tidak ikut-ikutan memanggil orang lain dengan nama atau gelaran yang buruk.</p>
<p>Ada beberapa dalil lainnya yang menunjukkan bahwa nama itu penting dan memiliki arti serta kaitan dengan hukum terkait dunia dan akhirat.</p>
<h3><strong>1. Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memiliki arti nama yang sangat baik yaitu “yang terpuji”, beliau adalah teladan kita dalam kebaikan</strong></h3>
<h3><strong>2. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyarankan memberi nama-nama yang baik pada umatnya.</strong></h3>
<p>Misalnya pada hadits berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﺃﺣﺐ ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ</span></p>
<p>“Nama-nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman”. <strong>[HR. Muslim]</strong></p>
<h3><strong>3. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang penggunaan nama-nama yang buruk serta jelek maknanya</strong></h3>
<p>Misalnya pada hadits berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﺃَﺧْﻨَﻰ ﺍﻷَﺳْﻤَﺎﺀِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺭَﺟُﻞٌ ﺗَﺴَﻤَّﻰ ﻣَﻠِﻚَ ﺍﻷَﻣْﻼَﻙِ</span></p>
<p>“Nama yang paling keji di sisi Allah pada hari Kiamat adalah seseorang bernama dengan nama ‘Malikal Amlaak’ (rajanya para raja). ” <strong>[HR. Bukhari &amp; Muslim]</strong></p>
<h3><strong>4. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengubah nama-nama yang buruk menjadi nama-nama yang baik</strong></h3>
<p>Dari ‘Aisyah,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُغَيِّرُ الاِسْمَ الْقَبِيحَ</span></p>
<p>“Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> biasa mengganti (mengubah) nama yang jelek.” <strong>(HR. Tirmidzi, shahih)</strong></p>
<p>Ibnu Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﺃَﻥَّ ﺍﺑْﻨَﺔً ﻟِﻌُﻤَﺮَ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻬَﺎ ﻋَﺎﺻِﻴَﺔُ ﻓَﺴَﻤَّﺎﻫَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺟَﻤِﻴﻠَﺔَ</span></p>
<p>“Salah satu putri Umar bin Khattab ada yang diberi nama Ashiyah (wanita pembangkang). Kemudian diganti oleh Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dengan nama Jamilah.” <strong>[HR. Ahmad dan Muslim]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li>
<div><a href="https://muslim.or.id/29217-mengajarkan-sejarah-islam-kepada-anak-sejak-usia-dini.html">Mengajarkan Sejarah Islam kepada Anak Sejak Usia Dini</a></div>
</li>
<li>
<div><a href="https://muslim.or.id/44582-sunnah-banyak-anak-dan-kewajiban-mendidik-mereka.html">Sunnah Banyak Anak dan Kewajiban Mendidik Mereka</a></div>
</li>
</ul>
<p>Demikian pembahasan ringkas ini, semoga bermanfaat</p>
<p>@ Antara langit dan bumi Allah, Pesawat Lion Air Denpasar – Makasar, di sempurnakan setelah mendarat</p>
<p>Penyusun: <a href="https://muslim.or.id/author/raehan">Raehanul Bahraen</a></p>
<p>Artikel <a href="http://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a></p>
 